MANAGED BY:
SENIN
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Kamis, 27 Februari 2020 14:24
Propam Periksa Polisi yang Gunduli Guru Tersangka Kasus Susur Sungai
Dari depan, Isfan Yoppy Andrian, Danang Dewo Subroto, dan Riyanto, tersangka kelalaian dalam kecelakaan susur Sungai Sempor, di Mapolres Sleman, DI Jogjakarta, Selasa (25/2).

PROKAL.CO, SLEMAN- Polda DIJ menanggapi munculnya protes dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) menyusul penggundulan tiga tersangka tragedi susur Sungai Sempor. PGRI menilai tidak semestinya para tersangka yang juga guru itu diperlakukan seperti penjahat kriminal seperti begal sadis.

Polda DIJ melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kombes Pol Yulianto mengatakan, saat ini sedang dilakukan penyelidikan terhadap tiga tersangka pembina pramuka yang digunduli itu. Dikatakan, Propam Polda DIJ langsung bergerak ke Polres Sleman untuk melalukan pengusutan.

“Menyikapi protes yang disampaikan akun PGRI tentang tahanan yang gundul, Propam Polda tadi pagi (kemarin, Red) melakukan pemeriksaan di Polres Sleman,” ujar Kabid Humas Kombes Pol Yulianto kepada wartawan kemarin (26/2).

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui dugaan pelanggaran yang dilakukan anggotanya terhadap penggundulan tersangka Isfan Yoppy Andrian (IYA) 36; Riyanto (R), 58, dan Danang Dewo Subroto (DDS), 58. “Jika nanti terbukti ada pelanggaran, tidak segan akan dilakukan tindakan kepada petugas yang menyalahi aturan itu,” tandas mantan Kapolres Sleman ini.

Protes terhadap penggundulan para guru yang jadi tersangka susur sungai berujung tewasnya 10 siswi SMPN 1 Turi itu disampaikan Ketua Pengurus Besar PGRI Dudung Nurullah Koswara. Dalam pernyataan tertulisnya, Dudung menilai kelalaian dan keteledoran yang terjadi di tragedi Sungai Sempor bukanlah tindak kriminal. Oleh karena itu, tidak semestinya para pembina pramuka yang notabene sebagai pendidik itu dilakukan pengundulan seperti halnya pelaku kriminal.

“Apabila benar guru yang lalai dalam kasus susur sungai yang menyebabkan korban para siswa SMPN 1 Turi itu dibotakin, sungguh tuna adab! Mengapa saya katakan tuna adab, karena memang benar-benar tuna adab,” kata Dudung.

Protes dari PGRI yang kemudian viral di media sosial itu memantik polemik. Wakil Ketua DPRD DIJ Huda Tri Yudiana juga merasa prihatin melihat beredarnya foto-foto guru yang jadi tersangka dengan kepala digundul dan mengenakan baju pesakitan disertai berbagai komentar negatif.

“Muncul keprihatinan baru ketika beredar foto foto bapak guru yang jadi tersangka di medsos dengan kepala digundul dan mengenakan baju pesakitan disertai berbagai komentar negatif,” ujar Huda. Ia meminta ketiga tersangka bisa diperlakukan bukan sebagaimana penjahat atau koruptor, di mana pelakunya melakukan tindak kejahatan secara sengaja.

Meskipun demikian, Huda tetap meminta proses hukum ketiga orang berjalan seusai prosedur dan adil. Dia pun menyayangkan atas kelalaian beberapa guru itu yang kemudian mengakibatkan jatuhnya banyak korban jiwa.

Huda mengatakan harus ada evaluasi terhadap prosedur dan protap dalam kegiatan luar ruangan yang dilakukan pihak sekolah. Khususnya bagi siswa yang melakukan kegiatan di sungai. “Faktor keselamatan harus nomor satu,” tandas Huda yang juga alumnus SMPN 1 Turi ini.

 

Harap Tak Jadi Polemik,

Fokus Pemulihan Korban

 

Protes keras yang dilancarkan PB PGRI mengenai penggundulan terhadap guru yang menjadi tersangka, diharapkan tidak menjadi polemik. Sebab yang perlu menjadi fokus saat ini adalah pemulihan bagi para korban maupun keluarga korban.

Ketua PGRI DIJ Kadarmanta Baskara Aji tak berkomentar banyak mengenai perlakuan penggudulan. Sebab dia tak tahu persis tentang prosedur pelaksanaan penahanan. “Kalau memang banyak yang keberatan, saya kira polisi akan melakukan koreksi terkait hal itu,” ucapnya saat ditemui wartawan di Gedung Pracimantoro, kemarin (26/2).

Aji menghormati sikap dan pernyataan yang dikeluarkan PB PGRI. Terkait pernyataan PB PGRI diharapkan tidak menimbulkan persoalan yang justru dapat menimbulkan situasi kontraproduktif, dalam hal pemulihan korban dan penyelesaian proses hukum.

“Karena suasana duka untuk korban masih dirasakan, sehingga semua pihak yang terlibat, mari kita sama-sama menjaga suasana ini. Semoga kita bisa berempati terhadap korban dan menghormati proses hukum yang dijalani para guru,” jelas mantan Kadisdikpora DIJ ini.

Aji melanjutkan, PGRI DIJ juga akan memberikan bantuan hukum dan pendampingan kepada para guru yang ditetapkan sebagai tersangka. Ini dilakukan untuk menghormati proses hukum. “Jangan saling menyalahkan dan membuat polemik. Karena salah benarnya guru itu kan ada di pengadilan nanti,” paparnya.

Sedangkan kepada masyarakat, ia mengimbau untuk tidak mem-bully anggota keluarga tersangka. Sebab, yang perlu menjadi fokus saat ini adalah memberikan penghiburan bagi keluarga korban yang sedang bersedih. “Tentu keluarga para guru (yang jadi tersangka) tidak berharap peristiwa ini terjadi. Karena ini bukan kesengajaan. Kalau (keluarga) dapat bully dari pihak lain, tentu tidak proporsional,” tegasnya.

Aji mengajak masyarakat untuk menciptakan situasi kondusif di Jogja. Mengembalikan emosi dan mental anak-anak yang menjadi korban, agar bisa bersekolah dan bergaul seperti biasanya. Juga pada keluarga korban yang harus kehilangan anaknya. “Sehingga anak segera pulih dan orang tua bisa segera pulih. Keluarga guru juga bisa menerima apa yang sedang dialami guru tersangka,” tandasnya. (inu/tor/laz)


BACA JUGA

Minggu, 24 Mei 2020 12:58

Sering Dipukul Istri dan Diludahi, Pria Ini Berdoa: Tolonglah Saya Malaikat Izrail, Cabut Nyawa Saya

Malang nasib Aslan Abdullah. Pria 70 tahun ini meratapi nasibnya.…

Minggu, 24 Mei 2020 11:46

Jutaan Data Penduduk Diduga Bocor Lewat Data Pemilih, Ini Kata KPU

JAKARTA - Kasus dugaan kebocoran data penduduk kembali terjadi. Kali…

Minggu, 24 Mei 2020 11:01

Pengamat : KPU Jangan Jadikan Wabah Sebagai Alasan Menunda Pilkada

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai,…

Minggu, 24 Mei 2020 10:53

Upaya Menembus Penyekatan Memuncak, Tertinggi di Jakarta 4 Ribu Kendaraan

JAKARTA -- Larangan mudik sudah hampir sebulan digaungkan. Namun, ternyata…

Minggu, 24 Mei 2020 10:48

Presiden-Wapres Tidak Gelar Open House

JAKARTA– Pandemi Covid-19 membuat suasana Idul Fitri bakal berbeda dari…

Sabtu, 23 Mei 2020 23:21

Akhirnya SMSI Sah Jadi Konstituen Dewan Pers, Siap Emban Amanah

JAKARTA — Segenap pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat…

Sabtu, 23 Mei 2020 11:32

Dilarang Mudik, PNS Harus Share Location Dua Kali Sehari

Jelang Idulfitri 1441 H, Pemprov Jawa Timur menerbitkan larangan mudik terhadap…

Jumat, 22 Mei 2020 19:06

Data Pemilih di KPU Diisukan Bocor

– Komisi Pemilihan Umum (KPU) diterpa isu adanya kebocoran data…

Jumat, 22 Mei 2020 19:00

Menteri Desa PDTT Target Akhir Mei BLT DD Rampung 100 persen

JAKARTA - Sedikitnya 37.012 desa telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai…

Jumat, 22 Mei 2020 14:07

Waspada..!! Cuaca Buruk Hingga 22 Mei 2020

JAKARTA– Setelah sebelumnya hujan deras dan angin kencang mengamuk di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers