MANAGED BY:
SABTU
06 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Minggu, 29 Maret 2020 13:28
Pereng Taliq, Daerah Penyangga IKN yang Masih Terbelakang (2)
Setengah Hati Terima IKN, Minta Hutan Tetap Terjaga
Pegunungan Meratus menjadi bagian tak terpisahkan Kampung Pereng Taliq, Kecamatan Bongan, Kutai Barat. Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memindahkan ibu kota dirasa mengancam kelestarian hutan tempat mereka menggantungkan hidup.

PROKAL.CO, Pegunungan Meratus menjadi bagian tak terpisahkan Kampung Pereng Taliq, Kecamatan Bongan, Kutai Barat. Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memindahkan ibu kota dirasa mengancam kelestarian hutan tempat mereka menggantungkan hidup.

 

EDWIN AGUSTYAN, Bongan

 

TUMPUKAN rotan selesai dikemas. Perbekalan pun sudah disiapkan. Bersama ayahnya, Kosong --kepala adat Pereng Taliq-- mulai memasuki hutan. Selama sepekan mereka melangkahkan kaki di jalan setapak kaki Pegunungan Meratus.

Hutan yang dilalui jenis hujan tropis dengan pepohonan yang tumbuh rapat dan menjulang tinggi. Mereka juga mesti waspada terhadap hewan buas, seperti beruang. Perjalanan itu harus dilakukan. Stok bumbu dapur dan perlengkapan masak sudah mulai menipis. Mereka harus berbelanja. Tempat terdekat adalah Penajam. Ada pula yang ke Muara Teweh (Kalimantan Tengah), dan Toyu (wilayah Paser).

Menetap di Pereng Taliq, Kosong dan warga lainnya memang harus lebih berkeringat jika ingin berbelanja. Mereka tidak punya pilihan akses jalan lain. Menjual rotan dan sirap. Lalu membeli garam, minyak goreng, hingga bumbu penyedap.

Lambat laun perjalanan sedikit terbantu. Mereka mulai membuat rakit dan perahu. Dengan mendayung warga menuju hulu Sungai Nungan. Dilanjutkan jalan kaki. Perjalanan bisa lebih hemat dua hari.

Rutinitas menyusuri hutan Pegunungan Meratus itu dilakukan setelah mereka mulai mengkonsumsi penganan lain, selain nasi, sagu, dan singkong. Tidak ada aktivitas ngeteh atau ngopi sembari menikmati senja ala anak indie. Hanya air putih.

“Dulu tidak ada jalan menuju Barong (Tongkok) atau desa lain di wilayah Kubar. Kami harus ke Penajam,” kata Kosong, saat ditemui pekan lalu di Kantor Kepala Desa Pereng Taliq.

Saya mengunjungi Pereng Taliq bersama 17 anggota Mapala Cadas.Com STT Migas Balikpapan yang melakukan Ekspedisi Beratus. Pereng Taliq jadi salah satu yang kami teliti. Selain juga pendakian ke Gunung Beratus. Penelitian berlangsung sepuluh hari. Saya bergabung pada hari keempat.

Ketua Adat Kampung Pereng Taliq itu menuturkan bahwa kawasan Pegunungan Meratus sejak awal menjadi sandaran untuk kehidupan sehari. Bukan hanya untuk tinggal. Selain mencari hasil hutan, mereka juga kerap berburu, berladang, dan berkebun. Saat zaman penjajahan pegunungan itu dijadikan tempat untuk bersembunyi dari kejaran musuh.

Beberapa tempat disakralkan. Mereka yakin bahwa Gunung Beratus, salah satu puncak Pegunungan Meratus, adalah tembok. Warga menyebut gunung itu sebagai Tundan Nungan

Di Pereng Taliq, berkembang cerita turun-temurun tentang terbentuknya Gunung Beratus. Di mana gunung itu terbentuk setelah dua leluhur suku Dayak Basap Meratus, Ayus, dan Silu, terlibat pertengkaran. Ayus berusaha menahan serangan saudaranya dengan menopang tanah. Topangan itulah yang menjadi Gunung Beratus.

Ketergantungan kepada pegunungan itu juga yang membuat mereka setengah hati menerima kepindahan ibu kota negara (IKN). Mengingat letak IKN dengan Pereng Taliq berdekatan.

Kampung yang dihuni 103 kepala keluarga dan 223 jiwa itu masuk daerah penyangga IKN. Dari Menara Sudarmono di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) tempat Presiden Jokowi memantau IKN, Pereng Taliq hanya berjarak 20 kilometer jika ditarik garis lurus.

Warga takut kepindahan itu membuat tempat yang menyediakan berbagai keperluan mereka rusak. Julvan, salah seorang tokoh masyarakat, mengungkapkan pada 2010 Pereng Taliq pernah dilanda banjir hebat. “Saya takut hutan di hulu sungai dibabat, mengakibatkan desa yang berada di hilir lebih mudah banjir lagi,” terangnya.

Di samping itu, dia juga mengeluhkan minimnya sosialisasi tentang IKN. Yang mereka tahu hanya Pereng Taliq masuk daerah penyangga.

Bagi Kokor, istri Kosong, warga sudah tenang dengan sokongan alam Pegunungan Meratus. Baginya, tetap menjadi orang desa lebih bahagia. “Lebih baik keadaannya begini tapi alam terjaga. Daripada ada ibu kota tapi merusak. Efek buruknya juga bagi pergaulan,” tutur imam masjid Pereng Taliq itu.

Hal yang sama disampaikan Musni (56), staf lembaga adat Kampung Pereng Taliq. Ketergantungan kepada hutan masih sangat tinggi. Di sisi lain, mereka juga tidak bisa berbuat banyak. Mengingat sudah perpindangan IKN sudah menjadi keputusan pemerintah.

“Semua yang pemerintah lakukan harus memperhatikan keadaan dan perasaan masyarakat. Tetapi kami juga tidak bisa membantah keputusan pemerintah. Tapi, keinginan saya yang paling adalah tetap seperti ini saja. Masyarakat masih membutuhkan hutan untuk hidup,” ujarnya.

Kepala Kampung Pereng Taliq Agus Salim ingin agar warganya tidak menjadi penonton saat IKN benar-benar pindah. Sejumlah hal disiapkan. Termasuk memaksimalkan potensi Gunung Beratus.

Menurutnya, jika dikelola dengan baik, Gunung Beratus bisa menyumbang pundi rupiah dari para pendaki. Dia mengusulkan agar setiap pendakian mesti lewat Kampung Pereng Taliq. “Jadi perekonomian kampung juga kena dampaknya. Pengunjung berbelanja di sini. Seperti mahasiswa-mahasiswa ini (menunjuk anggota Mapala Cadas.Com),” ungkapnya, di hadapan penduduk saat acara pemutaran film dan pentas Tari Bawon dan Kahyangan.

Dia juga meminta agar warga mengurus surat tanah. Sehingga tidak terjadi tumpang tindih. Itu juga penting mengingat Pereng Taliq diprediksi bakal kedatangan sejumlah investor. “Jangan lagi batas tanah berpatokan pohon. Urus sertifikatnya. Saya akan membantu. Hubungi saya jika ada pihak yang menghambat,” jelasnya.

Sebagai daerah penyangga, kata Agus, ke depan wilayahnya akan berdiri hotel dan perumahan mewah. Jika warga tetap acuh, maka hanya akan sebagai pelengkap. “Persiapkan diri sejak sekarang. Anak-anak harus sekolah. Sekarang saja untuk mencari perangkat desa susah, karena jarang yang lulusan SMA,” katanya. (rom/k18)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 06 Juni 2020 12:42

Meski Diterpa Badai, Perluasan Kilang Balikpapan Tetap Jalan

BALIKPAPAN–Meski sektor hulu dan hilir migas sedang diterpa badai, PT…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:41

Garuda Rencana Naikkan Harga Tiket

BALIKPAPAN–PT Garuda Indonesia berencana menaikkan harga tiket pesawat jika kebijakan…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:36

Sudah 316 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kaltim

SAMARINDA–Kasus Covid-19 di Kaltim memasuki hari-79, Kamis (4/6), sejak pertama…

Jumat, 05 Juni 2020 13:47
Yang Penuh Sejarah, Yang Berbiaya Mahal, ”Bersatu” dalam Kesuraman (1)

Seandainya Yang Rp 200 Miliar Itu Cair pun Tak Cukup Lagi

Di saat Stadion Andi Mattalatta menjadi ”kebun sayur”, satu per…

Jumat, 05 Juni 2020 13:45
Dari Diskusi Virtual Banjir Samarinda

Hajar Sama-Sama Banjir di Samarinda, Mulai dari Superteam sampai Bangun Polder

SAMARINDA-Kaltim Post kembali menggelar diskusi virtual kemarin (4/6). Kali ini…

Jumat, 05 Juni 2020 13:43
Mulai Pertengahan Juni Lewat Tol Balsam Berbayar

Tarif Tol Balikpapan-Samarinda Lebih Mahal dari Usulan Awal

BALIKPAPAN–Mulai 14 Juni, Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) ruas Samboja-Samarinda tak lagi…

Kamis, 04 Juni 2020 15:48

Dana Haji Tidak Boleh Dialihfungsikan, Uang Pelunasan Tak Ditarik, Bakal Dikelola BPKH

JAKARTA – Pengelolaan dana haji menjadi isu sensitif setelah Kementerian…

Kamis, 04 Juni 2020 15:29

Ibadah Haji Batal, Travel Minta Kepastian

BALIKPAPAN-Dibatalkannya pemberangkatan haji tahun ini membuat efek terhadap agen perjalanan…

Kamis, 04 Juni 2020 15:28

Rumah Ibadah Kesulitan Sediakan Pemindai Suhu Tubuh

BALIKPAPAN–Belum semua masjid di Kota Minyak mengajukan pengurusan izin pembukaan…

Kamis, 04 Juni 2020 15:28

Begini Pengalaman Warga Kaltim Bepergian via Udara di Tengah Pandemi

Edaran Wali Kota Balikpapan untuk calon penumpang pesawat tujuan Balikpapan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers