MANAGED BY:
JUMAT
10 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Sabtu, 29 Februari 2020 11:22
Mengubah Limbah Palet Jadi Pundi Rupiah

Bahu-membahu Bersama sang Istri, Target Menularkan Ilmu Kreativitas

BISA DIMANFAATKAN: Sudirman memotong limbah kayu palet yang sudah tidak terpakai untuk dibuat kerajinan. LELA RATU SIMI/KP

PROKAL.CO, Kejelian memanfaatkan barang yang sudah tak terpakai, justru membuahkan hasil. Memang belum besar, tapi siapa sangka, dari limbah kayu palet, Sudirman, pria yang jatuh cinta dengan seni itu berhasil mendatangkan keuntungan.

 

LELA RATU SIMI, Sangatta

 

KURSI bambu yang biasa menjadi tempat istirahatnya di pelataran rumah, mulai rusak. Ia mencoba memperbaiki. Namun, tak bertahan lama. Lelaki 32 tahun itu akhirnya memperbaiki dengan limbah kayu palet.

Dari itu, idenya muncul. Dirman, sapaan akrab Sudirman, mulai memainkan imajinasinya. Inisiatif muncul. Menyulap palet menjadi rupiah yang melimpah untuknya dan keluarga. Memiliki jiwa seni, ia mulai berkreasi. Menekuni dan belajar lebih banyak tentang barang-barang jadi yang bahan utamanya dari palet.

Bersama sang istri, Nike, keduanya membuat kerajinan yang mampu memberikan tambahan penghasilan.

Disambangi di galeri miliknya, yang diberi nama Griya Palet, Dirman menuturkan, usahanya itu mulai digeluti sejak 2017. Namun, hal itu diawali dari pesanan oleh beberapa tetangganya. "Saya tertarik membuat kursi dari kayu pinus karena kursi di teras rusak. Kebetulan tetangga lewat, karena dilihat bagus, akhirnya pesan," ungkapnya. Dirman belum banyak memasarkan hasil olahan tangannya itu. Namun, dari mulut ke mulut di masyarakat, pesanan terus meningkat. Ia beberapa kali “kebanjiran” orderan. Banyaknya produk yang dipesan, saat ini justru sudah menyebar ke beberapa daerah di Indonesia.

 

Mulai meja, kursi, lemari, backdrop dekorasi, hingga kebutuhan rumah tangga disanggupi. Meski bahan baku kerap sulit didapat, ia berupaya dapat memasok bahan dasar meski harus mendatangkan dari luar Kaltim.

"Saya satu-satunya yang jual bahan di Sangatta. Tapi tetap, saya mengutamakan konsumen yang minta dibuatkan kebutuhan barang jadi," terang ayah dua anak itu. Tingginya peminat, membuat ia semakin giat belajar memoles batang kayu menjadi kerajinan yang apik.

Tak ayal, kekurangan tenaga bantuan membuatnya kewalahan. Namun, ia sulit memercayakan kualitas produk yang baik di tangan orang lain. “Saya sempat mendatangkan orang untuk membantu, tapi kurang nyaman. Saya lepas. Mending menyelesaikan sendiri," ujarnya.

Sudirman kerap berkomunikasi dengan perajin kayu asal Bontang. Banyak ilmu yang diperoleh, salah satunya teknik pemasaran. Ia belum lama mengandalkan media sosial (medsos). "Pemesanan di luar Sangatta ada, tapi bahan sering habis. Karena datangnya kayu limbah dari luar negeri, biasa digunakan untuk pelindung mesin perusahaan. Kalau di luar negeri tidak ada, pesannya di Surabaya," katanya.

Bicara omzet yang diperoleh, cukup menggiurkan. Dirinya mampu menghasilkan rata-rata keuntungan Rp 5-6 juta untuk pembuatan, dan Rp 1 juta keuntungan penjualan bahan.

Menurutnya, permintaan produk terbanyak yakni meja kasir, meja untuk kafe dengan tema rustic, atau desain yang dikenal agar terlihat alamiah. Jika di daerah lain limbah palet hanya dibakar, baginya mampu menambah pundi-pundi keuntungan. Hal itu justru di luar dugaan.

"Alhamdulillah, dari ini saya sudah bikin peternakan madu, tanah, motor, sekarang masih proses bangun rumah," ungkapnya.

Seperti tidak kehabisan akal, dirinya kerap sulit mencari bahan palet jika dari Jawa minim stok. Jadi, ia berupaya mencari bahan kayu di perusahaan di Sangatta. "Jadi, prosesnya barang sisa dari perusahaan ada yang menampung, setelah dibongkar, kami ada rekanan untuk meminta agar tidak dibuang," tuturnya.

Ketimbang dibuang, lanjut dia, atau dibakar, dapat merusak lingkungan dan polusi, sehingga ide pemanfaatan dilakukan.

"Bahan baku di Kutim sebenarnya sangat minim, apalagi perusahaan (tambang) tertutup, kami sulit negosiasi. Makanya kebanyakan kami mendatangkan dari luar daerah. Kalau ada di sini (Kutim), ya kami benar-benar berupaya," ungkapnya.

Untuk menularkan ilmu itu, dirinya membangun komunitas kelas kayu yang dapat diikuti masyarakat umum, dari seluruh kalangan sebagai wadah berbagi ilmu.

"Selain memamerkan barang di expo Kutim, kami sering mengenalkan ke masyarakat. Mulai ibu rumah tangga (IRT), hingga anak kecil. Kami hanya ingin ada ilmu yang tertular," tutupnya. (dra/k16)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers