MANAGED BY:
MINGGU
31 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Selasa, 31 Maret 2020 14:48
Menunggu Solusi Sektor Pariwisata
Wisata susur sungai Mahakam. Pemerintah tengah mengkaji beberapa relaksasi yang akan diberikan kepada sektor pariwisata dan turunannya. Sebab sektor ini saat ini sedang terpukul akibat penyebaran virus corona (covid-19). Salah satunya penundaan atau pengurangan kewajiban pajak.

PROKAL.CO, SAMARINDA - Pemerintah tengah mengkaji beberapa relaksasi yang akan diberikan kepada sektor pariwisata dan turunannya. Sebab sektor ini saat ini sedang terpukul akibat penyebaran virus corona (covid-19). Salah satunya penundaan atau pengurangan kewajiban pajak.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Sri Wahyuni mengatakan, pembatasan kegiatan, penutupan tempat wisata dan tempat keramaian lainnya mengakibatkan terhambatnya pendapatan, mulai dari perdagangan UMKM hingga okupansi hotel. Terlebih Kementerian Pariwisata memutuskan menunda insentif untuk wisatawan mancanegara potensial di beberapa negara untuk masuk Indonesia dan menunda promosi pariwisata ke luar negeri.

“Kita sadar adanya penurunan di sektor ini. Makanya Kementerian Pariwisata sedang mengodok kebijakan terkait penundaan atau pengurangan kewajiban pajak bagi pelaku usaha pariwisata yang kontribusi dalam pajak asli daerah (PAD),” ujarnya.

Sri mengungkapkan kebijakan stay at home merupakan solusi terbaik pencegahan Covid-19. Namun dunia pariwisata akan terpukul. Penurunan sektor ini terjadi di mana-mana. Baik di Kaltim, nasional maupun global. “Situasi seperti ini mengharuskan kita mendukung kebijakan pemerintah untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Termasuk pelaku usaha,” terangnya.

Terpisah, Pengamat Ekonomi Kaltim Aji Sofyan Effendi mengatakan, semua sektor dirugikan penyebaran virus corona. Terutama pariwisata. Sebab, sektor ini mengandalkan kegiatan kunjungan manusia serta menawarkan produk oleh-oleh. Sehingga dengan adanya kebijakan pemerintah menutup seluruh tempat wisata yang melibatkan kegiatan massa, sektor pariwisata terancam lumpuh.

“Pariwisata butuh kedatangan banyak orang, butuh transaksi satu orang ke yang lainnya. Jika tidak ada itu sektor ini tidak memiliki pemasukan,” ungkapnya.

Aji menjelaskan, aturan tegas seperti pemerintah membatasi kegiatan perjalanan dari luar negeri berperan menurunkan kunjungan pariwisata Kaltim. Selain itu, beberapa negara lain yang menutup penerbangannya ke Indonesia juga menjadi salah satu alasan pariwisata Indonesia, khususnya Kaltim akan sangat mengalami kesulitan.

Namun, tambahnya, hal itu merupakan risiko yang pasti terjadi. Sebab pembatasan itu merupakan solusi untuk mencegah penyebaran Covid-19. Tempat pariwisata yang identik dengan bergumulnya banyak manusia memiliki peluang terjadi penularan virus corona sangat besar. Suka tidak suka, aturan itu memang wajib dilakukan.

“Keputusan tegas itu diperlukan agar penyebaran Covid-19 dapat ditekan. Sehingga wajar, sektor ini yang paling terpukul dan membutuhkan solusi,” pungkasnya. (ctr/ndu2/k18)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers