MANAGED BY:
RABU
01 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Senin, 16 Maret 2020 10:42
Cerita Mahasiswa di India saat Corona Mewabah
Mahasiswa Panic Buying di Kantin, Mahasiswa Tanah Air Masak Sendiri

PROKAL.CO, Wahyu Mahesa Miarta, mahasiswa asal Madiun yang saat ini menempuh pendidikan Master of Science in Digital Society di International Institute of Information Technology Bangalore (IIITB), India, berbagi cerita ke Jawa Pos Radar Madiun.

 

NUR WACHID, JAWA POS RADAR MADIUN

 

UNDER LOCKDOWN. Kebijakan itu dikeluarkan kampus tempat Wahyu menimba ilmu, Sabtu lalu (14/3). Seluruh areal disterilisasi dan mahasiswa dilarang keluar. Sebaliknya, orang dari luar tak diizinkan masuk. Larangan itu juga diberlakukan bagi mahasiswa yang telanjur keluar areal kampus sebelum Sabtu.

Sejak diputuskan under lockdown, kegiatan belajar-mengajar dihentikan sementara. Rencananya, pembelajaran bakal diterapkan via daring. Sontak, kampus kenamaan itu seperti mati suri. ‘’Jalan-jalan juga ikut sepi,’’ kata Mahesa saat berkomunikasi via WhatsApp.

Saat ini Mahesa bersama mahasiswa Indonesia lainnya harus bertahan di asrama. Menjaga semangat di tengah kepungan serangan wabah korona bukan perkara mudah. Kepanikan mahasiswa kerap terlihat saat di kantin. Ada yang rela berbaris dalam antrean panjang. Ada pula yang sampai berebut makanan. ‘’Panic buying di kantin,’’ ujarnya.

Kendati demikian, untuk mahasiswa Indonesia dipastikan aman untuk urusan makan. Sebab, mereka memilih masak sendiri di asrama. Bahan bakunya mereka order melalui aplikasi Big Basket. ‘’Selanjutnya delivery,’’ terang pria kelahiran 1988 itu.

Pihak kampus juga menyediakan tim medis untuk melayani mahasiswa apabila mengalami symptoms. Di tengah kondisi itu, Mahesa sebenarnya cukup khawatir. Sebab, dia bersama mahasiswa Indonesia lainnya tidak tahu sampai kapan dapat bertahan di tengah situasi itu. ‘’Kami diisolasi, tidak boleh ke mana-mana,’’ tuturnya.

Sejak akhir pekan itu, kontak fisik juga dilarang. Sehingga, mahasiswa terkurung di kamar asrama. Dia mengakui harus berusaha menjaga semangat untuk dapat bertahan di tengah situasi itu. ‘’Beberapa hari sebelumnya, kami sempat ke apotek untuk beli masker dan hand sanitizer. Tapi sudah ludes,’’ ungkapnya.

Untuk mengisi waktu, Mahesa harus pandai-pandai mencari kesibukan. Seperti biasa, dia memasak, belajar, mengerjakan e-paper, baca jurnal, dan olahraga di kamar. Asal keluar keringat dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh, menurutnya itu cukup. ‘’Aktivitasnya di kamar masing-masing,’’ imbuhnya.

Mahesa justru mengkhawatirkan kondisi keluarganya di Indonesia. Dia selalu mengikuti perkembangan terkini penyebaran Covid-19 di tanah air. Dia sangat khawatir karena pemerintah Indonesia belum mengeluarkan kebijakan lockdown. Sementara virus terus menyebar. ‘’Meski khawatir, kami di sini cukup merasa aman,’’ ucapnya.

Apalagi, pemerintah State Karnataka, India, memerintahkan public space ditutup. Seperti mal, kantor, dan fasilitas publik lainnya. Dia bersama mahasiswa tanah air lain berharap kondisi cepat membaik. ‘’Saya selalu mengabarkan perkembangan kondisi di sini baik-baik saja. Kami juga rutin dicek temperatur suhu tubuh,’’ ungkapnya. ***(fin/c1)


BACA JUGA

Minggu, 26 Januari 2020 11:05

Lebih Dekat dengan Aktivis Lingkungan Muda Aeshina Azzahra Aqilani

Terlahir dari orang tua yang merupakan pejuang lingkungan memunculkan kepedulian…

Senin, 20 Januari 2020 14:19
Menikmati Family Fun Rally Sambut Kejuaraan Provinsi Kaltim 2020

Memperkuat Pariwisata, Ingin Lebih Banyak Orang Datang ke Balikpapan

Family Fun Rally 2020 gelaran Kaltim Post berakhir meriah, Ahad…

Kamis, 16 Januari 2020 16:10

Cerita Mengharukan, Kembar Identik yang Terpisah 16 Tahun Akhirnya Bertemu

Kisah hidup dua remaja kembar ini begitu mengharukan. Enam belas…

Rabu, 15 Januari 2020 13:45
Keraton Baru ”Calon Pemersatu Dunia”, Nasibmu Kini...

Nasib Keraton Agung Sejagat, "Keraton" Disegel Pemkab, Sang Raja dan Ratu Ditangkap Polisi

Keraton Agung Sejagat boleh menyebut diri sebagai pendamai bumi, pemulih…

Selasa, 14 Januari 2020 14:39

Inovator Semen Geo Fast Sotya Astuningsih, Pakai Limbah Smelter, 5 Jam Sudah Kuat

Semen biasa butuh waktu 28 hari untuk bisa kuat optimal.…

Jumat, 27 Desember 2019 00:24
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (4-habis)

Warisan Tiongkok-Thailand hingga Surga Belanja Tepi Sungai

Sungai Chao Phraya adalah nadi kehidupan dan transportasi di Bangkok.…

Jumat, 27 Desember 2019 00:21
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (3)

Berpose di Puncak Tertinggi, Selfie dengan 75 Tokoh Sedunia

PIngin berjalan di atas kaca dari tinggi 314 meter? Menyaksikan…

Jumat, 27 Desember 2019 00:19
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (2)

Balet Atas Air dan Habiskan Malam bersama Waria

Informasi umum jika Thailand populer dengan waria atau lady boys…

Jumat, 27 Desember 2019 00:16
Wisata Baru Negeri Gajah Putih (1)

Taman Terluas Se-Asia Tenggara hingga Lukisan Bergerak

Pattaya dikenal sebagai kota wisata dengan hiburan malam tiada henti.…

Kamis, 26 Desember 2019 11:34

Kiprah Bripka Riko Rizki Masri dan FKPM Teman Hati

Membantu sesama tak perlu menunggu punya jabatan tinggi atau uang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers