MANAGED BY:
MINGGU
07 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Minggu, 29 Maret 2020 12:35
Cerita Dokter M. Budi Hidayat yang Sembuh dari Covid-19

Manajemen Stres Jadi Salah Satu Obat Mujarab

dr M Budi Hidayat

PROKAL.CO, Menjalani perawatan di ruang isolasi selama 12 hari di RS Universitas Airlangga, dr M. Budi Hidayat akhirnya dinyatakan negatif. Tidak ada obat khusus yang dikonsumsi. Dia lebih banyak minum vitamin dan suplemen daya tahan tubuh.

 

GALIH ADI PRASETYO, Surabaya, Jawa Pos

COVID-19 menyerang tanpa pandang bulu. Salah satu yang paling rentan terserang adalah para tenaga kesehatan (nakes). Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Surabaya dr M. Budi Hidayat mengalaminya.

Budi ingat betul timeline dirinya terpapar penyakit yang belum ada obatnya itu. ”Saya mulai merasa pada Jumat, 13 Maret,” katanya dalam wawancara melalui video call (27/3). Dia merasakan demam. Tubuhnya mendadak lunglai. Tenaganya menghilang begitu saja. Padahal, sehari sebelumnya dia masih merasa sehat dan energik.

Tenggorokannya juga terasa sakit. Dibuat menelan sedikit saja, terasa ada yang mengganjal. Tidak nyaman. Dia sudah curiga kena virus SARS-CoV-2, tapi belum yakin. Sebab, gejala itu tidak disertai dengan batuk atau flu. Gejala yang diidentikkan dengan virus korona.

Meski belum yakin, dia tidak bertindak abai. Dia langsung mengonsumsi vitamin dan antibiotik. ”Sayangnya, tidak ada perubahan. Hasilnya masih sama,” katanya. Meski belum mengalami semua gejala yang biasa ditunjukkan pasien positif Covid-19, Budi semakin khawatir. Pekerjaan yang dilakoni memang membuat dia berisiko tinggi terserang Covid-19. Dia biasa berkeliling dari pintu bandara hingga pelabuhan. Budi memantau langsung kondisi di lapangan. Termasuk, berinteraksi dengan para penumpang dari berbagai penerbangan luar negeri. ”Sepanjang itu tidak ada penumpang yang menunjukkan kondisi sakit,” paparnya.

Karena tak kunjung sembuh, Budi memutuskan untuk memeriksakan diri ke RS Universitas Airlangga pada Minggu (15/3). Hasil observasi itu, dia dinyatakan positif Covid-19. Tindakan isolasi segera dilakukan. Budi dirawat sambil menunggu hasil observasi lanjutan dari tes swab.

Meski dinyatakan positif, Budi menyebut foto rontgen paru-parunya bersih. Tidak ada flek. ”Bisa jadi saya terjangkit saat bertugas. Mungkin kondisi saya saat itu tidak fit. Sehingga imun tubuh turun,” ujar pria 49 tahun tersebut.

Sejak awal Budi tahu betapa cepat penularan Covid-19. Karena itu, dia menjalani pemeriksaan di RS sendiri. Hanya diantar sopir. Keluarga di rumah cemas menunggu kabar darinya.  Begitu hasil swab keluar dan dia kembali dinyatakan positif, keluarga langsung diminta untuk menjalani tes. Begitu pula dengan para staf yang pernah berinteraksi dengannya. ”Bersyukur saya, semua hasilnya negatif. Tidak ada yang terjangkit,” ujarnya.

Selama diisolasi di RSUA, tak banyak yang Budi lakukan di kamar. Hanya ada TV yang menurut dia bisa menjadi penghibur di kala bosan. ”Ada dispensernya juga, buat bikin minuman,” paparnya. Tak ada keluarga yang boleh menjenguk. Hari-hari Budi diisi dengan lebih banyak ibadah. Dia juga rajin berkomunikasi lewat telepon atau video call dengan keluarga sebagai penawar rindu.

Soal makan, menu lengkap bergizi tersedia untuknya. Tiga kali sehari. Namun, makan makanan rumah sakit tiap hari tentu sedikit membuat bosan. Kalau sudah begitu, Budi jadi kangen dengan nasi padang. ”Pasti kangen dengan makanan luar. Biasanya, keluarga juga ngirimi, ya nasi padang dan nasi bungkus,” paparnya.

Dokter memang tidak memberikan pantangan makan apa pun untuknya. Apa yang dia suka boleh dikonsumsi. ”Enak gitu, pedes-pedes. Menjaga daya tahan tubuh kan harus enjoy dan kenyang,” katanya.  Selama menjalani isolasi, tak ada obat khusus yang diberikan kepadanya. Paling hanya vitamin dan suplemen penambah daya tahan tubuh. ”Paling penting ya jangan stres. Selebihnya, pasrah sama Tuhan,” ungkap pria kelahiran Jakarta itu.

Menurut dia, salah satu komponen terpenting pada masa-masa sulit itu adalah manajemen stres. Hal itulah yang sangat menentukan apakah tubuh kita kuat atau tidak. Apalagi, tubuh mampu membentuk imun sendiri.

Bagi pasien lain, Budi mengingatkan betul agar melakukan manajemen stres. Penuhi gizi dan vitamin sebagai perisai untuk tubuh agar selalu sehat. ”Buktinya, orang sehat pun tetap bisa membawa virus tersebut,” paparnya.

Selama proses isolasi, Budi rutin dipantau dengan pemeriksaan swab. Setelah tiga kali pemeriksaan terakhir, dia berturut-turut dinyatakan negatif Kamis lalu (26/3). Dia diizinkan pulang.  Bagi pasien Covid-19, papar Budi, peran tenaga medis juga menjadi kunci untuk bisa sembuh. Hal itu dialami sendiri oleh Budi. Tenaga medis layaknya keluarga kedua. Mereka yang memberikan semangat. ”Dokter dan perawatnya baik-baik banget,” ucap dia.

Budi mengingatkan betul agar masyarakat tidak meremehkan kondisi persebaran Covid-19 saat ini. Kurangi aktivitas di luar rumah, kurangi risiko kontak dengan orang banyak. Dengan begitu, risiko penularan bisa dikurangi. Kini dia sudah berada di rumah, berkumpul lagi dengan keluarga. Pemantauan masih terus dilakukan hingga dua minggu ke depan. Budi mematuhi masa itu dengan tetap berada di rumah. (*/c11/ayi)


BACA JUGA

Minggu, 26 Januari 2020 11:05

Lebih Dekat dengan Aktivis Lingkungan Muda Aeshina Azzahra Aqilani

Terlahir dari orang tua yang merupakan pejuang lingkungan memunculkan kepedulian…

Senin, 20 Januari 2020 14:19
Menikmati Family Fun Rally Sambut Kejuaraan Provinsi Kaltim 2020

Memperkuat Pariwisata, Ingin Lebih Banyak Orang Datang ke Balikpapan

Family Fun Rally 2020 gelaran Kaltim Post berakhir meriah, Ahad…

Kamis, 16 Januari 2020 16:10

Cerita Mengharukan, Kembar Identik yang Terpisah 16 Tahun Akhirnya Bertemu

Kisah hidup dua remaja kembar ini begitu mengharukan. Enam belas…

Rabu, 15 Januari 2020 13:45
Keraton Baru ”Calon Pemersatu Dunia”, Nasibmu Kini...

Nasib Keraton Agung Sejagat, "Keraton" Disegel Pemkab, Sang Raja dan Ratu Ditangkap Polisi

Keraton Agung Sejagat boleh menyebut diri sebagai pendamai bumi, pemulih…

Selasa, 14 Januari 2020 14:39

Inovator Semen Geo Fast Sotya Astuningsih, Pakai Limbah Smelter, 5 Jam Sudah Kuat

Semen biasa butuh waktu 28 hari untuk bisa kuat optimal.…

Jumat, 27 Desember 2019 00:24
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (4-habis)

Warisan Tiongkok-Thailand hingga Surga Belanja Tepi Sungai

Sungai Chao Phraya adalah nadi kehidupan dan transportasi di Bangkok.…

Jumat, 27 Desember 2019 00:21
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (3)

Berpose di Puncak Tertinggi, Selfie dengan 75 Tokoh Sedunia

PIngin berjalan di atas kaca dari tinggi 314 meter? Menyaksikan…

Jumat, 27 Desember 2019 00:19
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (2)

Balet Atas Air dan Habiskan Malam bersama Waria

Informasi umum jika Thailand populer dengan waria atau lady boys…

Jumat, 27 Desember 2019 00:16
Wisata Baru Negeri Gajah Putih (1)

Taman Terluas Se-Asia Tenggara hingga Lukisan Bergerak

Pattaya dikenal sebagai kota wisata dengan hiburan malam tiada henti.…

Kamis, 26 Desember 2019 11:34

Kiprah Bripka Riko Rizki Masri dan FKPM Teman Hati

Membantu sesama tak perlu menunggu punya jabatan tinggi atau uang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers