MANAGED BY:
MINGGU
07 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 27 Maret 2020 14:55
Diatur Bandar Tawau, Berau Lokasi Transit
Diupah Rp 10 Juta, Dua Kurir 10 Kg Sabu Diancam Hukuman Mati
Pelaku dan barang bukti dibeberkan.

PROKAL.CO, SAMARINDA–Modus pengedar sabu-sabu dari hari ke hari kian beragam. Namun, perang melawan sindikat itu juga tak pernah padam. Meski dibalut lakban bening dan dikemas teh hijau bertuliskan huruf Tiongkok, polisi kembali menggagalkan penyelundupan sabu seberat 10 kilogram yang dikemas dalam 10 bungkus.

Dalam keterangan persnya kemarin (26/3), Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman menuturkan, barang haram itu dikirim dari Malaysia. Tujuan peredarannya Balikpapan. Namun, sebelum sampai di kota tujuan, aparat berhasil menghentikannya di Kota Tepian. Polisi juga menangkap dua orang. Yaitu Asgar Suyuti (38) dan Afandy Nurdin (48). Keduanya diancam hukuman mati.

Arif mengungkapkan, pada Sabtu (21/3), Afandy dan Asgar berangkat dari Balikpapan dengan mengendarai mobil SUV KT 1338 WH. "Ada private number yang menghubungi Asgar, tidak tahu dari mana. Diperintahkan ke Berau mengambil sabu-sabu ini," ucapnya sembari menunjuk jejeran paket sabu-sabu tersebut. Keesokan harinya, keduanya tiba di Berau dan bermalam di sana sembari menunggu seseorang yang sudah mengatur janji.

Pada 23 Maret 2020 dini hari, keduanya menuju lokasi yang telah ditentukan untuk mengambil sabu. Setelah itu, dua tas berisi 10 bal sabu dibawa menuju Balikpapan via jalur darat. Pada 24 Maret 2020, polisi yang mengetahui jalur yang akan dilewati kurir narkoba telah bersiap. Sekira pukul 20.00 Wita, kedua kurir tiba di Samarinda. Saat melintas di jalan poros Samarinda-Bontang, keduanya diringkus petugas kepolisian.

Arif menyebut, hasil pemeriksaan sementara keduanya, akan dibawa kembali ke Kota Minyak. Namun, jalur perlintasan tak berubah. Barang haram asal negeri jiran itu diantar seseorang dari malaysia ke Indonesia lewat jalur khusus. Selain itu, narkoba diketahui sebelumnya ditanam. Terlihat dari setiap bungkus paket tersebut, terdapat pasir. "Ya, ditanam. Dan itu yang masih ingin kami cari dan pastikan lokasi penanamannya " tegas Arif.

Polisi menduga, bos Asgar adalah orang yang sama dengan yang menyelundupkan narkoba ke Kalsel sebanyak 212 kilogram (kg) beberapa waktu lalu. "Dari kemasannya sama. Bisa jadi demikian, intinya masih pendalaman terhadap keterangan keduanya," jelas perwira melati tiga tersebut.

Kepada Kaltim Post, dua pria asal Sulawesi Selatan (Sulsel) itu menganggap petugas tak memantau gerak-gerik keduanya. Sehingga dianggap sebagai peluang besar untuk memuluskan penyelundupan sabu. Dia mengungkapkan, sabu yang diletakkan dalam dua tas merah dan hitam itu tinggal dibawa. Pasalnya, sekitar 30 menit sebelumnya telah diletakkan oleh si pemilik sabu. Asgar mengaku, diupah Rp 10 juta jika barang tersebut sampai di Balikpapan. Pria bertato di kedua lengannya itu sempat berhubungan melalui HP dengan bandar asal Tawau.

"Saya di telepon orang Tawau sebelum ambil (sabu-sabu) di Berau, tapi saya tidak pernah ketemu dia (bandar narkoba). Cuma lewat telepon aja," singkatnya. Sedangkan Afandy, menyebut dirinya hanya sebagai sopir. Soal jumlah barang haram tersebut, dirinya tak tahu pasti. "Saya enggak paham, hanya antar," singkatnya.

Aksi para pelaku sejatinya telah masuk radar kepolisian dua minggu sebelumnya. Bahkan, petugas telah mendapat informasi ketika kristal mematikan hendak tiba di Berau. Berbekal informasi yang telah dikumpulkan, petugas memblokir jalan para pelaku ketika hendak memasuki Samarinda.

Atas perbuatannya, menyelundupkan barang haram, kedua pelaku dijerat Pasal 114 Ayat (2) subsider Pasal 112 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 10 tahun penjara, dan maksimal hukuman mati. (dra/*/dad/riz/k16)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 06 Juni 2020 19:59

Tujuh Pasien di Samarinda Sembuh Covid-19, Tengok Terapi yang Dilakukan Tim Medis

SAMARINDA - Penambahan kasus sembuh covid-19 di Kalimantan Timur pada…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:42

Meski Diterpa Badai, Perluasan Kilang Balikpapan Tetap Jalan

BALIKPAPAN–Meski sektor hulu dan hilir migas sedang diterpa badai, PT…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:41

Garuda Rencana Naikkan Harga Tiket

BALIKPAPAN–PT Garuda Indonesia berencana menaikkan harga tiket pesawat jika kebijakan…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:36

Sudah 316 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kaltim

SAMARINDA–Kasus Covid-19 di Kaltim memasuki hari-79, Kamis (4/6), sejak pertama…

Jumat, 05 Juni 2020 13:47
Yang Penuh Sejarah, Yang Berbiaya Mahal, ”Bersatu” dalam Kesuraman (1)

Seandainya Yang Rp 200 Miliar Itu Cair pun Tak Cukup Lagi

Di saat Stadion Andi Mattalatta menjadi ”kebun sayur”, satu per…

Jumat, 05 Juni 2020 13:45
Dari Diskusi Virtual Banjir Samarinda

Hajar Sama-Sama Banjir di Samarinda, Mulai dari Superteam sampai Bangun Polder

SAMARINDA-Kaltim Post kembali menggelar diskusi virtual kemarin (4/6). Kali ini…

Jumat, 05 Juni 2020 13:43
Mulai Pertengahan Juni Lewat Tol Balsam Berbayar

Tarif Tol Balikpapan-Samarinda Lebih Mahal dari Usulan Awal

BALIKPAPAN–Mulai 14 Juni, Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) ruas Samboja-Samarinda tak lagi…

Kamis, 04 Juni 2020 15:48

Dana Haji Tidak Boleh Dialihfungsikan, Uang Pelunasan Tak Ditarik, Bakal Dikelola BPKH

JAKARTA – Pengelolaan dana haji menjadi isu sensitif setelah Kementerian…

Kamis, 04 Juni 2020 15:29

Ibadah Haji Batal, Travel Minta Kepastian

BALIKPAPAN-Dibatalkannya pemberangkatan haji tahun ini membuat efek terhadap agen perjalanan…

Kamis, 04 Juni 2020 15:28

Rumah Ibadah Kesulitan Sediakan Pemindai Suhu Tubuh

BALIKPAPAN–Belum semua masjid di Kota Minyak mengajukan pengurusan izin pembukaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers