MANAGED BY:
RABU
01 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Senin, 23 Maret 2020 14:19
Redi Pamuji, Anak Samarinda di Kapal Pesiar Terbesar di Dunia (2-Habis)
Dengan Burger Tujuh Orang Layani Lima Ribu Penumpang

PROKAL.CO, Karena masa pandemik Covid-19 belum jelas sampai kapan, jadwal kembali naik dan berlayar bersama Carnival Horizon dijadwal ulang. Masa Rere mendarat di Samarinda mestinya habis 15 April nanti. Tapi sangat mungkin diperpanjang.

 

SYAFRIL TEHA NOER, Samarinda

 

HARI ke hari berikutnya tak terasa berlalu dengan cepat. Semula hanya karena dorongan ayah, sekarang dia rasakan keasyikan pekerjaan dapur yang dilatihkan di SMK 6 Samarinda itu.

Tentu, setelah mengalami sejumlah kegagalan; masak nasi mentah, goreng kacang gosong, merebus daging alot, atau masak sup keasinan. Sempat ragu gara-gara pemeo bahwa bakat adalah penentu keberhasilan, kini dia dapati kearifan baru; bahwa belajar dan berlatih keras pun sangat menentukan.

Predikat tukang masak atau chef dengan topi tinggi putih (togue) tingkat awal sudah diraihnya. Tiap pulang kampung, di dalam acara-acara keluarga besar almarhum Abdul Latif Salam, Rere --panggilan akrab Redi Pamuji-- mulai jadi andalan dan rujukan. Bahkan sekadar untuk racikan acar ketimun.

Tamat dari SMK 6 Samarinda, Rere kuliah di Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (Stipram) Yogyakarta, mengambil Diploma 3 Jurusan Tata Boga. Setelah tamat lanjut ke jenjang strata satu Jurusan Perhotelan.

Tak ada kesulitan berarti. Hanya satu perbedaan yang dialaminya, dibanding pengalamannya di SMK 6, yakni untuk mata kegiatan praktik kerja. Sebelumnya cukup di Bali dan Lombok. Kini di Kuala Lumpur, selama enam bulan. Kemudian magang di Singapura dan Bangkok, Thailand.

Tak mau cuma mengandalkan bangku sekolah dan kuliah, Rere merasa pengayaan keterampilan harus juga diburu ke tempat-tempat lain. Dia bercerita, “Saya lalu magang di rumah makan, kerja di restoran, menyerap ilmu dan pengalaman dari para chef. Cukup antara 3 sampai 6 bulan di satu restoran, lalu pindah ke restoran lain".

Dengan begitu, dia peroleh racikan yang lebih spesifik. Misalnya sauce untuk masakan Eropa. Juga masakan Tiongkok yang kaya bumbu.

Selesai kuliah dan wisuda tahun 2017, demi memenuhi persyaratan bekerja di kapal pesiar, Rere mengikuti kursus di Lembaga Pendidikan Carnival Jogjakarta. Kursus itu berlangsung enam bulan, dilengkapi pendidikan lanjutan di sekolah pelayaran di Semarang. Lulus beberapa tes di Bali dan di Jakarta, plus dapat visa dari Kedutaan Besar Amerika Serikat, dia pun berangkat untuk bekerja di Negeri Paman Sam.

Biaya yang diperlukan untuk itu ternyata lumayan besar. Biaya kursus di lembaga pelatihan saja tak kurang Rp 20-an juta. Sebesar itu pula untuk kursus kecakapan untuk mendapat sertifikat dan buku pelaut. Tes di Bali dan Jakarta, membuat visa, serta tiket tak kurang dari Rp 25-an juta.

Namun, agaknya sebanding belaka. Rere sudah bisa memulai pengalamannya dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng. Terbang selama lima setengah jam ke Taiwan Taoyuan International Airport di Taiwan. Dari sana, setelah menunggu enam jam, menuju Los Angles, Amerika Serikat. Penerbangan menyeberangi Samudra Atlantik itu berlangsung 15 jam. Dari Los Angeles terbang lagi ke Houston, ganti pesawat, lanjut ke Miami.

Tak kurang dari dua hari dua malam dia melayang di langit untuk sampai ke Tanjung Canaveral Florida yang bersuhu hangat itu.

Kenyataan tidak seindah mimpi. Beratnya ujian di bangku sekolah dan kuliah rupanya masih belum seberapa dibanding realitas yang kemudian dihadapinya. Pekerjaan di restoran-restoran di Indonesia tiba-tiba menjadi amat ringan. Hanya sibuk ketika pelanggan datang. Itu pun terbilang sedikit jumlahnya.

“Yang saya naiki ini adalah salah satu kapal pesiar terbesar di dunia. Namanya Carnival Horizon (CH). Masih muda. Berbendera Panama. Usianya baru dua tahun. Pembangunannya selesai 2018 lalu. Beratnya 140 ribu ton. Panjangnya 322 meter, konon lebih panjang 100 meter dibanding kapal legendaris Titanic. Tingginya 16 dek, mampu mengangkut 5 ribu penumpang. Jumlah awaknya 1.400 orang,” papar Rere.

Mewujudkan slogan sebagai fun ship fasilitas di CH fantastis. Dilengkapi fitur teknologi mutakhir, seperti gelang RFID, Ipad check in, internet berkecepatan tinggi. Dek paling atas kapal milik Carnival Cruise Lines itu dilengkapi dua dinding rock climbing, flying fox, sky ride, IMAX Theatre, kolam renang, lapangan basket, lapangan golf mini, gelanggang ice skating, dan wahana waterboom.

Di dalam lambungnya terdapat air mancur setinggi tiga lantai, lantai terbawahnya dilengkapi hutan mini dengan berbagai jenis tanaman.

Kapal yang dibangun di galangan kapal Fincantieri, Marghera, Italia, itu juga dilengkapi dengan 20 stasiun makan, bar, 15 kabin studio cinema/teater yang menampilkan konser musik kelas dunia, sulap, dan atraksi menarik lainnya. Di antara semua yang paling diidolakan penumpang adalah bar dan ruang judi/kasino yang menyalurkan hasrat penumpang mengalahkan bandar judi.

Keindahan CH memuncak saat malam tiba. Jutaan lampu hias warna-warni, berkelap-kelip, menerobos laut tenang, mengitari gugus-gugus kepulauan Grand Cayman, Grand Turk, Caicos, Curasao, Cozumel di Meksiko, Aruba, Kuba, dan negara-negara di keluasan Laut Karibia. Pemandangan dari satu ke lain perairan, kata Rere, mirip dengan yang tergambar dalam film Pirates of Caribbean, di mana Johnny Depp bermain sebagai kapten Jack Sparrow.

Namun, itu semua adalah kenikmatan bagi para penumpang. Di bulan-bulan pertama kerja di CH terasa berat. Rere menuturkan, “Kami harus melayani tak kurang dari 5.000 penumpang sekali trip pelayaran. Kerja mulai pukul 04.00–06.00, istirahat, lalu pukul 11.00 sampai pukul 19.00 kerja lagi, tiada henti.”

Dia mengaku, mengangkat berkarung-karung kentang, lalu mengupasnya. Memanggang daging (grill) lumayan banyak, hampir 1 ton. Lantas membuat burger yang jumlahnya juga fantastis, 7 ribu porsi berukuran jumbo. “Leadman yang rata-rata orang India tak pernah berhenti memerintah dan ngomel dalam bahasa Inggris logat India,” ucapnya.

Selama bekerja tak ada waktu untuk mengobrol atau bercanda. Bukannya tak ingin. Tapi semua telanjur sibuk. Tidak ada waktu terbuang. Untungnya, sebagian besar kru adalah orang Indonesia–terbanyak dari Bali dan Lombok.

Mereka terbagi dalam sejumlah tim dengan tugas-tugas khusus. Tim yang menyiapkan burger, misalnya, terdiri atas tujuh orang dengan satu leadman, menyiapkan 7 ribu porsi burger. Mereka bekerja dari pukul 11.00–18.00. “Bayangkan keseruan tujuh orang menghadapi lima ribuan penumpang penggemar burger,” katanya.

Kontrak pertama yang ditekennya berlaku untuk sembilan bulan. Dalam kurun itu, dia dirotasi. Berkat kemampuan yang dinilai memadai, dipindah ke bagian yang lebih memerlukan keterampilan memasak.

Pada kontrak kedua nanti dia berhak mengenakan bed bertuliskan comis (cook). Bed itu biasanya baru diperoleh kru yang sudah tiga tahun bekerja di kapal. Dengan itu semua, biaya pulang ke Tanah Air dan kembali ke kapal ditanggung manajemen CH.

Sejak 19 Januari lalu Rere menjalani cuti pertama untuk petualangannya yang pertama bersama CH, sejak mulai bekerja 5 April tahun lalu. Sesungguhnya itu cuti biasa. Normal. Namun, begitu pandemik Covid-19 merebak, seluruh pelayaran dihentikan.

Semua anak buah kapal (ABK) diminta tetap di kapal. Gaji mereka terpotong 25 persen, karena praktis tanpa kegiatan. Namun, kebanyakan menolak, hingga akhirnya dipulangkan ke negara asal masing-masing.

Mereka diminta kembali bergabung ke CH, di mana pun sedang merapat --Miami, New York, San Fransisco, Tampa, Orlando, atau pelabuhan-pelabuhan lain. Mestinya mulai 19 April nanti. Namun, oleh sebab masa pandemik yang belum jelas sampai kapan, jadwal kembali naik kapal itu pun dijadwal ulang.

Dia belum tahu, setelah semua kembali normal, apa yang nanti akan dialami. Semua bergantung pada negeri mana yang dijelajahi untuk timba demi timba pengalaman. Mungkin Prancis yang ditahbiskan sebagai negeri kuliner, atau Venesia Italia yang romantis.

Satu yang selalu coba diingatnya adalah nasihat sang ayah, Herman Ashari Salam, “Hidupmu harus bertujuan. Untuk itu, kamu perlu kerja keras dan cerdas. Tentu tidak semua akan berjalan mulus. Penuh liku-liku dan bisa saja membuatmu bertemu kejutan-kejutan tak terduga. Mungkin susah, tapi kan juga mungkin senang? Maka jalani sajalah.” (rom/k16)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 26 Januari 2020 11:05

Lebih Dekat dengan Aktivis Lingkungan Muda Aeshina Azzahra Aqilani

Terlahir dari orang tua yang merupakan pejuang lingkungan memunculkan kepedulian…

Senin, 20 Januari 2020 14:19
Menikmati Family Fun Rally Sambut Kejuaraan Provinsi Kaltim 2020

Memperkuat Pariwisata, Ingin Lebih Banyak Orang Datang ke Balikpapan

Family Fun Rally 2020 gelaran Kaltim Post berakhir meriah, Ahad…

Kamis, 16 Januari 2020 16:10

Cerita Mengharukan, Kembar Identik yang Terpisah 16 Tahun Akhirnya Bertemu

Kisah hidup dua remaja kembar ini begitu mengharukan. Enam belas…

Rabu, 15 Januari 2020 13:45
Keraton Baru ”Calon Pemersatu Dunia”, Nasibmu Kini...

Nasib Keraton Agung Sejagat, "Keraton" Disegel Pemkab, Sang Raja dan Ratu Ditangkap Polisi

Keraton Agung Sejagat boleh menyebut diri sebagai pendamai bumi, pemulih…

Selasa, 14 Januari 2020 14:39

Inovator Semen Geo Fast Sotya Astuningsih, Pakai Limbah Smelter, 5 Jam Sudah Kuat

Semen biasa butuh waktu 28 hari untuk bisa kuat optimal.…

Jumat, 27 Desember 2019 00:24
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (4-habis)

Warisan Tiongkok-Thailand hingga Surga Belanja Tepi Sungai

Sungai Chao Phraya adalah nadi kehidupan dan transportasi di Bangkok.…

Jumat, 27 Desember 2019 00:21
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (3)

Berpose di Puncak Tertinggi, Selfie dengan 75 Tokoh Sedunia

PIngin berjalan di atas kaca dari tinggi 314 meter? Menyaksikan…

Jumat, 27 Desember 2019 00:19
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (2)

Balet Atas Air dan Habiskan Malam bersama Waria

Informasi umum jika Thailand populer dengan waria atau lady boys…

Jumat, 27 Desember 2019 00:16
Wisata Baru Negeri Gajah Putih (1)

Taman Terluas Se-Asia Tenggara hingga Lukisan Bergerak

Pattaya dikenal sebagai kota wisata dengan hiburan malam tiada henti.…

Kamis, 26 Desember 2019 11:34

Kiprah Bripka Riko Rizki Masri dan FKPM Teman Hati

Membantu sesama tak perlu menunggu punya jabatan tinggi atau uang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers