MANAGED BY:
MINGGU
31 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Jumat, 27 Maret 2020 13:44
Soal Pengetap dan Pom Mini, Ini Kata Wawali Balikpapan

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Kasus pengetap bahan bakar minyak (BBM) yang beberapa waktu terakhir terjaring razia kepolisian turut menjadi perhatian Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud. Menurutnya mengatasi permasalahan ini perlu peran berbagai pihak.

Rahmad mengatakan, Pertamina jelas tidak mengizinkan kegiatan itu. Begitu pula pengetap yang sudah tahu bahwa kegiatan yang mereka lakukan ilegal. Sementara Pemkot Balikpapan sudah tegas dengan imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan praktik tersebut.

“Pihak keamanan terkait, kita harap proaktif untuk mengawasi pengetap dan bantu pemerintah,” ucapnya. Ketika masih ada yang melakukan praktik itu, maka sesuai aturan jelas melanggar UU migas dan diproses secara hukum.

“Kalau dari sisi regulasi, pemerintah dengan UU sudah melarang. Jadi, Pemkot Balikpapan tidak bisa keluarkan perwali lagi,” bebernya. Hal ini juga berlaku untuk kasus pom mini. Rahmad menyebutkan, pom mini juga harus mengikuti prosedur yang ada untuk membuat usahanya legal.

Misalnya memenuhi aturan UU Migas yang mengatur soal standar keamanan usaha dan lainnya. Saat ini, pom mini sudah diberi kesempatan untuk mengurus izin yang harus mereka lengkapi. “Pom mini belum kita legalkan, kita masih cari jalan keluarnya,” sebutnya.

Dia membeberkan, perwakilan pom mini sudah pernah dipanggil Pertamina. Mereka bisa memberikan izin operasi semacam SPBU mini dengan kapasitas 500 liter per hari. Sehingga sekarang tinggal dari pengusaha pom mini, mau atau tidak untuk membuat usaha seperti yang disarankan Pertamina.  

“Paling tidak menyediakan lahan 10x10 meter. Saya pikir bagus, Pertamina sudah kasih kesempatan,” tuturnya. Meski begitu, dia mengakui memang bukan hal mudah karena perlu biaya atau investasi. Prediksinya sekitar Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar.

“Kita paham mereka perlu cari uang. Tapi mereka juga wajib menjaga keamanan konsumen, lingkungan, dan ketertiban kota,” bebernya.

Sementara ini, Pemkot Balikpapan masih memberi kesempatan kepada pengusaha pom mini untuk mengurus perizinan. Setelah izin usaha mereka dapat, selanjutnya tinggal mengikuti aturan dari Pertamina. “Kalau pengusaha tidak punya perizinan, nanti kita lakukan penertiban. Tapi tetap santun dan bermoral," tutupnya. (gel/ms/k15)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 07 Agustus 2012 12:14

Uang Sewa Perpanjang “Napas” Gedung Sandisa

<div> <div class="facebook" style="text-align: justify;"> <em>Pemkab…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers