MANAGED BY:
MINGGU
07 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Minggu, 29 Maret 2020 13:25
Satu Keluarga di Balikpapan Positif Corona

Bertambah Enam Kasus, Kota Minyak Tak Ada Rencana Lockdown

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi ikut rapid test.

PROKAL.CO, Balikpapan masih jadi daerah penyumbang pasien positif Covid-19. Hingga kemarin tercatat 12 orang berasal dari Kota Minyak. Ada enam tambahan baru dari kota itu.

 

SAMARINDA-Jumlah positif Covid-19 di Kaltim bertambah enam orang kemarin (28/3). Dengan begitu, totalnya kini menjadi 17 orang yang positif. Enam kasus baru itu berasal dari Balikpapan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim Andi M Ishak mengatakan, dari pasien yang sudah terkonfirmasi positif, tiga di antaranya merupakan satu keluarga. Lalu ada salah seorang warga Banjarmasin yang hendak mengikuti pertemuan ulama (Ijtima Dunia) 2020 Zona Asia di Gowa, Sulawesi Selatan.

Andi menuturkan, enam orang positif di Kaltim yang terkonfirmasi kemarin, semuanya berada di Kota Minyak. Pasien positif itu merupakan hasil contact tracing dengan pasien positif sebelumnya di Kaltim. Kecuali, pasien positif yang berasal dari Ijtima Dunia 2020 di Gowa.

“Pada pasien positif yang terkonfirmasi di Balikpapan, selanjutnya disebut BPN 07, adalah laki-laki berusia 49 tahun. Hasil tracing kontak dengan pasien BPN 02 yang sebelumnya bepergian ke Jepang. Pasien BPN 07 merupakan suami BPN 02,” jelas Andi. Tidak hanya keduanya, anak laki-laki mereka yang berusia 17 tahun, juga positif. Si anak disebut BPN 08. Dengan begitu, satu keluarga positif Covid-19.

Lalu, jumlah Klaster Sinode Bogor juga bertambah. Tambahan pertama adalah BPN 09 yang merupakan perempuan 50 tahun, yang juga mengikuti pertemuan tersebut. Sehingga, total pasien positif dari Klaster Sinode Bogor ada tiga.

Setelah dua pasien yang berasal dari Kutim atau disebut KTM 01 dan KTM 02 yang dikonfirmasi positif sebelumnya. Selain itu, dari klaster itu pula, sebelumnya ada 14 orang di Balikpapan yang dikarantina.

Kemudian, pasien selanjutnya yang disebut BPN 10, adalah laki-laki berusia 60 tahun. “Dia adalah warga Banjarmasin yang hendak mengikuti Ijtima Dunia di Gowa. Yang bersangkutan pulang, dan singgah di Balikpapan. Pada 21 Maret, yang bersangkutan sakit dan dirawat di RSUD Kanujoso Djatiwibowo,” jelas Andi.

Tak sedikit warga Kaltim, khususnya tokoh agama yang berangkat ke Gowa, kala itu. Pihaknya pun saat ini tengah bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk melakukan pendataan warga yang ke sana.

Pihaknya sudah mendapat manifest penerbangan dan laut. Info itu sudah diteruskan ke Dinas Kesehatan kota/kabupaten masing-masing yang warganya ikut. “Tetapi, memang agak kesusahan tracing. Karena berkaitan dengan kejujuran. Maka, kami mengimbau kalau ada warga yang ikut, mohon melapor,” sambungnya.

Upaya itu untuk mendeteksi dan antisipasi penularan sesama anggota. Dia berharap para tokoh agama bisa memberi informasi sebanyak-banyaknya.

Selanjutnya, pasien BPN 11 adalah perempuan 53 tahun. Pasien itu adalah hasil dari tracing Klaster Bogor. Pasien itu bertemu dengan salah seorang dari Klaster Bogor dan bertemu 14 orang yang dikarantina. Sedangkan, BPN 12 adalah suami BPN 11 yang berusia 57 tahun. Riwayat BPN 12 juga sebelumnya bertemu dengan yang dikarantina di Balikpapan.

Kemarin (28/3), jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kaltim mencapai 2.339 orang. Sekitar 106 baru dan 705 selesai pemantauan, serta 1.634 masih proses pemantauan. Sedangkan, pasien dalam pengawasan (PDP) kemarin bertambah 11 orang terdiri dari enam Balikpapan dan lima di Kutim. Sehingga, hingga kemarin ada 81 PDP. Ada 39 orang yang dinyatakan negatif, 17 positif, dan 25 masih menunggu hasil.

Kemarin, pasien negatif bertambah tujuh orang. Dengan perincian satu orang di Berau yang berasal dari Klaster KPU. Kemudian dua orang yang terdiri dari satu Klaster KPU dan satu lagi memiliki riwayat ke Jakarta.

Lalu dari Kutai Barat satu orang yang punya riwayat ke Jakarta. Selanjutnya, satu dari Samarinda yang sebelumnya kontak erat dengan pasien positif KKR 1. Terakhir, dua orang dari Kukar, salah satunya punya riwayat ke Jakarta dan satu lagi punya riwayat kontak erat dengan pasien yang sakit batuk, pilek, dan sesak napas.

Hingga kemarin, belum ada pasien positif yang sembuh di Kaltim. Pasien terkonfirmasi pertama di Kaltim, yakni SMR 1 pun masih positif. Meski, kondisi yang bersangkutan disebut Andi sudah stabil. “Pasien itu dinyatakan sembuh kalau dua kali tes terakhir hasilnya negatif,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menuturkan, saat ini pihaknya masih mendata atau tracing berapa orang yang ikut kegiatan di Gowa, namun sekarang masih berada di Balikpapan. Itu termasuk orang dalam pemantauan (ODP) dan akan menjadi sasaran rapid test.

Rizal menuturkan kabar lain yang dilaporkan, yakni hasil laboratorium mengatakan negatif Covid-19 di Balikpapan sebanyak 40 orang. “Jadi, saya mohon kepada warga untuk tidak panik, tapi tetap waspada diri,” sarannya saat jumpa pers di Balai Kota Balikpapan kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty mengungkapkan, semua pasien positif itu sudah berada di rumah sakit. Mereka dirawat dengan kondisi baik dan berada di ruang isolasi. Dia menyebut, total 12 semua kasus saling berhubungan.

“Ini membuktikan kontak dekat sangat berpengaruh pada kejadian. Kami anjurkan untuk selalu jaga jarak, cuci tangan, dan kebersihan diri,” bebernya. Pihaknya ingin mencegah jangan sampai ada transmisi lokal atau Klaster Balikpapan. Semua kasus itu terbukti masih dari luar Balikpapan.

Sementara untuk status ODP, teranyar jumlahnya mencapai 1.276 orang. Adapun mereka yang telah selesai observasi sebanyak 146 orang. Sehingga sisa ODP yang perlu menjalani observasi sebesar 1.130 orang. Pihaknya berpesan kepada masyarakat yang berstatus ODP agar betul-betul isolasi di rumah. “Nanti puskesmas akan memantau baik bersifat kunjungan atau telepon. Tapi tetap perlu kedisiplinan pribadi untuk isolasi,” bebernya.

SIAGA CORONA

Kemarin, Rizal Effendi menuturkan terdapat tiga kelurahan yang menyatakan siaga Covid-19. Yakni Kelurahan Lamaru, Kelurahan Gunung Bahagia, dan Kelurahan Muara Rapak.

Namun, untuk rencana status lockdown yang beredar berapa hari terakhir, Pemkot Balikpapan menegaskan belum ada pembahasan soal kebijakan tersebut. Rizal mengatakan, hingga kini dia belum mengetahui rencana lockdown yang dimaksud tersebut. Apalagi sesuai instruksi presiden untuk lockdown merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“Saya belum dapat penjelasan dari DPRD Balikpapan, apa betul mengatakan (lockdown) atau ada kesalahan penafsiran,” ungkapnya. Menurutnya, jika perlu ada kebijakan baru penanganan Covid-19 seiring peningkatan kasus, pihaknya tetap perlu koordinasi dengan gubernur hingga pemerintah pusat.

“Saya harap warga jangan ada yang mudik atau ke luar daerah. Kemudian menjaga jarak saat kontak dengan orang lain,” pesannya. Sementara ini, ODP masih berada di rumah masing-masing. Namun, pihaknya masih seleksi kalau ada ODP yang tingkatnya tinggi harus isolasi bersama dan rapid test.

Diketahui, dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, lockdown bisa disebut sebagai karantina kewilayahan. Artinya membatasi perpindahan orang, membatasi kerumunan orang, dan membatasi gerakan orang demi keselamatan bersama. Namun dengan catatan, akses pendistribusian keperluan pokok tidak boleh ditutup bila karantina kewilayahan itu diterapkan daerah. (nyc/gel/rom/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 06 Juni 2020 19:59

Tujuh Pasien di Samarinda Sembuh Covid-19, Tengok Terapi yang Dilakukan Tim Medis

SAMARINDA - Penambahan kasus sembuh covid-19 di Kalimantan Timur pada…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:51
Tarif Tol Balsam, DPRD-Apindo Soroti Kontribusi APBD

Tarif Tol Dianggap Kemahalan, Ini Jawaban Mereka...

BALIKPAPAN–Perlu waktu enam bulan bagi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:42

Meski Diterpa "Badai", Perluasan Kilang Balikpapan Tetap Jalan

BALIKPAPAN–Meski sektor hulu dan hilir migas sedang diterpa badai, PT…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:41

Garuda Rencana Naikkan Harga Tiket

BALIKPAPAN–PT Garuda Indonesia berencana menaikkan harga tiket pesawat jika kebijakan…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:36

Sudah 316 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kaltim

SAMARINDA–Kasus Covid-19 di Kaltim memasuki hari-79, Kamis (4/6), sejak pertama…

Jumat, 05 Juni 2020 13:47
Yang Penuh Sejarah, Yang Berbiaya Mahal, ”Bersatu” dalam Kesuraman (1)

Seandainya Yang Rp 200 Miliar Itu Cair pun Tak Cukup Lagi

Di saat Stadion Andi Mattalatta menjadi ”kebun sayur”, satu per…

Jumat, 05 Juni 2020 13:45
Dari Diskusi Virtual Banjir Samarinda

Hajar Sama-Sama Banjir di Samarinda, Mulai dari Superteam sampai Bangun Polder

SAMARINDA-Kaltim Post kembali menggelar diskusi virtual kemarin (4/6). Kali ini…

Jumat, 05 Juni 2020 13:43
Mulai Pertengahan Juni Lewat Tol Balsam Berbayar

Tarif Tol Balikpapan-Samarinda Lebih Mahal dari Usulan Awal

BALIKPAPAN–Mulai 14 Juni, Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) ruas Samboja-Samarinda tak lagi…

Kamis, 04 Juni 2020 15:48

Dana Haji Tidak Boleh Dialihfungsikan, Uang Pelunasan Tak Ditarik, Bakal Dikelola BPKH

JAKARTA – Pengelolaan dana haji menjadi isu sensitif setelah Kementerian…

Kamis, 04 Juni 2020 15:29

Ibadah Haji Batal, Travel Minta Kepastian

BALIKPAPAN-Dibatalkannya pemberangkatan haji tahun ini membuat efek terhadap agen perjalanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers