MANAGED BY:
JUMAT
05 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Senin, 23 Maret 2020 11:13
Jeritan WNI karena Lockdown oleh Diraja Malaysia
WNI yang antre untuk pulang ke Kepulauan Riau, setelah Malaysia melakukan lockdown.

PROKAL.CO, MERANTI - Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kepulauan Meranti kelimpungan ingin pulang ke tanah air. Kapal penuh sesaat detik akhir Pemerintah Diraja Malaysia menutup akses masuk dan keluar dari negara mereka sepekan setelah status lockdown, 18 Maret 2020 lalu. Antrian WNI untuk pulang kampung halaman mengular setelah beberapa jalur ditutup. Seperti Pelabuhan Minyak Beku, Batu Pahat, Malaysia, tujuan Kepulauan Meranti yang telah ditutup, sejak Sabtu (21/3/20) kemarin. Begitu juga dari sana menuju Kabupaten Bengkalis.

Kondisi itu disebabkan oleh pademi corona atau wabah Covid-19 di sana yang semakin mengawatirkan. Saat Minggu (22/3/20) hanya menyisakan beberapa pintu saja yang masih terbuka: Seperti Pelabuhan Kukup, dan Pelabuhan Puteri Harbour, Johor Malaysia yang menyediakan akses para WNI untuk pulang ke Indonesia menuju Tj. Balai Karimun dan Batam Kepri. Kondisi itu dibeberkan oleh salah seorang WNI kepada Riau Pos, Minggu (22/3/20) siang.

""Beberapa jalur sudah tutup. Jalur Malaysia tujuan Meranti, Malaysia tujuan Bengkalis sudah tutup semalam. Akibatnya terjadi penumpukan WNI yang akan pulang ke Riau dan Riau Kepri.

 Terkhusus WNI asal Kepulauan Meranti ketika antrian tersebut berlangsung ada ratusan yang dikenal. Dan Kebanyak dari kami belum bisa pulang karena kapal penuh, setelah kebijakan lockdown," ungkapnya. Bahkan dia mengaku telah menerima informasi jika pemerintah Malaysia juga akan melakukan hal yang sama untuk menutup Pelabuhan Kukup, dan Pelabuhan Puteri Harbour, Johor.

"Kabar yang kami terima, dalam waktu dekat dua jalur yang saat ini masih buka kemungkinan besar juga akan ditutup dalam waktu dekat, ujarnya. Beruntung ia dan beberapa teman telah dapat tiket. Sehingga asumsinya besok telah dipastikan bisa pulang. "Kami dan beberapa teman kami yang sudah beli tiket. Bahkan dalam memastikan keberadaan kapal, beberapa diantaranya terpaksa bermalam di pelabuhan hingga kapal bersandar," ujarnya.

Ia bercerita, di Malaysia kebanyakan WNI tersebut bekerja sebagai TKI dengan status pengunjung dengan batas waktu 30 hari. Untuk menghindari resiko, dia memastikan status yang sama harus kembali ke tanah air sebelum 30 hari.

"Rata-rata TKI. Jadi kami harus pulang sebelum 30 hari masuk ke Malaysia. Yang di khawatirkan hanya itu. Jika tak ada kapal tentu jadi resiko. Mau tak mau ya harus pulang sebelum pintunya ditutup," ujarnya. Kondisi yang sama juga dikeluhkan oleh WNI asal Meranti di sejumlah media sosial. Adalah pemilik akun Facebook, Syaiful Adrian Disky. Tulisan status yang dimuat sebagai berikut: "buat pemerintah, tolong kami warga meranti nak balik kampung halaman, tapi kapal tak bisa jalan. Kami tak mau matikan paspor di sini".

KSOP Pintu keluar Malaysia-Meranti Telah Ditutup

 

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) semula tekah menghimbau seluruh warga negera indonesia (WNI) asal Kepulauan Meranti untuk pulang. 

Selain itu upaya untuk memulangkan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Malaysia terus dilakukan, mengingat negara tersebut telah mengunci pintu masuk dan keluar dari sana. Langkah tersebut dibeberkan oleh Petugas Keselamatan Berlayar KSOP Selatpanjang Suharto kepada Riau Pos.   

"Malaysia telah menutup jalur masuk dan keluar dari negara mereka sejak penetapan lockdown beberapa hari lalu," ujarnya. Ia membeberkan jika Senin (16/3/20) kemarin, pemerintah Malaysia telah menutup akses ke Indonesia. Sehingga kapal langsung dari Meranti ke Batu Pahat Malaysia stop jalan. Setelah berkordinasi, pemerintah Malaysia bersedia memberikan dispensasi.  

"Namun berhubung masyarakat kita masih banyak di Batu Pahat kerja di sana yang akan pulang. Sehingga kita diberi dispensasi dua trip lagi untuk menjemput masyarakat kita yang di Malaysia kembali ke Selatpanjang," ungkap Suharto. 

Untuk perjalanan ke Malaysia akan dilakukan hingga Sabtu (21/3/20) kemarin. Setelah itu stop, tidak akan beroperasi lagi dengan batas waktu yang tak ditentukan. 

Suharto memastikan bahwa penumpang ke luar dari Selatpanjang ke Malaysia tidak ada lagi. "Yang keluar tidak ada, jadi mereka jemput aja masyarakat kita yang di luar negeri kembali ke daerahnya di Selatpanjang," ujar Suharto. 

Hal ini juga dikatakan Suharto karena Negera Malaysia tidak lagi memperbolehkan warga luar masuk negaranya. Namun ia mengaku tidak tau berapa orang jumlah WNI yang saat ini berada di Malaysia. "Untuk itu kita masih belum mendapat jumlahnya dari pihak agen (kapal)," pungkas Suharto. 

Sejak terbitnya kebijakan pembatasan pergerakan (lockdown) oleh Pemerintah Malaysia, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Selatpanjang, Maryana menyatakan terdapat 337 warga negara Indonesia (WNI) asal Kepulauan Meranti yang telah pulang kampung halaman. 

"Itu untuk dua kali kedatangan dari Malaysia. untuk trip pertama 17 Maret 2020 kemarin yang pulang dari sana ada 91 WNI. Untuk 19 Maret 2020 diikuti 100 WNI, dan 21 Maret 2020 ada 146 orang warga Meranti yang pulang dari sana," ujarnya. 

Dari 337 WNI yang pulang, Selasa (17/3/20) kemarin sempat terdapat tiga orang WNA yang masuk ke Kepulauan Meranti. Namun satu hari setelah itu mereka kembali. 

"Satu hari di Meranti, setelah itu tiga WNA tersebut langsung pulang ke negara asalnya Malaysia. Ya, mereka bertiga saja yang menaiki Kapal Elugo kemarin," beber Maryana saat ditemui Riau Pos. 

Terkait pengawasan, Maryana mengaku pihaknya hanya melakukan pendataan saja. Itu pun menurut dia, hanya bagi WNI yang melangsungkan kedatangan atau keberangkatan melalui jalur internasional, Pelabuhan Tj. Harapan Selatpanjang. 

Terhadap jumlah WNI asal Meranti yang masih berada di Malaysia, Maryana mengaku tidak tau. Yang mengantongi data tersebut, menurutnya Konsulat Jenderal Republik Indonesia di sana. 

"Sama halnya jika jika terdapat WNI kita di Malaysia yang tidak ada akses untuk kembali, bisa juga mendatangi konsulat di sana," bebernya.(Wir)


BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2012 13:00

Edisi Ketiga UKW Luluskan 23 Wartawan KPG

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Uji Kompetensi Wartawan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers