MANAGED BY:
SABTU
06 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Minggu, 29 Maret 2020 11:50
Raih Profit Saat Wabah Covid-19, Tiongkok Banjir Order Masker, Korsel Ekspor Alat Uji
ilustrasi

PROKAL.CO, BEIJING - ’’Mesin pembuat masker adalah pencetak uang.’’ Kalimat itu terlontar dari mulut Shi Xinghui. Dia adalah manager penjualan di perusahaan mesin pembuat masker N95 di Provinsi Guangdong, Tiongkok. Belakangan ini perusahaannya mengalami lonjakan permintaan karena ribuan pabrik pembuat masker lahir di tengah wabah Covid-19.

Platform data Tianyancha mengungkapkan bahwa selama dua bulan pertama tahun ini ada setidaknya 8.950 perusahaan baru di Tiongkok yang memproduksi masker. Perusahaan-perusahaan itu muncul untuk memenuhi kebutuhan karena wabah virus korona di negara tersebut.

Ketika perintah Tiongkok menerapkan lockdown di hampir seluruh wilayah Provinsi Hubei, wabah Covid-19 ini mulai terkendali. Kini penularan lokal bahkan kerap nol per harinya. Namun penurunan kasus bukan berarti permintaan masker ikut menurun. Sebab, kasus di luar Tiongkok kini justru melonjak tajam.

’’Mencetak 60 ribu-70 ribu masker per hari setara dengan mencetak uang,’’ ujar Shi seperti dikutip Agence France Presse.

Salah satu yang mengambil peluang menggiurkan itu adalah Guan Xunze. Awal Februari lalu pria yang dulunya bekerja di bidang farmasi itu membangun pabrik masker hanya dalam waktu 11 hari. Kini dia mengekspor masker N95 ke Italia.

Di Italia angka kematian akibat Covid-19 sudah melampaui Tiongkok. Platform Worldometers merilis bahwa secara global kini ada lebih dari 549 ribu orang sudah tertular virus yang kali pertama terdeteksi di Wuhan, Hubei, itu. Angka penularan terus meroket dan antivirus belum ditemukan. Artinya, prospek perusahaan yang berhubungan dengan masker masih menjanjikan.

Meski begitu bukan berarti tidak ada masalah. Kenaikan permintaan juga meroketkan harga bahan baku. Dari CNY 10 ribu (Rp 22,8 juta) per ton menjadi CNY 480 ribu (Rp1, 09 miliar). Membawa bahan baku ke tempat produksi juga sulit karena banyak jalan yang ditutup akibat lockdown. Pakar yang menguji alat pembuat masker juga naik 10 kali lipat biayanya. Meski begitu, karena permintaan yang menggila, mereka tetap untung.

Peluang serupa juga didapatkan oleh perusahaan pembuat alat uji Covid-19 di Korea Selatan (Korsel). Negara yang dipimpin oleh Presiden Moon Jae-in itu telah mengetes 300 ribu penduduknya dengan alat produksi dalam negeri. Istana Kepresidenan Korsel, Blue House, mengungkapkan bahwa ada permintaan ekspor alat uji tersebut ke Amerika Serikat (AS).

Permintaan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump dan Moon berbicara via telepon. Transaksi itu tidak hanya alat uji Covid-19, tapi juga peralatan medis lainnya. Misalnya saja alat bantu napas alias ventilator. ’’Kemampuan Kosel yang mampu menguji secara cepat dan masif menarik perhatian dunia,’’ bunyi ulasan di Korea Biomedical Review. Korsel mampu membuat alat uji Covid-19 dengan cepat karena ada kebijakan memangkas perizinan jika ada kejadian luar biasa.

Alat uji yang diproduksi Seegene mampu melakukan seribu tes secara terus-menerus dan hasilnya bisa dilihat kurang dari 4 jam. Sedangkan produksi Solgent mampu menunjukkan hasil kurang dari 2 jam.

Sementara itu lockdown membuat pasokan kebutuhan pangan terus menurun, sedangkan produksi berkurang. Karena itu Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc memutuskan untuk menghentikan sementara perjanjian eskpor beras baru hingga 28 Maret. Mereka menyetok berasnya untuk kebutuhan dalam negeri. Pada 15 Juni nanti diperkirakan ada 190 ribu ton simpanan beras. Selama ini Vietnam merupakan pengekspor beras terbesar ketiga setelah India dan Thailand. (sha/dos)


BACA JUGA

Jumat, 05 Juni 2020 11:39

Penanganan Demo Pasca Kematian George Floyd, Militer Ikut Memprotes Trump

WASHINGTON– Kritik untuk Presiden AS Donald Trump terkait dengan penanganan…

Jumat, 05 Juni 2020 11:21

Gratiskan Pembalut agar Sekolah

WELLINGTON – ’’Akses atas produk sanitasi adalah kebutuhan, bukan kemewahan.’’…

Kamis, 04 Juni 2020 15:38

Pastikan Pria Bertato Indonesia WN AS

JAKARTA–  Ancaman Donald Trump menerjunkan militer menghadapi kerusuhan pasca kematian…

Rabu, 03 Juni 2020 13:59

Demonstrasi di Amerika Masih Mengkhawatirkan, Trump Ancam Kerahkan Militer

WASHINGTON– Datang sudah jawaban dari Donald Trump terkait kerusuhan pasca…

Rabu, 03 Juni 2020 13:38

Korban Covid-19 di India Terus Melesat

NEW DELHI– Pemerintah India dihadapkan situasi pelik. Mereka terus menerima…

Selasa, 02 Juni 2020 12:26

UU Keamanan Nasional Disetujui, Warga Berniat Tinggalkan Hong Kong

HONG KONG–Undang-Undang Keamanan Nasional untuk Hong Kong telah disetujui Kongres…

Selasa, 02 Juni 2020 11:57

Kesal Ketahuan Sembunyi di Bungker, Trump Lakukan Ini

Presiden Amerika Serikat Donald Trump merasa kesal lantaran ketahuan sempat…

Senin, 01 Juni 2020 23:27

Setelah Pesta, Pangeran Belgia Positif Covid-19

CORDOBA– Virus SARS-CoV-2 sampai ke lingkaran Kerajaan Belgia. Pangeran Joachim,…

Senin, 01 Juni 2020 23:24

Trump Pilih Urus Masalah Luar Negeri

PERHATIAN Presiden AS Donald Trump justru tak tertuju pada unjuk…

Senin, 01 Juni 2020 12:35

Mengharukan, Polisi Berlutut di Hadapan Demonstran

Aparat masih berusaha meredam kekacauan dari aksi protes yang terus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers