MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Jumat, 27 Maret 2020 12:59
Energi Angin Pecahkan Rekor
Total kapasitas dari pembangkit listrik tenaga angin yang dipasang tahun lalu mencapai 60,4 gigawatt (GW). Angka tersebut lebih besar 19 persen dibanding rekor 2018.

PROKAL.CO, BRUSSELS - Pengembangan energi terbarukan dalam tingkat global terus menunjukkan kabar baik. Rabu lalu (25/3), Global Wind Energy Council (GWEC) merilis laporan pengembangan energi listrik tenaga angin di dunia tahun lalu. Menurut mereka, pertumbuhan energi tersebut kembali memecahkan rekor.

Chief Executive GWEC Ben Backwell memaparkan, total kapasitas dari pembangkit listrik tenaga angin yang dipasang tahun lalu mencapai 60,4 gigawatt (GW). Angka tersebut lebih besar 19 persen dibanding rekor 2018. Pemasangan tersebut didominasi oleh Tiongkok dan AS. Dua negara itu yang menguasai 60 persen dari total kapasitas baru.

Pembangkit baru tahun lalu membuat total kapasitas energi angin global menjadi 651 GW. Naik 10 persen dibanding tahun lalu. ’’Sektor energi angin terus mengalami pertumbuhan yang konsisten. Ini membuktikan bahwa sektor tersebut merupakan energi terbarukan dengan ongkos yang kompetitif,’’ ungkapnya seperti yang dilansir oleh The Guardian.

Rekor 2019 disertai oleh banyak kemajuan. Pasalnya, dua pertiga dari kapasitas yang baru terpasang melalui proses pelelangan komersial. Itu artinya sebagian besar pelaku industri pembangkit listrik tenaga angin tak lagi mengandalkan tarif subsidi alias feed in tariffs.

Industri tersebut juga melihat kemajuan pada salah satu sektor baru. Yakni, pembangkit tenaga angin lepas pantai. Tahun lalu, total kapasitas dari lapangan turbin angin di lautan mencapai 6,1 GW. Tambahan tersebut membuat total kapasitas energi angin lepas pantai menjadi 29,1 GW. Kontribusi terbesar masih dipegang oleh Inggris dengan total 9,7 GW.

Sampai saat ini, industri energi angin masih didominasi oleh wilayah Asia Pasifik dan Eropa. Namun, GWEC melihat wilayah Asia Tenggara sebagai pemain baru yang bisa ikut mendominasi industri tersebut. Negara yang diprediksi memimpin wilayah tersebut adalah Thailand dan Vietnam. (bil/dos)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 28 Mei 2020 14:23

Uji Terapi Ganja pada Bayi

LONDON– Oscar Parodi akan merasakan ganja pertamanya. Tentu saja bukan…

Kamis, 28 Mei 2020 13:17

Tolak RUU Berbalas Peluru

HONGKONG– Covid-19 reda, ganti demonstran yang membara. Kemarin (27/5) massa…

Kamis, 28 Mei 2020 11:52

Pintu Masjid dan Gereja Mulai Terbuka

MASJID-masjid di Arab Saudi akan kembali dibuka. Kemarin (26/5) pemerintah…

Kamis, 28 Mei 2020 11:50

Tas Perjalanan Senilai RP 708,7 Juta

PARIS- Tas tersebut biasa. Bahannya kayu dan kulit. Yang tidak…

Kamis, 28 Mei 2020 10:32

Pasca Kematian, Model Ini Malah Dihujat Warganet

KARACHI – Rest in peace (RIP). Doa itu biasanya memenuhi…

Kamis, 28 Mei 2020 10:29

Membangun Optimisme di Tengah Pandemi

Berbagai negara sudah melonggarkan kebijakan terkait dengan pencegahan penularan Covid-19.…

Rabu, 27 Mei 2020 19:06

Perpanjang Gencatan Senjata, 900 Taliban Dibebaskan

Pemerintah Afghanistan mengumumkan rencana membebaskan 900 anggota Taliban, Selasa (26/5)…

Selasa, 26 Mei 2020 12:05

Kalau Ada Gelombang Kedua Covid-19, Negara Ini Tak Mau Lagi Lockdown

 Belgia enggan menerapkan lockdown jika nanti gelombang wabah virus corona…

Senin, 25 Mei 2020 11:58

Ternyata Laboratorium di Wuhan Akui Simpan Virus Corona Sejak 2004, Tetapi....

Institut Virologi Wuhan (WIV) mengaku menyimpan tiga jenis virus corona…

Minggu, 24 Mei 2020 11:23

Awasi Hongkong Lebih Ketat, Tiongkok Luncurkan UU Keamanan Nasional

HONGKONG- Hongkongers kembali mendapatkan ’’kado’’ dari Tiongkok. Setelah berhasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers