MANAGED BY:
SABTU
06 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Senin, 30 Maret 2020 14:35
Soal Karantina, Trump Masih Maju Mundur, Separo Korban Meninggal Eropa Ada di Italia
Pasien Corona di Italia.Otoritas di Italia kini superketat soal kebijakan karantina dan social distancing alias sistem menjaga jarak antarindividu. Kalau melanggar, pelaku bisa dikenai denda hingga 3 ribu euro (Rp 54 juta).

PROKAL.CO, ROMA- Penanggulangan persebaran virus korona di seluruh dunia kian ketat. Namun, tak semua negara berhasil. Italia terbukti paling tertekan akibat virus tersebut setelah melaporkan sekitar 10 ribu kematian karena Covid-19.

Kebijakan karantina yang diterapkan pemerintah Italia bukan main-main. Antonia Mortensen, warga Milan, menjadi saksi langsung. Saat itu dia berkendara dengan suaminya untuk menjenguk saudara di rumah sakit. Mereka sudah mengurus sertifikat khusus yang mengizinkan keluar pintu rumah. Namun, tetap saja mereka diberhentikan petugas kepolisian di tengah jalan. ’’Kami diberi tahu bahwa salah satu harus duduk di belakang,’’ ungkap Mortensen kepada CNN.

Otoritas di Italia kini superketat soal kebijakan karantina dan social distancing alias sistem menjaga jarak antarindividu. Kalau melanggar, pelaku bisa dikenai denda hingga 3 ribu euro (Rp 54 juta). Kebijakan tersebut diterapkan bertahap sejak enam minggu lalu. Harapannya, negara di Eropa itu bisa mengikuti jejak Tiongkok dan Korea Selatan (Korsel) untuk mengurangi kasus baru.

Namun, kebijakan pemerintahan Giuseppe Conte belum terbukti manjur. Sabtu lalu (28/3) mereka mengumumkan 889 kasus Covid-19 baru. Laporan itu menjadikan Italia negara pertama yang mempunyai korban jiwa pada bilangan empat digit. ’’Saat ini kita berada di momen kritis dalam sejarah Eropa. Saya mewakili negara yang menderita dan saya tak mau menunda-nunda,’’ ujar Conte kepada The Guardian.

Total kematian akibat virus korona di Benua Eropa sudah mencapai 20 ribu. Selain Italia, Spanyol, Prancis, dan Inggris juga harus kehilangan ribuan nyawa karena wabah tersebut. Namun, banyak pakar yang mengonfirmasi bahwa Italia-lah yang paling frustrasi.

Negara tersebut merupakan salah satu yang paling cepat memberikan respons. Meski begitu, saat ini total kasus Covid-19 sudah menembus 92 ribu. Mengalahkan sumber pandemi, Tiongkok. Meski begitu, masih kalah oleh AS.

Salah satu faktor yang mungkin menentukan adalah demografi. Italia merupakan negara dengan populasi lansia terbesar setelah Jepang. Menurut lembaga kesehatan Italia, rata-rata usia korban jiwa virus korona adalah 78 tahun.

Selain itu, kebijakan lockdown yang diterapkan Italia tak bisa seketat rezim Xi Jinping. Giorgio Palu, profesor virologi dan mikrobiologi di University of Padova, mengatakan bahwa karantina Italia tak seekstrem di Wuhan dan kota-kota Tiongkok lainnya.

’’Tapi, ini adalah tindakan terparah yang bisa dilakukan pemerintahan demokratis. Beberapa hak dasar warga seperti hak berkumpul sudah direnggut,’’ ujar mantan presiden European and Italian Society for Virology itu.

Di sisi lain, negara komunis seperti Tiongkok bisa menerapkan respons yang lebih keras. Hal tersebut membuat warga Wuhan akhirnya mulai diizinkan keluar rumah setelah lebih dari dua bulan. Kini Xi Jinping lebih berfokus memagari Tiongkok dari kasus-kasus Covid-19 yang datang dari luar negeri.

Pekan lalu otoritas Tiongkok memangkas penerbangan internasional. Setiap rute hanya diizinkan satu kali pergi pulang. Hal tersebut membuat kapasitas penerbangan internasional terpangkas 75 persen.

Tiongkok juga melarang kunjungan dari hampir semua warga asing. Termasuk yang sudah mempunyai izin tinggal. ’’Awalnya, kami kira mungkin lebih aman di luar negeri. Tapi, sekarang pikiran itu terbalik,’’ ungkap Han Li, warga Wuhan.

Sementara itu, pemerintah AS, tampaknya, belum menemukan kebijakan yang tepat untuk menangani Covid-19. Akhir pekan lalu Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Negara Bagian New York tak perlu melalui proses karantina. Padahal, beberapa saat sebelumnya, Trump mengatakan bahwa dirinya mempertimbangkan pemberlakuan lockdown di New York serta sebagian New Jersey dan Connecticut.

Saat ini ada 52 ribu kasus di New York. Artinya, pasien di negara bagian tersebut mencapai setengah dari total kasus nasional. Namun, rencana meniru tindakan Tiongkok langsung diprotes Gubernur New York Andrew Cuomo. ’’Jika kebijakan lebih ketat diberlakukan, kita akan menjadi Wuhan. Perdagangan dan bursa saham bakal jatuh,’’ ungkapnya kepada BBC.

Pada akhirnya, Trump hanya memberlakukan peringatan bepergian sesuai dengan rekomendasi Satgas Covid-19. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pun langsung menyebar imbauan tidak bepergian selama 14 hari tak lama setelah pernyataan Trump. (bil/c19/tom)

 

 

Persebaran Covid-19 di Dunia

(Per 29 Maret WIB)

 

Total Kematian: 30.003

Kematian Baru: 3.417

Total Kasus: 640.778

Kasus Baru: 68.734

 

10 Besar Negara Terdampak

Negara Total Kematian Kematian Baru Total Kasus

Italia 10.023 889 92.472

Spanyol 5.690 832 72.248

Tiongkok 3.295 3 81.394

Iran 2.517 139 35.408

Prancis 2.314 319 37.547

AS 1.891 453 115.547

Inggris 1.019 260 17.089

Belanda 659 93 9.762

Jerman 353 64 9.134

Belgia 325 72 48.582

 

Sumber: Agence France-Presse


BACA JUGA

Jumat, 05 Juni 2020 11:39

Penanganan Demo Pasca Kematian George Floyd, Militer Ikut Memprotes Trump

WASHINGTON– Kritik untuk Presiden AS Donald Trump terkait dengan penanganan…

Jumat, 05 Juni 2020 11:21

Gratiskan Pembalut agar Sekolah

WELLINGTON – ’’Akses atas produk sanitasi adalah kebutuhan, bukan kemewahan.’’…

Kamis, 04 Juni 2020 15:38

Pastikan Pria Bertato Indonesia WN AS

JAKARTA–  Ancaman Donald Trump menerjunkan militer menghadapi kerusuhan pasca kematian…

Rabu, 03 Juni 2020 13:59

Demonstrasi di Amerika Masih Mengkhawatirkan, Trump Ancam Kerahkan Militer

WASHINGTON– Datang sudah jawaban dari Donald Trump terkait kerusuhan pasca…

Rabu, 03 Juni 2020 13:38

Korban Covid-19 di India Terus Melesat

NEW DELHI– Pemerintah India dihadapkan situasi pelik. Mereka terus menerima…

Selasa, 02 Juni 2020 12:26

UU Keamanan Nasional Disetujui, Warga Berniat Tinggalkan Hong Kong

HONG KONG–Undang-Undang Keamanan Nasional untuk Hong Kong telah disetujui Kongres…

Selasa, 02 Juni 2020 11:57

Kesal Ketahuan Sembunyi di Bungker, Trump Lakukan Ini

Presiden Amerika Serikat Donald Trump merasa kesal lantaran ketahuan sempat…

Senin, 01 Juni 2020 23:27

Setelah Pesta, Pangeran Belgia Positif Covid-19

CORDOBA– Virus SARS-CoV-2 sampai ke lingkaran Kerajaan Belgia. Pangeran Joachim,…

Senin, 01 Juni 2020 23:24

Trump Pilih Urus Masalah Luar Negeri

PERHATIAN Presiden AS Donald Trump justru tak tertuju pada unjuk…

Senin, 01 Juni 2020 12:35

Mengharukan, Polisi Berlutut di Hadapan Demonstran

Aparat masih berusaha meredam kekacauan dari aksi protes yang terus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers