MANAGED BY:
SELASA
26 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Jumat, 20 Maret 2020 12:15
Harun Masiku Terancam In Absentia

PROKAL.CO, JAKARTA – Dua tersangka kasus dugaan suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan naik ke tahap penuntutan kemarin (19/3). Yakni, tersangka pemberi suap Saiful Bahri dan Harun Masiku (eks caleg PDIP). Berkas penyidikan keduanya selesai dan telah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta di PN Jakarta Pusat.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menjelaskan, sejauh ini penyidik telah memeriksa 32 saksi untuk perkara dua tersangka tersebut. Jaksa penuntut umum (JPU) tengah menunggu penetapan jadwal sidang dari majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. ”Nanti kami infokan lebih lanjut soal hari sidangnya,” kata Ali di gedung KPK.

Ali menyebutkan, tidak tertutup kemungkinan 32 saksi yang diperiksa di penyidikan itu akan kembali dimintai keterangan dalam persidangan. Saksi tersebut, antara lain, Ketua KPU Arief Budiman, anggota KPU Evi Novida Ginting, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, dan anggota DPR Riezky Aprilia. ”Serta Pak Wahyu Setiawan (tersangka) sendiri,” paparnya.

Bagaimana dengan Harun Masiku yang masih buron sampai sekarang? Ali mengatakan, persidangan Harun dan Saiful akan di-split (splitsing perkara) atau dipisah. Dalam surat dakwaan, jaksa memasukkan pasal 55 ayat ke-1 KUHP untuk mengaitkan unsur ’’bersama-sama’’ terhadap Harun dan Saiful. ”Pak Saiful Bahri disidang terlebih dahulu tentunya,” ungkap Ali.

Sesuai aturan, Harun terancam menjalani peradilan in absentia. Sebab, Harun saat ini masuk daftar pencarian orang (DPO). Penentuan sidang in absentia itu merupakan ranah majelis hakim setelah upaya menghadirkan Harun ke meja hijau tak bisa dilakukan jaksa. ”Target kami tentu menangkap dan membawa (Harun Masiku) ke sidang,” imbuh Ali. Karena itu, Ali meminta Harun menyerahkan diri agar persidangan dapat berjalan seperti umumnya. Pun, Harun dapat membela diri di hadapan majelis hakim ketika tidak sejalan dengan dakwaan jaksa penuntut umum. ”Di situ (in absentia) tentu terdakwa kehilangan hak untuk membela diri, tidak ada kesempatan membela diri,” ujarnya. (tyo/c7/oni)


BACA JUGA

Senin, 25 Mei 2020 15:10

Pemenang Lelang Motor Jokowi Tegaskan Tidak Pernah Ngaku Pengusaha!

 M Nuh, pemenang lelang motor Gesits yang ditandatangani Presiden Jokowi…

Senin, 25 Mei 2020 15:07

Sempat Ketakutan, Pemenang Lelang Motor Presiden Minta Perlindungan Wali Kota Jambi

Pascaditetapkan sebagai pemenang lelang motor Presiden Jokowi, M Nuh yang…

Senin, 25 Mei 2020 11:45

Hoaks, Kemenlu Bantah Indonesia Di-lockdown Dunia

 Di media sosial (medsos) dan WhatsApp Group ramai beredar pesan…

Minggu, 24 Mei 2020 12:58

Sering Dipukul Istri dan Diludahi, Pria Ini Berdoa: Tolonglah Saya Malaikat Izrail, Cabut Nyawa Saya

Malang nasib Aslan Abdullah. Pria 70 tahun ini meratapi nasibnya.…

Minggu, 24 Mei 2020 11:46

Jutaan Data Penduduk Diduga Bocor Lewat Data Pemilih, Ini Kata KPU

JAKARTA - Kasus dugaan kebocoran data penduduk kembali terjadi. Kali…

Minggu, 24 Mei 2020 11:01

Pengamat : KPU Jangan Jadikan Wabah Sebagai Alasan Menunda Pilkada

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai,…

Minggu, 24 Mei 2020 10:53

Upaya Menembus Penyekatan Memuncak, Tertinggi di Jakarta 4 Ribu Kendaraan

JAKARTA -- Larangan mudik sudah hampir sebulan digaungkan. Namun, ternyata…

Minggu, 24 Mei 2020 10:48

Presiden-Wapres Tidak Gelar Open House

JAKARTA– Pandemi Covid-19 membuat suasana Idul Fitri bakal berbeda dari…

Sabtu, 23 Mei 2020 23:21

Akhirnya SMSI Sah Jadi Konstituen Dewan Pers, Siap Emban Amanah

JAKARTA — Segenap pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat…

Sabtu, 23 Mei 2020 11:32

Dilarang Mudik, PNS Harus Share Location Dua Kali Sehari

Jelang Idulfitri 1441 H, Pemprov Jawa Timur menerbitkan larangan mudik terhadap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers