MANAGED BY:
MINGGU
31 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 10 Maret 2020 11:48
Cerita Perjalanan Dari Mesir Menginjakkan Kaki ke Palestina (1)
Lalui Pemeriksaan Ketat, Sempat Tegang saat Paspor Ditahan
Penulis saat berada di Al Quds, Palestina.

PROKAL.CO, Jalan menuju Palestina selalu tak mudah. Awak Kaltim Post melakukan perjalanan dari Mesir ke negara di Timur Tengah tersebut.

 

RUSDIANSYAH ARAS,

ADA banyak unsur kejutan menanti jamaah Malika Indonesia saat mereka bergerak dari Mesir ke tujuan utama Masjid Al-Aqsa di Palestina, Sabtu (29/2) siang. Saking dekatnya, rombongan cukup berjalan kaki dari Hilton International Hotel menuju Taba Border, wilayah perbatasan yang indah berada di tepi pantai, Laut Mati  --Bahrul Ahmar (Laut Merah).

Pukul 14.15 waktu setempat, jamaah Malika Indonesia berjumlah 36 orang sudah menginjak tapal batas wilayah yang menyerupai bibir seorang gadis cantik. Berputar melingkar, meliuk tipis-tipis.

Antara serius dan tidak, para penjaga di perbatasan Mesir sempat melempar senyum. Akhmed, petugas travel yang ikut mengawal dari Kairo melepas kami sampai di sini. Pria berpostur tinggi besar itu menyerahkan berkas peserta ziarah kepada Rozi Munadi , pimpinan cabang travel umrah dan haji Malika Kaltim. Rozi untuk sementara mengambil alih kendali rombongan.

Posisi kami berada di belakang rombongan Indonesia lainnya yang juga punya maksud sama, akan memasuki wilayah Palestina. Meski rombongan Malika sempat tertahan sekitar 140 menit dari pemeriksaan imigrasi, akibat sembilan orang membatalkan  keberangkatannya, tapi akhirnya rombongan bisa masuk ke Israel.

 “Untung jumlah kita masih di atas 80 persen yang datang. Kalau tidak, kita pasti ditolak masuk,” kata Khalid, petugas travel yang memandu rombongan selama di Palestina.

Petugas imigrasi sangat cermat mengamati setiap orang. Lewat Gate 1 seperti tidak ada masalah. Dari bilik kaca, seorang pria berbaju putih memanggil pimpinan Malika Indonesia.

Menggunakan bahasa Inggris, dia meminta setiap orang agar mengangkat paspornya sambil berjalan memasuki rintangan sebuah pintu dorong otomatis. Batin saya dalam hati, “Ah, gampang amat cuma angkat paspor.”

Masuk Gate 2 mulai ketat. Petugas imigrasi Israel tidak hanya menggunakan mesin pemindai otomatis, tapi juga mengamati kami satu demi satu secara manual. Cara kerja pengamatan manual itu begini; ketika akan masuk x-ray ada satu orang imigrasi Israel melihat dan mengamati paspor seseorang.

Entah ilmu macam apa yang dimiliki petugas itu, karena hanya membandingkan antara foto paspor imigrasi dengan wajah asli secara kasatmata, dia bisa “menghentikan” langkah si pemilik paspor. Paspor ditahan. Pemilik paspor diberi secarik kertas warna merah atau putih. Saya tidak mengerti maksud dari kedua warna tersebut. Kondisi itu sempat membuat tegang sejumlah rombongan.

Saya melirik ada dua anggota rombongan dari grup Malika yang mengalami masalah di Gate 4. Mereka adalah Hartono Hanan dan Asnah peserta dari Samarinda. Selain ditahan paspornya untuk sementara, mereka harus mengikuti aturan setempat. Yakni diinterogasi oleh orang yang pertama melakukan pemindaian secara manual tadi.

Hebatnya lagi, petugas pemindai tersebut tidak melempar kasus ini ke orang lain. Dia tangani sendiri pemeriksaan demi pemeriksaan terhadap dua rombongan kami sampai semuanya tuntas.

Beberapa sahabat yang sudah dinyatakan “klir” dari Gate 4 langsung masuk x-ray Gate 3. Lolos pemeriksaan Gate 3, masih harus antre di loket terakhir untuk melayani wawancara dari petugas perempuan. (rom/k16) 


BACA JUGA

Sabtu, 30 Mei 2020 12:43

Ini 3 Syarat Utama Pelaksanaan New Normal

JAKARTA - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebutkan 3 syarat…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:45

Tambang Ilegal Makin Marak, Usulkan Pejabat Pengawas Dicopot

Aktivitas tambang ilegal di Kukar disinyalir kian meluas. Bagaikan bola…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:35

Banyak Orang Miskin Baru, Kembali ke Situasi 2011

JAKARTAs – Wakil Presiden Ma’ruf amin menyebutkan salah satu efek…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:33

Dulu Megah, Sekarang Terlantar, Stadion Utama Kaltim Menanti Asupan Rp 260 Miliar

2015 lalu menjadi pertanda akan adanya angin segar membawa perubahan…

Jumat, 29 Mei 2020 14:57

Wabah Terkendali, Gelar Jumatan di Masjid

JAKARTA–Warga di daerah yang masuk kategori hijau terkait Covid-19 wajib…

Jumat, 29 Mei 2020 14:57

Rapid Test Massal Sampai Pekan Depan

BALIKPAPAN–Upaya memutus rantai penyebaran virus corona terus dilakukan Pemkot Balikpapan.…

Jumat, 29 Mei 2020 14:17
Mulai Tahun Ajaran Baru Beda dengan Pembukaan Sekolah

Pemda Tak Bisa Buka Sekolah Secara Sepihak

JAKARTA– Usulan penundaan awal tahun ajaran baru 2020/2021 dipastikan tak…

Jumat, 29 Mei 2020 14:14

Resepsi Nikah Masih Dilarang di Balikpapan

Berbeda dengan Samarinda, tanda-tanda pelaksanaan tatanan normal baru di Balikpapan…

Jumat, 29 Mei 2020 14:13
Atasi di Hulu Cegah Banjir Besar

Konservasi Lahan Bendungan Benanga Prioritas Dilakukan

Segudang penanganan banjir di Samarinda sebenarnya sudah tersaji. Dari penurapan…

Jumat, 29 Mei 2020 14:10
Kisah Tenaga Medis yang Berlebaran di Rumah Sakit saat Corona Mewabah (2)

Mudik Tertunda, Pasien Malah Membeludak kala Hari Raya

Semenjak pandemi Covid-19 merebak awal tahun ini, seketika buyar angan-angan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers