MANAGED BY:
SABTU
30 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Kamis, 05 Maret 2020 17:02
Masyarakat Sebatas Mengeluh, Tak Ada Inisiatif Melaporkan Penyebaran Kosmetik Ilegal
LEONARD DUMA

PROKAL.CO, Penyebaran kosmetik ilegal di Kaltim, khususnya di Samarinda, masih jadi perbincangan hangat. Meski tak mengantongi izin, bahan kosmetik yang tak jelas asal-usulnya itu rupanya terus dicari konsumen.

 

SAMARINDA–Berkali-kali aparat penegak hukum membongkar praktik penjualan kosmetik tak berizin alias ilegal. Faktanya, bisnis terselubung itu masih dimintai. Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda pernah membongkar gudang kosmetik ilegal di kawasan Sempaja Selatan, beberapa bulan lalu.

Hanya bermodalkan keyakinan dan bahan-bahan, para pelaku tak lagi memikirkan bahaya kandungan. “Kalau sudah urusan bisnis, bukan lagi berpikir soal kesehatan. Yang penting untung. Seperti yang baru kami tangkap beberapa hari lalu,” ujar Kanit Reskrim Polsek Samarinda Seberang Iptu Edi Susanto. Namun, dia tak jarang menemukan keluhan masyarakat dengan kondisi perubahan kulit. “Risikonya menggunakan bahan tak jelas pasti seperti itu, banyak konsumen biasanya terbuai bujuk dan testimoni. Padahal, belum tentu bahan itu yang digunakan,” sambungnya.

Perwira balok dua itu menyebut, terkait asal usul bahan kosmetik yang diperjualbelikan Abdi Fahrizal (38), pria yang dibekuk lantaran kembali menjual bahan kosmetik tak berizin, masih ditelusuri. “Kami sudah beberapa kali memeriksa yang bersangkutan (Abdi), tidak meracik. Hanya menyediakan bahan-bahan,” ungkapnya.

Terbongkarnya aktivitas terselubung itu juga berawal dari penyelidikan Reskrim Polsek Samarinda Seberang. Laporan yang masuk menyebut, Abdi sudah berulang-ulang mendatangkan bahan-bahan kosmetik ilegal melalui jalur laut, yakni Pelabuhan Samarinda. “Jumat (28/2) itu datang terakhir barangnya,” tegas dia.

Belum maksimalnya peran masyarakat, dibenarkan Kepala BBPOM Samarinda Leonard Duma. Pria yang diwawancarai kemarin (4/3) menjelaskan, selama bertugas di Kaltim, dia belum pernah menemukan keluhan masyarakat terkait kosmetik ilegal. “Masih sebatas mengeluh, kalau laporan tidak ada,” ungkapnya.

Di periode awal tahun ini, BBPOM rupanya sudah menindak tiga perkara kosmetik ilegal. “Memang tidak kami beberkan, karena masih ada penindakan lain,” jelasnya.

Sejatinya, lanjut Leonard, masyarakat mendukung pemerintah untuk bisa memberantas peredaran kosmetik ilegal. Tapi kenyataannya, tak ada laporan yang masuk perihal masalah tersebut. “Kalau ada pelanggaran harusnya laporan. Saya sedang mempelajari titik masalah itu (minim pelaporan),” tegasnya.

Disinggung mengenai aktivitas Abdi yang sudah kedua kali, Leonard menyebut belum memegang data lama. “Harusnya emang ada efek jera. Dan kami terus melakukan pengawasan,” ungkapnya.

Sayang, baik BBPOM atau kepolisian sudah melakukan maksimal penindakan. “Vonis kan di pengadilan. Kami hanya sekadar tahap sampai melimpahkan berkas dan hasil penyidikan perkara. Tapi setelah itu, kewenangan dari kejaksaan dan hakim,” jelasnya.

Ada beberapa kegiatan yang sedang difokuskan BBPOM Samarinda. Selain penindakan, pihaknya melakukan sosialisasi. “Kami sudah membuka layanan pengaduan kok. Diumumkan di media sosial dan media massa,” kuncinya. (dra/dns/k8)

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers