MANAGED BY:
RABU
03 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 31 Maret 2020 15:46
Jalan Poros Ditutup, Siapkan Jam Malam

Warga Berkeliaran, Rizal: Dibubarkan dan Disanksi

Jalan A Yani, Balikpapan, tampak sepi dari aktivitas.

PROKAL.CO, Pada Kamis, 2 April nanti, Pemkot Samarinda dijadwalkan akan melakukan karantina lokal. Hanya sembako dan logistik kesehatan yang bisa masuk.

 

BALIKPAPAN-Membatasi aktivitas di luar rumah serta interaksi dengan orang lain berperan penting menekan penyebaran virus corona. Pengabaian imbauan itu membuat pemerintah daerah di Kaltim kini harus bersiap menghadapi ancaman lebih serius. Salah satunya di Balikpapan.

Kota ini menjadi wilayah ketiga di luar Pulau Jawa yang jadi transmisi lokal virus corona di Indonesia. Sebelumnya, ada Kota Makassar, Sulawesi Selatan dan Pontianak di Kalimantan Barat. Transmisi lokal adalah penularan virus corona antarmanusia yang terjadi dalam satu wilayah. Peristiwa ini ditemukan pada kasus dengan kode BPN (Balikpapan) 02 yang punya riwayat perjalanan ke Jepang. BPN 02 adalah laki-laki berusia 49 tahun.

Dia kemudian menulari suaminya, yang merupakan BPN 07 dan anaknya, BPN 08. Padahal, BPN 07 dan BPN 08 tidak pergi ke mana-mana. Namun, tertular dari anggota keluarganya sendiri. Juga pada kasus BPN 11 dan BPN 12 yang tak bepergian ke luar kota, tapi punya riwayat kontak erat dengan pasien positif dari klaster Bogor Sinode. Kondisi ini membuat rantai penyebaran virus corona atau Covid-19 makin kompleks.

Dengan demikian, kebijakan lebih ketat akhirnya diberlakukan Pemkot Balikpapan. Mulai hari ini (31/3) hingga batas waktu yang belum ditentukan, pemerintah terpaksa melakukan pembatasan dan penutupan terjadwal pada tujuh ruas jalan protokol. Yaitu, Jalan MT Haryono, Jalan Ruhui Rahayu (simpang Dome), Jalan Asnawi Arbain (simpang Pengadilan Agama), Jalan Jenderal Ahmad Yani (simpang Plaza Balikpapan dan simpang Rapak), Jalan Mayjen Soetoyo (simpang Markoni), Jalan Tjutjup Suparna (simpang empat Balikpapan Baru), dan Jalan Imat Saili (Sungai Ampal).

Jalan yang berstatus jalan kota itu menghubungkan Kecamatan Balikpapan Selatan, Balikpapan Utara dan Balikpapan Kota. Penutupan jalan dikecualikan bagi kendaraan petugas medis, aparat, jasa antar jemput makanan daring, keperluan berobat, serta mengurus keluarga yang meninggal atau sakit. Kebijakan ini tidak berlaku selama 24 jam atau hanya pada jam-jam tertentu. Yakni pada pukul 09.00–15.00 Wita. Kemudian berlanjut mulai pukul 20.00–04.00 Wita. Kebijakan lainnya, Pemkot Balikpapan memberlakukan jam malam. Mulai pukul 23.00–04.00 Wita.

Pembatasan dilakukan agar warga mengisolasi diri. Tidak keluar rumah kecuali ada hal mendesak yang mesti dilakukan. “Kami lihat masyarakat masih ramai di jalan-jalan tersebut, dan jalan tersebut adalah wewenang kami. Yang jelas, jalan yang kami tutup ini adalah jalan kota. Karena kalau menutup jalan provinsi, kami harus melakukan koordinasi lagi. Namun, saya rasa tujuh jalan ini sudah mewakili jalan utama," beber Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi kemarin.

Lanjut dia, bila ada yang membantah atau melanggar ketentuan pemkot, akan langsung ditindak, dibubarkan dan dikenai sanksi. “Serta sanksi lebih berat akan dikenakan bagi pelanggar yang mengulanginya,” ungkapnya. Pengawasan dilakukan pihak TNI-Polri dan Satpol PP. Menurut dia, kebijakan lebih ketat perlu diambil karena laju pertumbuhan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona di rumah sakit. Kini jumlahnya 32 orang.

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) juga terus naik. Kemarin angkanya 1.063 orang. Sementara satu orang di antara 12 pasien positif meninggal dunia. Pemkot Balikpapan masih terus memantau dan melakukan pelacakan terhadap keluarga maupun orang-orang yang bertemu pasien yang meninggal tersebut.

"Karena itu kami juga berlakukan pembatasan pada beberapa lokasi jalan dan pembatasan kegiatan pada malam hari," ucapnya. Selain Balikpapan, pengetatan juga akan dilakukan Pemkot Samarinda. Dijelaskan Sekretaris Kota Samarinda Sugeng Chairuddin, Kamis (2/4) mendatang, Samarinda mulai menerapkan jam malam dan pembatasan warga yang masuk ke Samarinda. 

“Tiga hari lagi (Kamis, 2 April) kita akan mulai karantina lokal,” ujar Sugeng. Dikatakan, akses orang keluar dan masuk ke Samarinda memang dibatasi. Hanya logistik atau kebutuhan sembako dan kesehatan yang boleh masuk ke Kota Tepian.  

“Tidak ada lockdown. Tadi berdasarkan rapat koordinasi Forkopimda telah disepakati akan melakukan penutupan jalur terbatas dan memberlakukan jam malam. Ini upaya untuk menyelamatkan masyarakat Samarinda,” ucap Wali Kota Samarinda Sjaharie Jaang kemarin siang. Politikus Partai Demokrat ini melanjutkan, pemkot telah mempertimbangkan dengan matang untuk menutup akses penghubung antarkota, terutama jalur penghubung Samarinda dan Balikpapan. Seperti jalan tol dan akses masuk via Loa Janan.

“Ini segera kita lakukan. Tadi Pak Sekda (Sugeng Chairuddin) sudah menelepon langsung sekda Balikpapan sekaligus meminta maaf untuk menutup jalan ke Balikpapan,” tegas Jaang. Tak hanya itu, pihaknya akan menutup jalur kedatangan penumpang melalui jalur laut. “Nantinya dijaga unsur dari TNI, Polri, Dishub, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan. Kita juga mempertimbangkan membatasi beberapa jalur udara. Di antaranya, penerbangan dari Jakarta," ucapnya.

Sementara untuk pelabuhan bongkar muat barang yang ada di Palaran, lanjut Jaang, akan diberitahukan bahwa ABK tidak diperbolehkan turun ke darat. Hal itu mempertimbangkan sistem di Pelabuhan Peti Kemas Palaran yang menggunakan sistem komputerisasi dan pengangkutan menggunakan crane. Terkait jam malam, juga dijelaskan Jaang. Jam malam diberlakukan di beberapa jalan-jalan protokol, mulai pukul 19.00 Wita.

“Tidak ada yang boleh keluar, termasuk pejabat. Kecuali untuk berobat,” tegasnya. Pihaknya juga menggerakkan Forum CSR dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia yang akan memberikan paket bantuan kepada masyarakat.

“Untuk menghadapi bulan Ramadan, Pemkot Samarinda sepakat tidak membuka pasar Ramadan. Namun, akan dilakukan jualan secara online seperti yang sudah di-launching sistem aplikasi jualan online "Behambinan"," ujar Jaang. Berau yang sebenarnya belum ada kasus positif sebelumnya, pada Sabtu (28/3), Kabupaten Berau lebih dulu memberlakukan pembatasan akses. Bupati Berau Muharram menuturkan, pihaknya akan membatasi akses laut, udara, dan darat. Hanya keperluan gawat darurat, logistik, dan alat kesehatan yang boleh lewat.

"Kita akan usaha carter pesawat jika ada pasien yang perlu ditindaklanjuti penanganannya," kata Muharram. Karantina ini berlaku selama 14 hari. Penerbangan di Bandara Kalimarau, Berau pun dihentikan sementara.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kukar sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kukar Martina Yulanti menjelaskan, saat ini penanganan virua corona dilakukan secara komprehensif. Pihaknya juga sudah saling berkoordinasi dengan pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Balikpapan. Tak hanya melalui darat dan udara, tetapi juga jalur perairan yang melintasi Kukar. Termasuk juga dua pelabuhan bongkar muara batu bara di Samboja dan Muara Badak. Lokasi kedua shift to shift (STS) in juga sudah dilakukan protokol pengawasan untuk meminimalkan masuknya virus ke wilayah Kukar.

"Jadi, tentunya akan lebih ketat lagi. Sudah dibahas secara komprehensif masalah tersebut," imbuhnya. Dikonfirmasi terpisah, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltim dr Nathaniel Tandirogang mengatakan, opsi mengetatkan pembatasan sosial ini adalah yang paling pas melawan penyebaran virus corona.

"Social distancing itu satu-satunya cara untuk menghadapi pandemi ini" kata Nathaniel. Selain menekan jumlah orang terinfeksi, juga membantu tenaga medis yang kewalahan karena membeludaknya pasien Covid-19. Semakin banyak interaksi, semakin besar pula risiko tertular dan menularkan. Padahal, untuk saat ini saja pemerintah masih kewalahan untuk memenuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD) tenaga medis. Tak terkecuali di Kaltim. Sampai PB IDI pun mengeluarkan peringatan enggan menangani Covid-19 jika APD untuk tenaga kesehatan tidak dijamin pemerintah.

Lanjut dia, saat ini kasus positif bukan hanya berasal dari mereka yang baru datang dari luar wilayah Kaltim. Namun, sudah terjadi pula transmisi lokal. Karena itu, kondisi di Kaltim saat ini mengharuskan benar-benar mesti dilakukan social distancing. (nyc/qi/lil/riz2/k16)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 03 Juni 2020 15:01

Haji 2020 Batal, Begini Prosedur Pengembalian Uang Setorannya

Kementerian Agama (Kemenag) telah memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan jemaah musim…

Rabu, 03 Juni 2020 14:54

LIHAT..!! Empat Terdakwa 41 Kg Sabu Divonis Mati

SAMARINDA–Pukulan palu majelis hakim yang dipimpin Burhanuddin bersama Hasrawati Yunus…

Rabu, 03 Juni 2020 14:23
Setelah Tim KPK Pelajari Kebiasaan Istri Nurhadi

Cuma Orang-Orang yang Kerja di Situ Yang Keluar Rumah

Di rumah tempat Nurhadi ditangkap, baru sejak bulan puasa lalu…

Rabu, 03 Juni 2020 13:17

Tak Kirim Jamaah Haji, Keputusan Bijak, Namun Tidak Ideal

JAKARTA– Kemenag memutuskan tidak mengirim jamaah haji tahun ini. Alasannya…

Rabu, 03 Juni 2020 10:00

2.565 Calon Jamaah Haji Kaltim Gagal ke Tanah Suci, Dipersilakan Ambil Uang Pelunasan

SAMARINDA – Sebanyak 2.565 orang calon jamaah haji dari Kaltim…

Rabu, 03 Juni 2020 10:00

Master Plan Penanganan Banjir Tak Relevan

SAMARINDA -Strategi untuk menangani banjir di Samarinda sebenarnya sudah ada…

Selasa, 02 Juni 2020 14:30

Soal Kewajiban Test Swab, Perusahaan Mengeluh, Hasil Laboratoriom Perlu Lima Hari

Tak ada pilihan bagi perusahaan selain mengikuti kebijakan wajib swab…

Selasa, 02 Juni 2020 14:29

Alihkan Rasa Sedih dengan Makan Bareng Perawat Ruangan Lain

Senin (1/6) jadi hari pertama bagi Anna kembali ke rumah.…

Selasa, 02 Juni 2020 14:27

Pengeluaran Membengkak, Cegah Kasus Covid-19 dari Luar Balikpapan

Tak ada pilihan bagi perusahaan selain mengikuti kebijakan wajib swab…

Selasa, 02 Juni 2020 11:53

Akhirnya, Ibadah Haji 2020 Ditiadakan

Akhirnya kepastian pelaksanaan ibadah haji tahun 2020 ini terjawab. Menteri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers