MANAGED BY:
RABU
05 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Kamis, 26 Maret 2020 14:32
UMKM Sulit Urus Sertifikasi Halal

Berharap Pengakuan Cukup dari Daerah

mengurus sertifikasi halal ini tak semudah yang dibayangkan. Bahkan ada yang sudah menjalankan usaha sekitar 15 tahun saja masih susah mendapat sertifikasi halal.

PROKAL.CO,

BALIKPAPAN – Berdasarkan UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang jaminan produk halal (JPH) semua produk wajib memiliki sertifikat halal. Namun kenyataannya, kepengurusan sertifikasi halal ini dinilai cukup rumit. Terutama bagi kalangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Balikpapan Ernawati Gaffar mengatakan, mengurus sertifikasi halal ini tak semudah yang dibayangkan. Bahkan ada yang sudah menjalankan usaha sekitar 15 tahun saja masih susah mendapat sertifikasi halal. Dia menuturkan, ada banyak faktor yang membuat aturan ini susah diterapkan di daerah.

“Tapi kalau dari pusat susah, kalau tidak ada MoU dengan MUI sulit,” ucapnya. Contohnya saat ini yang sudah memiliki memorandum of understanding (MoU) dengan MUI adalah Pertamina dan Pegadaian. Kemungkinan dari dua perusahaan itu bisa membantu pengusaha mengurus sertifikasi halal.

Mengatasi hal ini, dia berharap ada kebijakan lunak dari pemerintah. Misalnya untuk UMKM yang mungkin tidak sanggup mengurus sertifikasi halal di pusat, mengingat biaya kepengurusan besar. “Bolak balik ke Jakarta memenuhi syaratnya butuh biaya besar. Kita butuh laboratorium juga untuk cek halalnya karena di daerah belum ada,” jelasnya.

Menurutnya, mungkin sertifikasi halal untuk UMKM bisa diakui cukup dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM). Opsi lainnya mungkin ada sertifikasi halal yang bisa dikeluarkan dari pemerintah daerah setempat saja. “Misalnya dalam pengajuan produk, dinas terkait bisa memudahkan dalam pengecekan atau survei,” ujarnya.

Sehingga meski tidak punya sertifikasi halal dari MUI, ada pengakuan halal dari dinas setempat untuk kelas UMKM. “Kita bisa pastikan produk kita halal, tapi untuk sertifikasi kehalalan itu yang susah didapat. Jadi mungkin cukup dari daerah,” sebutnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers