MANAGED BY:
KAMIS
04 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Sabtu, 28 Maret 2020 13:08
Malaysia Lockdown, TKI Diambang Kelaparan
Angkatan Tentara Malaysia ditugaskan membantu Kepolisian Kerajaan Malaysia dalam menegakkan "lockdown" dalam meredam penularan wabah COVID-19. (Foto: ReutersLim Huey Teng)

PROKAL.CO, JAKARTA- Upaya menjaga daya beli masyarakat dalam negeri terus digenjot sebagai dampak pandemic Covid-19. Sayangnya, langkah cepat ini tidak linier dengan penanaganan para TKI di luar negeri yang terimbas lockdown di negara bekerja. 

Seperti yang dialami TKI di wilayah Kampung Sungai Ramal Dalam, Kajang, Selangor. Sekitar 500 orang TKI di sana mengalami masa darurat karena kekurangan bahan makanan. Salah satunya, Arief Rizqi Hidayat, 28. TKI asal Probolinggo, Jawa Timur ini mengaku sudah kehabisan bahan makanan dan uang sejak hari kelima kebijakan lockdown di negeri Jiran tersebut. 

Dia bercerita, bahwa kondisi ini tidak pernah masuk perhitungan para TKI di sana. Sehingga, seperti biasa, setelah menerima gaji tiap tanggal 9-10 maka sebagian uang bakal langsung ditransfer pada keluarga di tanah air. ”Paling nyisahin RM 200-300, yang nyewa rumah sekitar RM 500,” ujarnya. 

Siapa sangka, tiba-tiba ada kebihakan lockdown atau perintah kawalan pergerakan (PKP). Yang mana, kebijakan ini disertai dengan adanya pembatasan pergerakan. Kodisi ini pun memaksa seluruh sektor pekerjaan ditutup, kecuali sektor bahan pokok. ”Sementara di kawasan saya kebanyakan sektor konstruksi bangunan, nah kena imbas ditutup,” ungkapnya. 

Kabar buruknya, lockdown kemungkinan diperpanjang hingga 14 April 2020 karena kondisi Covid-19 di sana yang tak kunjung membaik. Arief kian khawatir dengan keberlangsungan hidup mereka di sana. Sementara, hingga kini belum ada bantuan yang masuk baik dari KBRI maupun organisasi swasta. 

”Kami tak ada kerjaan. Ruang gerak dibatasi juga, sangat terbatas karena wilayah ini zona merah. Kami bingung harus seperti apa,” keluhnya.

Hal sama turut dirasakan Turhan Badri, pekerja migran yang tinggal di Kuala Lumpur, Malaysia. Dia mengatakan, dirinya dan pekerja lainnya mulai kesulitan bahan makanan. "Kami tidak bisa kemana-mana," terang dia saat dihubungi Jawa Pos. 

Penjagaan ketat dilalukan Polisi Malaysia di berbagai sudut kota. Jika ada yang nekat keluar tanpa tujuan, mereka akan ditangkap polisi. Aturannya sangat jika ada yang ingin keluar.

Selain kehabisan bahan makanan, para pekerja juga tidak mempunyai uang, karena mereka tidak bisa bekerja. Turhan sendiri baru kembali ke Malaysia pada 3 Maret. Setelah itu pada 18 Maret diberlakukan lock down. "Tiba-tiba tidak boleh keluar," katanya. Para pekerja pun tidak ada persiapan.

Untuk menyambung hidup, mereka mengandalkan bantuan. Pekerja yang mempunyai cukup uang kadang keluar membeli bahan makanan, kemudian dibagikan ke pekerja lainnya. Selain itu, pihaknya juga mendapatkan bantuan paket sembako dari Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia.

Sampai sekarang, kata dia, belum ada tindakan dari Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia. Ada beberapa pekerja yang mendapatkan bantuan dari pegawai kedutaan. "Bantuan secara pribadi, bukan dari kedutaan," papar pria asal Desa Payaman, Solokuro, Lamongan itu.

Turhan mengatakan, bahan makanan yang dia punya hanya cukup untuk sekitar tiga hari ke depan. Padahal, lock down diperpanjang sampai 14 April. Menurut dia, para pekerja sudah menyampaikan persoalan yang dihadapi kepada anggota DPR RI dari Fraksi PAN, yaitu Zainudin Maliki dan Saleh Partaonan Daulay. "Kami harap segera ada solusi," katanya.

Saleh membenarkan bahwa dirinya banyak mendapat pengaduan dari pekerja di Malaysia. Menurut dia, persoalan itu tidak bisa dikesampingkan. "Kementerian Ketenagakerjaan harus segera merumuskan langkah dalam memberikan bantuan kepada mereka," tegas dia.

Bantuan perlu diberikan mengingat para pekerja di Malaysia banyak yang bekerja di sektor informal seperti buruh bangunan, buruh pabrik, restoran, cleaning service, dan lain-lain. Mereka yang bekerja di sektor informal ini rata-rata menerima gaji harian atau mingguan. Dengan kondisi lockdown seperti ini, dipastikan mereka tidak bisa bekerja, terutama mereka yang tidak memiliki kontrak kerja.

Pemerintah diminta untuk dapat memberikan bantuan kepada para pekerja. Bantuan tersebut bisa berupa makanan dan minuman selama masa lockdown diberlakukan. Selain itu, para pekerja juga berharap dapat diberi bantuan alat kesehatan seperti masker, dan hand sanitizer.

 “Soal pemberian sembako dan alat kesehatan, saya kira bisa dilakukan oleh perwakilan kita di sana. Kalau bisa, atase ketenagakerjaan kita diminta untuk membantu mereka," papar anggota Komisi IX itu. Yang paling penting, menurut dia, kehadiran pemerintah harus dirasakan oleh pekerja migran. Mereka juga adalah warga negara yang sedang berjuang untuk keluarganya. "Kita doakan yang terbaik bagi mereka semua," ucap ketua DPP PAN itu.

Terkait hal ini, Menteri Luar Negeri Retno P Marsudi menegaskan, pemerintah berupaya semaksimal mungkin untuk melindungi para WNI di LN. Khususnya yang sedang bepergian atau dalam kunjungan ke LN. kebijakan lockdown, karantina, dan penghentian penerbangan di sejumlah negara tentu berdampak pada WNI kita.

’’Oleh karena itu dari waktu ke waktu seluruh perwakilan kita di luar negeri terus memantau dan memberikan bantuan semaksinmmal mungkin,’’ terangnya. yang cukup menjadi perhatian dalam urusan perlindungan saat ini salah satunya adalah ABK yang bekerja di berbagai kapal. Beberapa kasus positif Covid-19 sudah terjadi di kapal, dan itu berdampak pada WNI.

Sebagai gambaran, hingga saat ini sudah ada lebih dari 1.600 permasalahan yang dihadapi WNI di berbagai negara. Problemmnya bermacam-macam. Namun, dia memastikan perwakilan Indoneisa di masing-masing negara sudah mengetahui dan memberikan bantuan yang diperlukan.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Ketiga Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur Ika Alful Laila mengungkapkan, KBRI Kuala Lumpur tengah berupaya untuk memberikan bantuan sosial kepada WNI, utamanya buruh harian di sana. Hingga saat ini, tercatat sudah lebih dari 600 paket yang diberikan pada WNI di kawasan wilayah Kuala Lumpur dan Selangor. ”Dan ini masih on going. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk bantuan ini,” ujarnya.

Diakuinya, pengiriman bantuan ini juga mengalami kendala. Sebab, ada pembatasan jumlah pembelian bahan pokok di supermarket-supermarket. Sementara, disinggung soal besaran bantuan yang disiapkan, Ika mengaku masih dalam pembahasan. Termasuk soal bantuan langsung tunai (BLT) bagi mereka. (byu/deb/dee/han/lum/lyn/mia/syn/wan)


BACA JUGA

Rabu, 03 Juni 2020 13:59

Demonstrasi di Amerika Masih Mengkhawatirkan, Trump Ancam Kerahkan Militer

WASHINGTON– Datang sudah jawaban dari Donald Trump terkait kerusuhan pasca…

Rabu, 03 Juni 2020 13:38

Korban Covid-19 di India Terus Melesat

NEW DELHI– Pemerintah India dihadapkan situasi pelik. Mereka terus menerima…

Selasa, 02 Juni 2020 12:26

UU Keamanan Nasional Disetujui, Warga Berniat Tinggalkan Hong Kong

HONG KONG–Undang-Undang Keamanan Nasional untuk Hong Kong telah disetujui Kongres…

Selasa, 02 Juni 2020 11:57

Kesal Ketahuan Sembunyi di Bungker, Trump Lakukan Ini

Presiden Amerika Serikat Donald Trump merasa kesal lantaran ketahuan sempat…

Senin, 01 Juni 2020 23:27

Setelah Pesta, Pangeran Belgia Positif Covid-19

CORDOBA– Virus SARS-CoV-2 sampai ke lingkaran Kerajaan Belgia. Pangeran Joachim,…

Senin, 01 Juni 2020 23:24

Trump Pilih Urus Masalah Luar Negeri

PERHATIAN Presiden AS Donald Trump justru tak tertuju pada unjuk…

Senin, 01 Juni 2020 12:35

Mengharukan, Polisi Berlutut di Hadapan Demonstran

Aparat masih berusaha meredam kekacauan dari aksi protes yang terus…

Minggu, 31 Mei 2020 13:29

Ini Cerita George Floyd, Pria yang Tewas Diinjak Lehernya Itu Ternyata "Raksasa" yang Lembut

Nasib nahas dialami George Floyd, pria kulit hitam di Amerika…

Minggu, 31 Mei 2020 13:11

Polisi Penindih Floyd Didakwa Pasal Pembunuhan, Rusuh di Amerika Meluas

NEW YORK – Seorang mantan perwira polisi Minneapolis, Derek Chauvin,…

Jumat, 29 Mei 2020 14:42

Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka

SETELAH ditutup selama lebih dari dua bulan, akibat pandemi virus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers