MANAGED BY:
KAMIS
26 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Sabtu, 28 Maret 2020 01:11
Covid-19 Juga Ancam Neraca Perdagangan
Karena wabah Covid-19, kinerja impor menurun meskipun tak sedalam ekspor. Sehingga neraca perdagangan Indonesia terancam menurun.

PROKAL.CO,

SAMARINDA-Seiring perjalanan pasar, covid-19 mulai memukul ekonomi. Hal itu terlihat dari nilai tukar rupiah semakin lemah terhadap mata uang Amerika Serikat (USD). Saat ini Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat, nilai tukar rupiah terhadap USD sudah mencapai Rp 16.486 pada 24 Februari 2020.

Pelemahan tersebut tentunya akan berpengaruh kepada kinerja perdagangan Kaltim. Neraca perdagangan Kaltim bisa menurun seiring kinerja ekspor yang melambat. Meskipun biasanya pelaku usaha ekspor akan diuntungkan ketika pelemahan rupiah. Namun pelamahan rupiah saat ini bersamaan dengan penurunan permintaan komoditas.

Untuk diketahui, tren penguatan dolar AS sudah berlansung sejak awal Maret 2020. Pada 2 Maret nilai tukar sudah mencapai Rp 14.413 per USD. Nilainya terus meninggi, hingga mencapai Rp 15 ribu pada 17 Maret. Masih terus meningkat hingga mencapai Rp 16 ribu, pada 24 Maret.

Ekonom PT Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, dampak wabah virus covid-19 terhadap perekonomian Indonesia mulai terasa. Nantinya daerah-daerah juga akan mengikuti. Sebab, covid-19 saat ini membuat ekspor Indonesia menurun cukup tajam.

Begitu juga kinerja impor menurun meskipun tak sedalam ekspor. Sehingga neraca perdagangan Indonesia terancam menurun.
Nilai ekspor Januari 2020 mencapai USD 1,24 miliar atau mengalami penurunan sebesar 8,65 persen dibanding dengan ekspor Desember 2019. Penurunan itu juga terjadi kepada kinerja impor Kaltim. Nilai impor Kaltim pada Januari 2020 mencapai USD 216,26 juta atau mengalami penurunan sebesar 37,47 persen, dibandingkan dengan impor Desember 2019.

"Penurunan kinerja impor menandakan turunnya permintaan domestik terhadap barang-barang dari luar," katanya. Menurutnya, ekspor yang menurun lebih tajam tentunya akan mempengaruhi neraca perdagangan Kaltim. Sehingga penguatan dolar saat ini belum akan terdampak, sebab kinerja ekspornya menurun.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 24 November 2020 12:12

Penerimaan Pajak Jauh dari Target

BALIKPAPAN - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan…

Selasa, 24 November 2020 10:32

Indonesia Masih Butuh Batu Bara Hingga 2040

Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan,…

Selasa, 24 November 2020 09:41

Andi M Gamal Ganesha, Antara Bisnis Kopi dan Edukasi

Kini marak kafe atau tempat nongkrong yang menyediakan kopi sebagai…

Selasa, 24 November 2020 09:40

Kuliahnya Desain Interior, Kini Fokus Kembangkan Roastery

DENGAN bekal ilmu desain interior saat kuliah dulu, Andi M…

Senin, 23 November 2020 21:29

Perkuat Maxi Yamaha Series, Varian Baru All New NMAX 155 Connected Resmi Meluncur

Jakarta – Tak pernah berhenti berinovasi untuk menjawab kebutuhan mobilitas…

Senin, 23 November 2020 11:12

Tahun Depan Siapkan Pembiayaan Perumahaan Rp 30 T

JAKARTA- Pemerintah terus melanjutkan program skema penyediaan rumah terjangkau untuk…

Senin, 23 November 2020 11:10

Penuhi Target Produksi Migas

BALIKPAPAN- Kinerja hulu migas Kaltim sepanjang tahun ini masih cukup…

Senin, 23 November 2020 11:08

Bunga Kredit Sulit Turun

Keinginan pengusaha kepada perbankan untuk menurunkan bunga kredit tampaknya bertepuk…

Senin, 23 November 2020 09:16

Membangun Usaha di Tengah Pandemi, Tawarkan Nuansa Alam Dipadu Industrial

Membangun usaha di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) bukan…

Sabtu, 21 November 2020 13:35

Melawan Tantangan Industri Sawit

Tekanan kepada industri kelapa sawit terus berdatangan. Belum selesai dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers