MANAGED BY:
SABTU
06 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 01 April 2020 13:11
Akibat Covid-19, Orang Miskin Bisa Bertambah 11 Juta
ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA– Belum usai pulih dari ketegangan perang dagang, badai ekonomi bagi negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik seolah belum reda. Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Victoria Kwakwa menuturkan, kini negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik harus menghadapi kemungkinan guncangan dan resesi finansial akibat Covid-19.

‘’Pertumbuhan negara berkembang di kawasan Asia Timur dan Pasifik untuk tahun 2020 diproyeksikan melambat menjadi 2,1 persen pada skenario baseline dan menjadi negatif 0,5 untuk skenario lebih rendah, dari perkiraan 5,8 persen pada 2019,’’ ujar Kwakwa, kemarin (31/3).

Dalam lingkungan yang berubah dengan cepat, membuat proyeksi pertumbuhan ekonomi yang akurat menjadi sangat sulit. Sehingga, dalam laporan terbarunya, World Bank menyajikan skenario dasar (baseline) serta skenario alternatif yang lebih rendah (lower scenario).

Pertumbuhan negara berkembang di kawasan Asia Timur dan Pasifik untuk tahun 2020 diproyeksikan melambat menjadi 2,1 persen pada skenario baseline dan menjadi negatif 0,5 untuk skenario lebih rendah, dari perkiraan 5,8 persen pada 2019.

Dia menjelaskan, pertumbuhan di Tiongkok untuk tahun 2020 diproyeksikan turun menjadi 2,3 persen pada skenario baseline dan 0,1 persen dalam skenario lebih rendah, dari 6,1 persen pada tahun 2019. Selain itu, risiko yang diakibatkan tekanan pasar keuangan akan tetap tinggi.

World Bank juga menyebut, guncangan Covid-19 juga akan berdampak serius pada pengentasan kemiskinan. Dalam laporan terbarunya, World Bank memperkirakan bahwa pada skenario baseline, pada tahun 2020 orang yang akan keluar dari kemiskinan di kawasan akan berkurang sebanyak hampir 24 juta dibanding bila tidak ada pandemi (menggunakan garis kemiskinan USD 5,50 / hari).

‘’Jika situasi ekonomi memburuk, dan skenario lebih rendah yang terjadi, maka jumlah penduduk miskin bertambah sekitar 11 juta orang. Proyeksi sebelumnya memperkirakan bahwa hampir 35 juta orang akan keluar dari kemiskinan di Asia Timur dan Pasifik pada tahun 2020, termasuk lebih dari 25 juta di Tiongkok saja,’’ urainya.

Menurut Wolrd Bank, persoalan yang terjadi sekarang adalah kombinasi dari beberapa gangguan yang tidak biasa dan memiliki dampak negatif yang saling menguatkan. Kesulitan ekonomi yang signifikan tampaknya tidak akan terhindarkan.

Negara-negara di kawasan tersebut harus berinvestasi dalam sektor kesehatan dan mengambil langkah-langkah fiskal yang ditargetkan. Misalnya memberikan subsidi untuk pembayaran pasien positif corona dan perawatan kesehatan.

Kwakwa menyebut, kebijakan fiskal seperti subsidi untuk membiayai pasien dan perawatan kesehatan akan membantu penanggulangan Covid-19 dan memastikan bahwa kerugian sementara dalam bidang ekonomi tidak berubah menjadi kerugian jangka panjang dalam bentuk kemanusiaan.

‘’Selain aksi nasional yang berani, kerja sama internasional yang lebih dalam bisa menjadi vaksin yang paling efektif untuk melawan ancaman ini. Negara-negara di Asia Timur dan Pasifik serta di tempat lain harus melawan penyakit ini bersama-sama, menjaga perdagangan tetap terbuka dan mengoordinasikan kebijakan ekonomi makro,’’ imbuh Aaditya Mattoo, Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik. (dee)


BACA JUGA

Jumat, 05 Juni 2020 13:47
Yang Penuh Sejarah, Yang Berbiaya Mahal, ”Bersatu” dalam Kesuraman (1)

Seandainya Yang Rp 200 Miliar Itu Cair pun Tak Cukup Lagi

Di saat Stadion Andi Mattalatta menjadi ”kebun sayur”, satu per…

Kamis, 04 Juni 2020 15:48

Dana Haji Tidak Boleh Dialihfungsikan, Uang Pelunasan Tak Ditarik, Bakal Dikelola BPKH

JAKARTA – Pengelolaan dana haji menjadi isu sensitif setelah Kementerian…

Kamis, 04 Juni 2020 15:29

Ibadah Haji Batal, Travel Minta Kepastian

BALIKPAPAN-Dibatalkannya pemberangkatan haji tahun ini membuat efek terhadap agen perjalanan…

Kamis, 04 Juni 2020 15:28

Rumah Ibadah Kesulitan Sediakan Pemindai Suhu Tubuh

BALIKPAPAN–Belum semua masjid di Kota Minyak mengajukan pengurusan izin pembukaan…

Kamis, 04 Juni 2020 15:28

Begini Pengalaman Warga Kaltim Bepergian via Udara di Tengah Pandemi

Edaran Wali Kota Balikpapan untuk calon penumpang pesawat tujuan Balikpapan…

Kamis, 04 Juni 2020 15:27

Uji Bebas Covid-19

Oleh : Erwin D Nugroho   SAYA akhirnya naik pesawat…

Kamis, 04 Juni 2020 15:26

Minim Sosialisasi, Pemkot Melunak..!! Tanpa Hasil Swab Test Masih Dibolehkan Masuk di Bandara Sepinggan

BALIKPAPAN–Kebijakan yang dinilai mendadak membuat Pemkot Balikpapan melonggarkan aturan wajib…

Kamis, 04 Juni 2020 15:25

Delapan Positif Corona di Fase Relaksasi

INI menjadi warning bagi masyarakat maupun pemerintah yang memulai relaksasi…

Kamis, 04 Juni 2020 11:24

Ayo Isi Saldo Kartu Akses Tol, karena Tol Balikpapan-Samarinda Tidak Gratis Lagi

SAMARINDA - Manager Area Jasa Marga Tollroad Operation ( JMTO…

Kamis, 04 Juni 2020 11:17

Tarif Tol Balikpapan-Samarinda Ditetapkan, Mulai Diberlakukan Kapan..??

SAMARINDA - Sesuai keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers