MANAGED BY:
MINGGU
31 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Rabu, 25 Maret 2020 13:15
AS Kini Pelit untuk Afghanistan, Gagal Satukan Ghani-Abdullah
Ashraf Ghani

PROKAL.CO, KABUL  – AS, sekali lagi, menggunakan uang sebagai ancaman. Senin (23/3) Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menyatakan bahwa pihaknya memotong bantuan untuk Afghanistan. ’’Hukuman’’ itu muncul lantaran pemerintah Afghanistan tak mau menurutinya. Yaitu, menyelesaikan sengketa klaim kekuasaan dan membentuk pemerintahan inklusif.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dan lawannya, Abdullah Abdullah, sama-sama mengklaim telah menang dalam pemilu tahun lalu. Mereka juga menggelar inaugurasi sendiri-sendiri demi mengklaim kemenangan. Pompeo sengaja terbang ke Kabul dan menemui keduanya secara terpisah. Dia berharap, jika pemerintahan yang utuh terbentuk, pembicaraan damai dengan Taliban yang diinisiasi AS bisa berjalan. Nyatanya, perjalanan Pompeo ke Kabul berakhir sia-sia.

Kesal, Pompeo langsung memangkas USD 1 miliar (Rp 16,5 triliun) bantuan untuk Afghanistan tahun ini. AS juga bersiap memotong bantuan tahun depan dengan nominal yang sama.

’’Kami sedang meninjau semua program dan proyek guna menentukan tambahan pengurangan dan meninjau ulang janji kami untuk menjadi donatur konferensi Afghanistan,’’ terang Pompeo pasca berkunjung ke Kabul seperti dikutip Al Jazeera.

Pompeo menegaskan bahwa kegagalan Afghanistan dalam membentuk pemerintahan telah melukai hubungan kedua negara. Selain itu, dianggap tidak menghormati tentara Afghanistan, AS, dan koalisi yang sudah mengorbankan harta dan nyawa untuk membangun masa depan negara tersebut.

Perebutan kekuasaan di Afghanistan bukan kali pertama terjadi. Pada 2014, Ghani dan Abdullah juga sama-sama mengklaim kemenangan. Menlu AS kala itu, John Kerry, juga terbang ke Kabul untuk menjembatani keduanya. Hasilnya adalah kesepakatan untuk berbagi kekuasaan. Itulah yang diinginkan Pompeo.

Agence France-Presse mengungkapkan, dalam perjalanan pulang, Pompeo mampir ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar. Itu adalah markas tentara AS di negara tersebut. Dalam kunjungan sekitar satu jam itu, Pompeo bertemu dengan tiga pemimpin Taliban. Salah satunya adalah Mullah Baradar yang merupakan ketua tim negosiator Taliban. Pompeo adalah pejabat tertinggi AS yang pernah bertemu dengan Taliban.

Pompeo berjanji kepada Taliban bahwa AS tidak akan mengubah rencananya. Yaitu, menarik 13 ribu pasukannya dari Afghanistan tahun depan. Penarikan pasukan itu menjadi prasyarat Taliban untuk memulai pembicaraan damai dengan pemerintah Afghanistan.

Versi Pompeo, Taliban sudah memenuhi janjinya. Yaitu, tidak menyerang pasukan AS. Karena itu, Negeri Paman Sam juga akan menjaga komitmennya untuk menarik pasukan. ’’Kami tetap dengan rencana itu selama level kekerasan (yang dilakukan Taliban, Red) tetap di ambang batas,’’ ujarnya.

Sejak Presiden AS Donald Trump berkuasa, dia ingin sekali mengakhiri perang di Afghanistan. Itu adalah perang terlama yang melibatkan tentara AS. Sejak AS terjun pada 2001 untuk menggulingkan Taliban, puluhan ribu orang terbunuh. Termasuk 32 ribu penduduk sipil. Sejak saat itu pula, AS belum bisa membawa perdamaian di Afghanistan.

Jalan menuju perdamaian di Afghanistan masih panjang. Sesuai dengan perjanjian AS-Taliban, langkah selanjutnya adalah pertukaran tawanan. Sebanyak 5 ribu pasukan Taliban yang ditawan pemerintah Afghanistan harus dibebaskan. Sebagai gantinya, seribu tentara Afghanistan di tangan Taliban juga akan dibebaskan.

Pertukaran tawanan itu adalah cara untuk menunjukkan bahwa kedua pihak saling percaya dan siap memulai lembaran baru. Namun, Ghani enggan melakukannya. Dia memilih untuk membebaskan 1.500 tahanan Taliban saja. Kelompok yang dilabeli sebagai militan itu tidak mau. AS dikabarkan masih menekan pemerintah Afghanistan terkait dengan pembebasan tersebut. (sha/c19/dos)


BACA JUGA

Jumat, 29 Mei 2020 14:42

Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka

SETELAH ditutup selama lebih dari dua bulan, akibat pandemi virus…

Jumat, 29 Mei 2020 14:41

Jamin Perawatan Turis jika Tertular Covid-19

NIKOSIA–Jaminan. Itulah yang diberikan pemerintah Siprus untuk menggeliatkan lagi perekonomiannya.…

Jumat, 29 Mei 2020 14:40

Tiongkok Sahkan UU Keamanan, Amerika MengancamSehari Sebelumnya

Pemerintah Tiongkok tak menggubris tekanan internasional terkait nasib demokrasi Hongkong.…

Jumat, 29 Mei 2020 13:04

Kok Bisa ? Kiriman Paket Terlambat 8 Tahun

Pegawai Canada Post ini berusaha menjaga amanah. Dia tetap mengantarkan…

Kamis, 28 Mei 2020 14:23

Uji Terapi Ganja pada Bayi

LONDON– Oscar Parodi akan merasakan ganja pertamanya. Tentu saja bukan…

Kamis, 28 Mei 2020 13:17

Tolak RUU Berbalas Peluru

HONGKONG– Covid-19 reda, ganti demonstran yang membara. Kemarin (27/5) massa…

Kamis, 28 Mei 2020 11:52

Pintu Masjid dan Gereja Mulai Terbuka

MASJID-masjid di Arab Saudi akan kembali dibuka. Kemarin (26/5) pemerintah…

Kamis, 28 Mei 2020 11:50

Tas Perjalanan Senilai RP 708,7 Juta

PARIS- Tas tersebut biasa. Bahannya kayu dan kulit. Yang tidak…

Kamis, 28 Mei 2020 10:32

Pasca Kematian, Model Ini Malah Dihujat Warganet

KARACHI – Rest in peace (RIP). Doa itu biasanya memenuhi…

Kamis, 28 Mei 2020 10:29

Membangun Optimisme di Tengah Pandemi

Berbagai negara sudah melonggarkan kebijakan terkait dengan pencegahan penularan Covid-19.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers