MANAGED BY:
MINGGU
07 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Senin, 30 Maret 2020 12:27
Jika Jumlah Covid-19 Meningkat, IHSG Bisa Tertekan
ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA – Analis pasar modal Hans Kwee menilai indeks harga saham gabungan (IHSG) akan dibuka dengan terkoreksi hari ini. Situasi pasar yang masih fluktuatif cukup tinggi akibat peningkatan penderita Covid-19 di beberapa negara menjadi faktor penyebabnya.

”Awal pekan kami perkirakan IHSG akan terkoreksi terlebih dahulu setelah naik banyak pada Kamis (26/3) dan Jumat (27/3),” ucap Hans kemarin. Menurut dia, IHSG berpeluang kembali melemah dengan support pada level 4.100 sampai 3.911. Serta, resistance pada level 4.697 sampai 4.937.

Dia menekankan, pelaku pasar harus rasional. Karena pasar kemungkinan akan mengalami fluktuasi cukup tinggi. Akibat, penderita Covid-19 yang meningkat cukup tinggi di beberapa negara maju. Seperti Amerika Serikat yang tercatat 123.781 kasus positif Covid-19.

Begitu pula, Indonesia sudah mencatatkan 1.285 kasus Covid-19. Dari jumlah tersebut 64 kasus dinyatakan sembuh dan 114 kasus berakhir kematian. Jika jumlah tersebut terus bertambah, serta pemerintah melakukan lockdown tentu akan memukul perekonomian.

Meski demikian, Hans menilai masih banyak saham yang memiliki valuasi menarik. ”Oleh sebab itu ketika terjadi koreksi di pasar dapat kembali dilakukan akumulasi beli,” ujar Direktur Anugerah Mega Investama itu.

Sementara itu, ekonom Bank Permata Josua Pardede menuturkan, seandainya wabah Covid-19 semakin memburuk dan memaksa pemerintah melakukan lockdown menyeluruh, tentu akan berdampak signifikan terhadap perekonomian dalam jangka pendek. Khususnya pada kuartal I tahun 2020.

”Meski demikian, dengan lockdown penanganan Covid-19 lebih cepat, dampak negatif terhadap perekonomian tidak berkepanjangan,” kata Josua.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu pertimbangan lain untuk melakukan lockdown agar tidak memberikan kepanikan di masyarakat. Selain data rasio kematian dan suspek, juga perlu mempertimbangkan efek psikologis dari keputusan lockdown tersebut. (han)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers