MANAGED BY:
SELASA
14 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Selasa, 10 Maret 2020 10:51
ALHAMDULILLAH..!! Awal Ramadan, Lebaran, dan Idul Adha Kompak
ilustrasi

PROKAL.CO,

JAKARTA – Muhammadiyah sudah menetapkan awal puasa, lebaran, sampai Idul Adha tahun ini atau 1441 hijriyah. Sementara pemerintah masih menunggu sidang isbat yang nantinya digelar oleh Kementerian Agama (Kemenag). Analisa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyebutkan awal puasa, lebaran, dan Idul Ahda tahun ini kompak.

Merujuk pada Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang beredar Sabtu (7/3) lalu, awal puasa atau 1 Ramadan jatuh pada Jumat, 24 April. Hasil hisab atau penghitungan mereka, tinggi hilal atau bulan muda pada 23 April mencapai tiga derajat di atas ufuk.

Kemudian Muhammadiyah juga menetapkan bahwa 1 Syawal atau lebaran jatuh pada Minggu, 24 Mei. Dasarnya adalah perhitungan hisab yang menunjukkan tinggi hilal mencapai 6 derajat pada Sabtu, 23 Mei. Lalu Muhammadiyah menetapkan Idul Adha (10 Dzulhijjah) jatuh pada Jumat, 31 Juli. Dasarnya tinggi hilal pada 21 Juli mencapai tujuh derajat di atas ufuk, sehingga 1 Dzulhijjah jatuh pada 22 Juli.

Kepala Lapan Thomas Djamaluddin menuturkan Muhammadiyah menggunakan acuan hisab untuk menetapkan tanggal-tanggal penting dalam kelender hijriyah. Termasuk penetapan 1 Ramadan, 1 Syawal, dan Idul Adha. Sementara Nahdlatul Ulama (MU) menggunakan pengamatan hilal secara langsung atau biasa disebut rukyat.

Tinggi hilal yang sangat memungkinkan untuk diamati saat rukyat minimal 2 derejat. Sementara dari hasil hisab Muhammadiyah itu, tinggal hilal lebih dari dua derajat semuanya. ’’Dengan kriteria wujudul hilal yang digunakan Muhammadiyah dan kriteria tinggi bulan dua derajat yang digunakan NU dan pemerintah, awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha insyallah seragam,’’ katanya kemarin.

Staf Ahli sekaligus Juru Bicara Kementerian Agama (Kemenag) Oman Fathurrahman mengatakan tidak apa-apa Muhammadiyah mengeluarkan keputusan awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha lebih dahulu ketimbang pemerintah. ’’Kan Muhammadiyah menggunakan metode hisab yang dimungkinkan (keluar lebih dahulu, Red). Ini bagian dari keragaman keberagamaan Muslim di Indonesia,’’ jelas guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2012 13:00

Edisi Ketiga UKW Luluskan 23 Wartawan KPG

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Uji Kompetensi Wartawan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers