MANAGED BY:
SENIN
30 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Kamis, 26 Maret 2020 15:12
Konservasi Air Tunggu Keputusan Pusat
JAGA EKOSISTEM: Pesut mahakam ditemukan warga di Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, belum lama ini.

PROKAL.CO, TENGGARONG - Meski sudah ada Surat Keputusan (SK) Bupati Kukar, penetapan kawasan konservasi perairan untuk habitat pesut mahakam belum bisa diterapkan. Prosesnya masih harus menunggu pemerintah pusat untuk menetapkan kawasan konservasi tersebut.

Co-Founder Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI) Danielle Kreb menuturkan, pihaknya saat ini masih menunggu ketetapan pemerintah pusat atas kawasan konservasi tersebut. Namun, SK yang ditandatangani Bupati Kukar Edi Damansyah belum lama ini, dianggap sebagai pengantar agar pemerintah pusat juga memberikan dukungan yang sama.

Dalam SK Bupati tersebut, sudah ditentukan sejumlah zonasi berdasar kajian teknis bersama yang dilakukan di daerah. Dengan demikian, diyakini pemerintah pusat juga mendukung penetapan kawasan konservasi perairan pertama di Indonesia itu.

“Jadi, ini juga masih menunggu tahap selanjutnya. SK Bupati itu akan dibawa kepada pemerintah pusat, untuk kemudian diputuskan sebagai kawasan konservasi,” ujar Danielle.

Tahapan kajian atau penelitian yang dilakukan selama bertahun-tahun, menurut Danielle, diyakini bisa membuat pemerintah pusat ikut memberikan kesempatan agar kawasan konservasi perairan di empat kecamatan di Kukar itu terwujud.

Apalagi, manfaat penetapan kawasan konservasi itu juga bisa digunakan untuk menjaga ekosistem sungai. “Apalagi fungsinya tidak hanya untuk pelestarian pesut, tetapi juga mendorong perekonomian masyarakat setempat. Termasuk meningkatkan hasil tangkapan ikan bagi nelayan,” imbuhnya.

Diketahui, kawasan konservasi mencakup area dengan total luasan 43.117 hektare. Terdiri atas 1.081,28 hektare zona inti dengan larangan ketat kegiatan penangkapan ikan, 14.947,65 hektare zona perikanan berkelanjutan.

Kemudian, 2.169,44 hektare hutan sempadan sungai, 563,79 vegetasi atau hutan sempadan danau, serta 24.355,06 zona rehabilitasi dan perlindungan (gambut) dan rawa-rawa (hutan). (qi/kri/k16)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers