MANAGED BY:
SABTU
06 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 27 Maret 2020 14:48
Cerita dr Dimas Satrio Baringgo yang Menangani Pasien Covid-19

Berat Berpisah dari Keluarga, Hanya Bisa Video Call Sekali Sehari

dr Dimas Satrio Baringgo

PROKAL.CO, Wabah virus Covid-19 menjadi ancaman yang mengerikan. Social distancing pun dikumandangkan Pemkot Bontang menanggapi kasus kejadian luar biasa (KLB). Sebab, hingga kini ada satu warga Kota Taman yang dinyatakan positif.

 

ADIEL KUNDHARA, Bontang

 

PENGORBANAN tenaga medis dalam menangani pasien yang terpapar virus corona wajib mendapat dukungan. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan risiko justru menyerang dirinya sendiri. Bagaimana kisah tenaga medis Bontang dalam berperang melawan virus asal Wuhan, Tiongkok, tersebut. Berikut wawancara wartawan Kaltim Post bersama dokter umum RSUD Taman Husada Bontang dr Dimas Satrio Baringgo.

 

Mulai kapan mendapat tugas penanganan Covid-19?

Kami memulai tugas pada 13 Maret. Kalau perasaan saya pastinya kaget. Tetapi karena sebagai tim dokter yang ditunjuk oleh pihak rumah sakit, saya tetap harus siap. Selain saya, ada empat dokter lain yang masuk tim penanganan Covid-19 di Bontang. Semuanya laki-laki.

 

Skema tugas pemantauan tim ini seperti apa?

Kami di sini dokter dan perawat dalam satu tim. Sistem kerjanya dibagi dalam sif. Sif pagi mulai pukul 07.30–14.30 Wita, sif sore pukul 14.30–21.30 Wita, sif malam pukul 21.30–07.30 Wita.

Jadi, alur sifnya tiap dokter itu pagi-sore-malam-libur-libur. Artinya ada dua hari libur tugas. Dan semua dokter menangani pasien positif corona. Termasuk menangani yang statusnya orang dalam pemantauan (ODP).

Kami memantau dari ruangan perawat. Kami memasuki ruang isolasi hanya saat-saat tertentu. Misalnya, mengganti infus atau menyuntikkan obat. Pengaturan sif itu untuk mengurangi kelelahan dari tiap anggota tim. Sebab, kami harus tetap menjaga kesehatan kami di tengah merawat pasien.

 

Apakah dua hari waktu istirahat itu cukup?

Cukup. Meski pada hari libur itu kami tetap standby statusnya. Sebab, bila teman yang tugas memerlukan bantuan karena membeludaknya pasien, kami harus siap dipanggil.

 

Apakah ada perasaan takut, mengingat penyakit ini belum ada obatnya?

Dalam hati sebagai manusia biasa pasti ada rasa takut. Apalagi kami dibekali alat pelindung diri (APD) yang minim.

 

Awalnya satu pasien Bontang dan satu dari rujukan Kutim keluhannya apa? Hingga akhirnya dinyatakan positif terpapar corona?

Keluhan pasien rata-rata batuk dan demam. Namun, ada pasien yang tidak ada gejala apa-apa.

 

Bentuk penanganannya seperti apa?

Untuk penanganan kami berikan obat-obatan sesuai gejala pasien. Misalnya, demam, kami berikan obat demam. Batuk kami berikan obat batuk. Tentunya kami berikan obat-obat sesuai yang direkomendasikan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Obat spesifikasi Covid-19 memang belum ada.

 

Sejauh ini bagaimana kondisi kedua pasien itu?

Kondisinya stabil. Artinya tanda vital pasien bagus, suhu badan, tekanan darah, nadi, dan frekuensi napas normal. Mereka tidak ada keluhan sesak. Batuknya masih ada, tapi sudah berkurang dibandingkan awal.

 

Bagaimana dengan kondisi ruang isolasi rumah sakit?

Kondisi ruang isolasi tidak seperti yang dibayangkan banyak orang. Kondisinya sama seperti ruang rawat inap biasa. Namun, memang tidak ada yang boleh masuk kecuali petugas. Bila masuk pun memakai APD lengkap. Pasien bisa melakukan aktivitas biasa. Bahkan kedua pasien di dalam yang sedang dirawat saling ngobrol.

 

Sehari tiap dokter berapa kali masuk ruang isolasi?

Berapa kalinya tidak tentu. Bisa cuma sekali.

 

Apa benar petugas medis yang menangani pasien corona harus menjalani karantina?

Tenaga medis yang merawat dan kontak dengan pasien positif Covid-19 sesuai protokol dari Kemenkes wajib dikarantina di rumah sakit selama 14 hari. Kami tetap boleh keluar kamar untuk melakukan pelayanan terhadap pasien corona, baik di Poli Covid-19 Center maupun ruangan isolasi dan ruang perawatan ODP.

 

Artinya dokter tidak bertemu keluarga?

Benar. Berat rasanya berpisah dari keluarga. Apalagi di tengah wabah seperti ini. Saya tidak bisa mengontrol kondisi keluarga di rumah secara langsung. Harus memberikan pengertian ke keluarga tentang tugas ini.

 

Bagaimana cara mengobati rasa kangen dengan keluarga?

Saya biasanya menelepon atau video call sekali sehari minimal. Hanya itu yang bisa dilakukan.

 

Selama masa karantina bagaimana dengan pemenuhan gizi dan pemberian vitamin?

Untuk support makanan, kami di sini alhamdulillah sangat tercukupi. Banyak dari pihak perusahaan di Bontang memberikan makanan dan minuman seperti susu di tiap sif. Ada juga dari masyarakat yang turut peduli sama kami memberikan makanan. Mengenai vitamin kami sudah diberikan pihak rumah sakit dan sangat cukup.

 

Apa imbauan kepada masyarakat di tengah masa social distancing?

Kami meminta bantuan dan dukungannya untuk tetap di rumah saja. Tidak keluar rumah bila tidak sangat penting. Lakukan pola hidup sehat. Makan-makanan yang bergizi. Konsumsi vitamin C. Rajin mencuci tangan. Lakukan social distancing dengan menjaga jarak dengan orang lain. Segera melapor bila ada riwayat dari luar kota dan memeriksakan diri ke Covid Center bila ada gejala. (rom/k16)


BACA JUGA

Jumat, 05 Juni 2020 13:47
Yang Penuh Sejarah, Yang Berbiaya Mahal, ”Bersatu” dalam Kesuraman (1)

Seandainya Yang Rp 200 Miliar Itu Cair pun Tak Cukup Lagi

Di saat Stadion Andi Mattalatta menjadi ”kebun sayur”, satu per…

Jumat, 05 Juni 2020 13:45
Dari Diskusi Virtual Banjir Samarinda

Hajar Sama-Sama Banjir di Samarinda, Mulai dari Superteam sampai Bangun Polder

SAMARINDA-Kaltim Post kembali menggelar diskusi virtual kemarin (4/6). Kali ini…

Jumat, 05 Juni 2020 13:43
Mulai Pertengahan Juni Lewat Tol Balsam Berbayar

Tarif Tol Balikpapan-Samarinda Lebih Mahal dari Usulan Awal

BALIKPAPAN–Mulai 14 Juni, Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) ruas Samboja-Samarinda tak lagi…

Kamis, 04 Juni 2020 15:48

Dana Haji Tidak Boleh Dialihfungsikan, Uang Pelunasan Tak Ditarik, Bakal Dikelola BPKH

JAKARTA – Pengelolaan dana haji menjadi isu sensitif setelah Kementerian…

Kamis, 04 Juni 2020 15:29

Ibadah Haji Batal, Travel Minta Kepastian

BALIKPAPAN-Dibatalkannya pemberangkatan haji tahun ini membuat efek terhadap agen perjalanan…

Kamis, 04 Juni 2020 15:28

Rumah Ibadah Kesulitan Sediakan Pemindai Suhu Tubuh

BALIKPAPAN–Belum semua masjid di Kota Minyak mengajukan pengurusan izin pembukaan…

Kamis, 04 Juni 2020 15:28

Begini Pengalaman Warga Kaltim Bepergian via Udara di Tengah Pandemi

Edaran Wali Kota Balikpapan untuk calon penumpang pesawat tujuan Balikpapan…

Kamis, 04 Juni 2020 15:27

Uji Bebas Covid-19

Oleh : Erwin D Nugroho   SAYA akhirnya naik pesawat…

Kamis, 04 Juni 2020 15:26

Minim Sosialisasi, Pemkot Melunak..!! Tanpa Hasil Swab Test Masih Dibolehkan Masuk di Bandara Sepinggan

BALIKPAPAN–Kebijakan yang dinilai mendadak membuat Pemkot Balikpapan melonggarkan aturan wajib…

Kamis, 04 Juni 2020 15:25

Delapan Positif Corona di Fase Relaksasi

INI menjadi warning bagi masyarakat maupun pemerintah yang memulai relaksasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers