MANAGED BY:
RABU
01 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 26 Maret 2020 15:09
Akhirnya Hilang Gelisah Dokter dan Tim Medis

Kaltim Terima 2.000 APD, Balikpapan Minta Diprioritaskan

2000 APD untuk Kaltim akhirnya datang.

PROKAL.CO, Pertempuran para tenaga medis di garis depan mencegah penyebaran virus corona begitu alot. Kedatangan 2.000 alat pelindung diri untuk sementara menjawab kegelisahan mereka.

 

BALIKPAPAN–Bantuan tiba untuk tenaga medis di Kaltim. Mereka yang selama ini seperti menjalani “misi bunuh diri” dalam merawat pasien virus corona, akhirnya mendapat pasokan alat pelindung diri (APD). Rabu (25/3) malam, 2.000 APD tiba di Base Ops Pangkalan Udara (Lanud) Dhomber Balikpapan.

Menggunakan pesawat CN 295 dengan nomor ekor A-2907 milik TNI Angkatan Udara, berdus-dus APD diturunkan pukul 20.45 Wita. Sebelumnya sejumlah petugas lebih dulu menyiram dus tersebut dengan disinfektan. Kepala Staf Kodam (Kasdam) VI/Mulawarman Brigjen TNI Tri Nugraha Hartanta menjelaskan, bantuan ini merupakan bagian dari 6.000 APD yang didistribusikan ke Kalimantan. Meliputi Kaltim, Kalsel, Kaltara.

Provinsi di wilayah teritorial Kodam VI/Mulawarman tersebut menerima masing-masing 2.000 APD. "Ini nanti didistribusikan ke rumah sakit yang menjadi rujukan Covid-19," kata Hartanta kepada Kaltim Post. Lanjut dia, belum bisa dipastikan apakah bantuan dari gugus depan percepatan penanganan Covid-19 ini akan disusul bantuan lainnya.

Kodam harus menunggu petunjuk dari Mabes TNI. Termasuk apakah Kaltim akan menerima bantuan berupa obat-obatan dan alat rapid test. "Saya belum bisa berkomentar soal itu (bantuan obat dan alat rapid test)," ungkapnya. Sementara itu, Direktur RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan Edi Iskandar yang menerima secara simbolis bantuan APD menyebut, ini menjadi jawaban atas kegelisahan dokter dan tim medis yang tengah berjuang di garis depan dalam menangani pasien Covid-19.

"Jadi, kami mewakili pemerintah provinsi menerima 2.000 APD ini. Dan besok (hari ini) bersama satgas akan di-list berapa kebutuhan rumah sakit rujukan," kata Edi. Kata dia, belum bisa dipastikan kecukupan jumlah 2.000 APD ini. Namun setidaknya menjadi kabar bahagia bagi tim medis yang saat ini dihadapi dengan semakin menipisnya APD di rumah sakit. Karena itu, pembagian secara proporsional akan dilakukan dengan berkoordinasi Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim.

"Setidaknya paling lama seminggu sekali seorang dokter harus mengganti APD. Jadi kami bersyukur ada bantuan ini," ujarnya. Di rumah sakit yang dipimpinnya saat ini, terdapat 45 petugas medis. Termasuk di dalamnya 10 dokter ahli yang setiap hari harus merawat 6 pasien positif Covid-19. Terpisah, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi berharap, Kota Beriman menjadi daerah prioritas bantuan APD ini. Rizal pun meminta 500 dari 2.000 APD yang diberikan ke Kaltim. Mengingat, dari 11 pasien positif Covid-19, enam di antaranya sedang ditangani di Balikpapan.

"Kami minta Balikpapan yang terbanyak. Makanya besok (hari ini) kami akan minta pemprov prioritaskan di sini dan Samarinda," sebut Rizal. Rizal menyebut, Balikpapan tidak serta-merta akan menunggu bantuan dari pihak pemerintah. Pemkot telah mengumumkan siap menerima bantuan dari pihak mana pun yang mau membantu. Termasuk menyiapkan anggaran untuk membelinya jika ada yang menjual.

"Tadi yang diajukan satgas ke saya ada Rp 10 miliar. Jadi kalau ada yang mau jual APD, kita siap beli," katanya.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi M Ishak mengungkapkan, bantuan 2.000 APD berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sebelumnya, Kaltim disebut tidak mendapatkan APD dari BNPB. Namun, akhirnya Kaltim juga kebagian. Selain itu, kemarin Kaltim mendapat bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Bantuan itu berupa 60 paket APD tanpa kacamata google. Termasuk 250 pasang baju hazmat.

Sementara itu, hingga kemarin (25/3), laju pertambahan jumlah pasien positif terjangkit virus corona belum melambat. Ada 1.906 kasus orang dalam pemantauan (ODP). Sebanyak 466 sudah selesai pemantauan dan 1.440 masih berproses. Sedangkan, penambahan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 5 kasus. Yaitu, 2 pasien dilaporkan dari Berau. Kemudian, 1 pasien dari Kabupaten Kutai Kartanegara dan 2 pasien dari Paser.

"Laporan baru ini tidak terhubung dengan klaster yang sudah terkonfirmasi Covid-19 sebelumnya. Saat ini pasien-pasien tersebut mendapatkan perawatan isolasi di rumah sakit daerah masing-masing," jelas Andi dalam rilisnya.

Tak ada yang positif, namun penambahan hasil negatif sampai dengan kemarin (25/3) sebanyak 2 kasus. Pertama satu kasus dari Berau yang mempunyai riwayat mengikuti pertemuan sidang tahunan Sinode di Bogor dan satu kasus dari Balikpapan yang mempunyai riwayat perjalanan dari Jakarta.

Sehingga, total PDP ada 64 dengan 26 negatif, 11 positif, dan 27 masih menunggu hasil. Sementara itu, dikatakan Gubernur Isran Noor, ada Rp 30 miliar dana yang sejauh ini bisa digelontorkan untuk penanganan Covid-19 di Kaltim.

Dana Rp 30 miliar ini berasal dari pergeseran beberapa pos anggaran. "Saya dengan DPRD akan bekerja sama," kata Isran. Dana Rp 30 miliar ini, disebut Isran baru sebagian saja. Sebab, itu dana yang sudah siap. Namun, bisa bertambah lagi karena pemprov bekerja sama dengan DPRD Kaltim, pemerintah kabupaten/kota, DPRD kabupaten/kota, untuk melakukan pergeseran anggaran.

Merespons hal itu, legislator DPRD Kaltim, Andi Harun mengatakan, pemprov dan DPRD akan menyetujui anggaran mendahului APBD perubahan untuk APD. "Saya dan Pak Gubernur sudah komunikasi dalam waktu dekat, kita setuju mendahului APBD perubahan. Regulasi diperbolehkan," kata Andi. (nyc/rdh/riz/k8)


BACA JUGA

Selasa, 31 Maret 2020 19:23

Pasien Positif Corona di Balikpapan Sudah 15 Orang

SAMARINDA - Jumlah pasien positif virus Corona covid-19 di kota…

Selasa, 31 Maret 2020 14:52

PMI di Malaysia Terdampak Lock Down, Semakin Sulit Dapat Bantuan

JAKARTA- Kondisi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia semakin sulit.…

Selasa, 31 Maret 2020 14:50

Gugus Tugas Harus dijabat Kepala Daerah

JAKARTA- Kepala Daerah ditingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi harus memimpin langsung…

Selasa, 31 Maret 2020 12:33

Anies Sebut Kasus Covid-19 Jakarta Mengkhawatirkan

JAKARTA  – Kasus corona virus disease (COVID-19) di Jakarta terus…

Senin, 30 Maret 2020 21:52

Samarinda Berlakukan Jam Malam, Tutup Jalur ke Balikpapan dan Pelabuhan Penumpang

SAMARINDA - Pemerintah Kota Samarinda akan menutup terbatas beberapa jalur…

Senin, 30 Maret 2020 17:25

AKHIRNYA....Presiden Jokowi Minta Pembatasan Sosial Skala Besar

JAKARTA- Akhirnya, lewat akun YouTube Sekretariat Presiden, Presiden Joko Widodo…

Senin, 30 Maret 2020 17:11

Update Corona, 30 Maret 2020: Total Positif Virus Corona di Indonesia 1.414 Orang

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyebut pihaknya…

Senin, 30 Maret 2020 15:11

Jenazah Pasien Corona Dibungkus Plastik Kedap Air

KEMATIAN pertama pasien positif virus corona di Kaltim disampaikan secara…

Senin, 30 Maret 2020 15:06

DUH..!! Wabah Corona di Kaltim Sudah Transmisi Lokal

SAMARINDA–Penularan virus corona atau Covid-19 di Balikpapan kini dalam kategori…

Senin, 30 Maret 2020 15:05

Ekonomi Terdampak Corona, tapi Hanya Jangka Pendek

SELAIN mencegah persebaran virus korona, lockdown atau karantina wilayah memiliki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers