MANAGED BY:
MINGGU
07 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Senin, 30 Maret 2020 14:22
Pasar Tradisional Terapkan Belanja Online
Menyiasati social distancing demi memutus mata rantai virus corona, pedagang pasar tradisional melayani pembelian daring. Mulai sayur-mayur, bahan pokok hingga ikan dan daging segar.

PROKAL.CO, Menyiasati social distancing demi memutus mata rantai virus corona, pedagang pasar tradisional melayani pembelian daring. Mulai sayur-mayur, bahan pokok hingga ikan dan daging segar.

 

BALIKPAPAN - Situasi saat ini memaksa warga untuk semakin membatasi segala aktivitas di luar rumah. Tentu saja hal ini untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19. Pengalihan ke alternatif yang lebih memungkinkan. Pemesanan online mulai digalakkan.

Hal ini pun membuat pedagang pasar tradisional, mau tidak mau mengikuti pemanfaatan teknologi tersebut. Guna tetap menjaga pendapatan sehari-hari.

Salah satu yang menerapkan yakni pedagang Pasar Klandasan Balikpapan. Beberapa menawarkan pesan antar sayur, bahan kebutuhan pokok hingga ikan segar ke rumah konsumen.

Tak hanya itu, di pasar tersebut juga terdapat tandon untuk mencuci tangan bagi pengunjung yang keluar masuk pasar. Hal ini, sebagai bentuk peduli kebersihan pemerintah kota bagi fasilitas umum.

Rustam, salah satu pedagang sayur yang memanfaatkan jasa pemesanan online. Pemesanan dilakukan konsumen melalui akun pribadinya, baik WhatsApp, Instagram, maupun Facebook. Sistem ini ia gunakan sejak seminggu yang lalu.

“Kalau mengharapkan pembeli yang datang ke pasar itu sudah jarang. Makanya kami beralih ke online,” kata dia.

Ia menambahkan pesanan diantar langsung ke konsumen. Dengan tambahan biaya pengiriman. Jika pesanan sedang ramai, ia akan menggunakan jasa ojek atau kurir. Akan tetapi jika pesanan sedikit, Rustam sendiri yang akan mengantarkan barang tersebut.

Meski tampak lebih praktis, dirinya mengaku mengalami beberapa kendala. Seperti, alamat konsumen yang terlalu jauh. Pernah suatu kali, ia harus mengantarkan pesanan bahkan sampai ke wilayah Manggar.

Selain itu, kesulitan akan permintaan barang. Yang mana dibanding transaksi langsung, pembelian melalui online lebih menimbulkan banyak pertanyaan. Hal ini dikarenakan, ia takut apabila jumlah atau jenis barang yang diminta tidak sesuai pesanan. Sehingga membuatnya harus memberikan pertanyaan yang lebih detail.

Terkait pendapatan pun dirinya berkata transaksi secara langsung lebih menguntungkan. Biasanya konsumen akan membeli dalam jumlah lebih banyak. Tidak seperti saat pesan online yang kuantitasnya lebih sedikit.

Mengacu pada hal itu, ia pun tetap memilih sistem jual-beli secara langsung. “Semoga wabah ini cepat hilang. Kalau seperti ini terus kami kesusahan,” harapnya.

Lain halnya dengan Ambar. Dirinya yang memiliki kios daging berkata tak ikut beralih ke sistem pesan online. Ia hanya melakukan transaksi melalui WhatsApp bagi pelanggan saja. Untuk konsumen lain, akan datang sendiri untuk membeli atau menggunakan jasa ojek online.

Meski begitu, ia mengaku tak mengalami penurunan pendapatan. Malah konsumen yang datang langsung, akan membeli daging dua kali lebih banyak dari biasanya.

“Jadi untuk konsumsi rumah tangga malah meningkat. Karena untuk persediaannya kan,” ujar dia.

Ambar berkata para pembeli yang datang ini biasanya tidak ingin berlama-lama. Yang tentu saja menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan.

Akan tetapi, konsumen yang juga pemilik warung makan mulai berkurang. Bahkan ada yang tidak memesan barang lagi. Sehingga bukannya meningkat, pendapatan Ambar tetap sama seperti sebelumnya. (*/okt/ms/k18)


BACA JUGA

Selasa, 07 Agustus 2012 12:14

Uang Sewa Perpanjang “Napas” Gedung Sandisa

<div> <div class="facebook" style="text-align: justify;"> <em>Pemkab…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers