MANAGED BY:
SENIN
26 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 25 Maret 2020 14:01
Kisah Karina, Perantauan asal Samarinda yang Merasakan Lockdown di Filipina

Ada Warga Tak Digaji karena di Rumah, Kehidupan Dijamin Pemerintah

Karina Aisyah

Bahkan masyarakat di sana sempat mengalami panic buying saat lockdown masih dibincangkan, belum resmi diberlakukan. Namun untuk Kota Pasig, salah satu kota di Filipina itu sempat memberlakukan undang-undang anti panic buying. Setelah pemberlakuan lockdown, beberapa restoran masih buka untuk layanan pesan antar saja.

Menurutnya pasokan pangan masih cukup karena masih termasuk essential goods. Namun untuk barang-barang khusus, dia mengakui agak susah dijangkau. “Misalnya saya hanya pakai produk yang animal cruelty free. Sekarang barang-barang seperti itu susah didapat. Saya suka makan, jadi kalau craving harus ditahan-tahan dulu,” imbuh perempuan yang menuntaskan pendidikan SD sampai SMA di Samarinda itu.

Namun tidak semua masyarakat benar-benar mengalami lockdown. Bagi pekerja seperti petugas supermarket, petugas sampah, jasa kirim atau tenaga medis masih bekerja dalam situasi seperti ini. Sedangkan perusahaan, termasuk IBM tempatnya bekerja sudah mendorong karyawan bekerja di rumah.

“Sayangnya, ada beberapa perusahaan yang sistem upahnya no work no pay. Jadi karyawan perusahaan tersebut tidak dapat gaji selama quarantine,” kata perempuan kelahiran Balikpapan itu. Namun dia mendengar kabar, Pemerintah Filipina akan memberikan tunjangan untuk orang-orang yang tidak dapat pemasukan selama quarantine.

Karina sendiri sehari-hari masih bekerja dari rumah. Sebelum lockdown, dia juga sudah kerap menyelesaikan pekerjaan dari rumah. Sehingga tidak begitu merasakan perbedaan saat lockdown diberlakukan. Sedangkan di luar jam kerja, dia mengisi waktu luang dengan hal positif.

Misalnya bersih-bersih, mencoba hobi baru, hingga lebih sering kontak keluarga di Samarinda. “Sebelumnya saya telepon keluarga paling banyak sebulan sekali. Tapi sekarang saya telepon mereka setiap hari untuk mengecek kabar,” ungkapnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Senin, 26 Oktober 2020 16:14

Menumpuk di Kota karena Bisa Buka Praktik

DATA Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat pada 2019, Kaltim memiliki…

Senin, 26 Oktober 2020 16:12

Kisah Dokter sebagai Garda Terdepan Penanganan Covid-19, Perjuangan Ekstra di Era Corona

Perayaan Hari Dokter Nasional tahun ini terasa berbeda. Bahkan, para…

Senin, 26 Oktober 2020 14:15

Rp 252 Triliun APBD Didepositokan Pemda, KPK Selidiki Modus Deposito APBD

JAKARTA- Kebijakan sejumlah pemerintah daerah yang menempatkan Anggaran Pendapatan dan…

Senin, 26 Oktober 2020 11:06

Kualitas Demokrasi Indonesia Menurun, Publik Takut Berpendapat, Aparat Semena-mena

JAKARTA– Kualitas demokrasi Indonesia dinilai mengalami penurunan. Itulah hasil survei…

Senin, 26 Oktober 2020 11:01

Imbas Pandemi, Puluhan Perusahaan di Kaltim Tumbang

Tak hanya banyak pekerja yang dirumahkan, masuknya virus corona di…

Sabtu, 24 Oktober 2020 13:58

Proyek-Proyek APBN Masih Berjalan

SAMARINDA–Perlambatan ekonomi membuat APBD Kaltim 2021 melorot. Jelang disahkan, angkanya…

Sabtu, 24 Oktober 2020 13:57

Cadangan Batu Bara Kaltim 4,6 Miliar Metrik Ton

SAMARINDA–Realisasi produksi batu bara Kaltim dari tahun ke tahun naik-turun.…

Sabtu, 24 Oktober 2020 12:33

Realisasi Pajak Batu Bara Minus 36 Persen

SAMARINDA-Dominasi pertambangan baru bara terhadap perekonomian Kaltim bukan hal baru.…

Sabtu, 24 Oktober 2020 12:32

Vaksin Tak Langsung Dongkrak Ekonomi Kaltim

SAMARINDA-Vaksin rencananya didistribusikan secepatnya. Namun, langkah ini dinilai tak akan…

Sabtu, 24 Oktober 2020 11:14
Dari Duel Akbar UFC 254

Hapus Keraguan, Ujian Terbesar Khabib

Duel UFC 254 Khabib Nurmagomedov vs Justin Gaethje bakal berlangsung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers