MANAGED BY:
SENIN
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Rabu, 26 Februari 2020 11:31
Hujan Lebat, Banjir Serbu Ibu Kota
Potensi Hujan Lebat Bakal Terjadi Sampai Awal Maret
Pejalan kaki menggunakan payung di bawah guyuran hujan di Kawasan Silang Monas, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

PROKAL.CO, JAKARTA- Hujan deras kembali mengguyur Jakarta mulai Senin malam (24/2) hingga pagi kemarin (25/2). Sejumlah kawasan di ibu kota kebanjiran. Dari Jakarta Utara, banjir menyebabkan sejumlah persoalan. Banyak masyarakat terganggu aktivitasnya. Berdasar pantauan Jawa Pos, titik-titik banjir di wilayah utara menutup beberapa akses jalan.

Seperti  di Jalan Yos Sudarso, Kelapa Gading. Masyarakat yang hendak berangkat kerja ke Jakarta Pusat tidak bisa melintas. Genangan air setinggi betis orang dewasa merendam jalan sepanjang Kelapa Gading sampai Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur tersebut.

Selain itu, akses jalan Sunter dan Kemayoran pun juga banjir. Begitu pula Jalan Gunung Sahari di Pademangan. ”Jadi susah akses mau ke mana-mana meski rumah nggak kebanjiran. Was-was juga,” ungkap Rahadian. Pria yang tinggal di Sunter tersebut mengakui, banjir kemarin membuat dirinya tidak berangkat kerja. ”Kalau mau ke pusat harus muter-muter dulu,” imbuhnya.

Selain memutar jalur, alternatif lain adalah menghindari banjir lewat Jalan Tol Wiyoto Wiyono. Jawa Pos menyusuri jalan tol tersebut dari Kelapa Gading hingga keluar di Rawamangun. Bukan hanya mobil. Motor boleh masuk jalan tol.

Rahadian berharap, pemerintah memiliki cara yang lebih baik untuk mencegah banjir. ”Menurut saya, ini memang penyebabnya curah hujan tinggi. Tapi, harusnya pemprov bisa maksimal cegah becana ini,” katanya.

Mengingat, banjir kali ini bukan yang kali pertama melanda Jakarta. Tahun ini, banjir sudah beberapa kali terjadi. Harusnya, lanjut Rahadian, pemerintah daerah mengevaluasi dan melakukan langkah-langkah yang lebih baik.  ”Pengerukan lumpur yang mengendap di sungai dan saluran lainnya harus lebih rutin. Jangan mengimbau warga saja,” ujarnya.

Banjir juga menyerbu kompleks istana kepresidenan kemarin. Sekretaris Kabinet Pramono Anung menunjukkan sebuah video dan foto yang menunjukkan bahwa kompleks istana kepresidenan juga ikut tergenang. ’’Istana banjir,’’ ujarnya singkat. Video menunjukkan suasana dini hari di selasar kompleks istana, di mana ketinggian air tidak sampai menyentuh mata kaki. Sementara foto menunjukkan genangan di halaman masjid Baiturrahim di sisi barat Istana Merdeka di pagi hari.

Meskipun demikian, kondisi itu tidak berlangsung lama karena air segera surut. ’’Tidak ada lagi genangan, ini sekitar pukul 07.00,’’ timpal Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Negara Bey Triadi Machmudin. Dia menunjukkan beberapa video yang menampilkan kondisi kompleks Istana kepresidenan yang sudah tak lagi tergenang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, pihaknya sejak awal sudah mengantisipasi potensi genangan di Istana akibat curah hujan yang tinggi. ’’Pompa saya (PUPR) kan saya siapin dua,’’ terangnya di kompleks istana kepresidenan kemarin. Kalaupun sempat tampak ada genangan, menurut itu adalah proses mengalirkan air ke drainase.

Saluran-saluran air di kompleks istana kepresidenan Jakarta sudah dirombak oleh Kementerian PUPR pada akhir 2017. Tujuannya adalah mengurangi risiko istana kebanjiran. Yakni, dengan menampung air di dua penampungan berkapasitas total 349 meter kubik. Bila sungai Ciliwung lama di dekat istana sudah normal kembali, barulah sebagian besar air di penampungan dibuang ke sungai. Selebihnya tetap disimpan di penampungan untuk keperluan internal. Misalnya menyiram tanaman.

Selain sisi transportasi, fasilitas kesehatan juga turut terdampak. Salah satu yang terdampak dalam banjir Jakarta adalah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Rumah sakit vertikal itu sempat tergenang. Ada beberapa foto bereda menunjukkan bahwa ada alat-alat medis yang terendam. Salah satunya adalah alat radio terapi.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan Kemenkes Mohamad Subuh kemarin mengunjungi RSCM bersama dengan Komisi IX DPR RI. Subuh menyatakan bahwa rumah sakit yang berada di Jakarta Pusat itu memiliki empat alat radioterapi. “Tadi saya lihat bahwa tiga mesin besok (hari ini, Red) bisa beroperasional,” tuturnya. Sementara satu mesin perlu alat tambahan.

Mulai kemarin, RSCM bekerjasama dengan rumah sakit yang memiliki alat radiologi. Salah satunya RS Gading Permai dan RSUD Pasar Minggu. ”Pasien dikirim ke sana,” ujarnya.

Dalam sehari untuk radioterapi ada 70 pasien. Pasien tersebut akan dibagi sesuai dengan kapasitas masing-masing rumah sakit yang dijadikan tempat rujukan.

Terpisah, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo menyampaikan, sampai pukul 15.00, masih ada 10 laporan genangan air yang tersebar di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Antara lain, Kelapa Gading, Pejagalan, Grogol, Rawa Buaya, dan Kembangan Utara.

BNPB juga menyampaikan pesan dari Jasa Marga mengimbau pengendara untuk mengantisipasi beberapa titik genangan di jalan tol. Di antaranya, jalan tol Jakarta-Cikampek, Jakarta-Tangerang, Jagorawi, dan Jakarta Outer Ring Road (JORR). ”40 ruas jalan dan underpass juga mengalami genangan hingga tidak bisa dilewati,” ungkap Agus. Underpass Senen memiliki genangan paling tinggi dengan ketinggian 1 meter.

PLN juga mematikan 326 gardu listrik di beberapa titik ibu kota. Yakni, Pondok Kopi, Cempaka Putih, Pondok Gede, dan Menteng. Pihaknya berkoordinasi dengan BPBD DKI Jakarta sudah mendirikan lima titik pengungsian di kelurahan Kampung Melayu. Yakni, di Sudin Kesehatan Jakarta Timur, Aula Kelurahan Kampung Melayu, masjid Itihadul Ikhwan, masjid Ruhul Islam, dan pos RW 07.

Petugas Polri dan Jasa Maerga sudah siaga mengatur lalulintas kendaraan bermotor untuk menghindari genangan banjir. ”Rambu-rambu dan penutupan jalan sudah dilakukan untuk mengantisipasi pengendara terjebak di genangan air,” ucap Agus. Di beberapa tempat, Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) bersama Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta sudah melakukan perbaikan turap pembatas kali di Jakarta Utara.

BNPB melalui BPBD DKI Jakarta sudah mendistribusikan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir. Begitu pula, TNI juga mengerahkan truk untuk mengevakuasi warga di Kelapa Gading.Sementara, Petugas Damkar membantu evakuasi di Pondok Kelapa.

Di bagian lain, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut, hujan lebat terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia disebabkan oleh tiga fenomena alam. Salah satunya badai tropis Ferdinand, yang kemarin posisinya berada di sekitar Samudra Hindia dan Barat Banten.

”Keberadaan badai ini mulai terdeteksi bibitnya pada 23-24 Februari. Bibit telah berkembang benar-benar menjadi siklon badai tropis pada 24 Februari,” tuturnya.

Sebetulnya, jika merujuk pada hasil analisis perkembangan musim hujan dasarian II Februari 2020, seluruh wilayah Indonesia sudah memasuki musim penghujan. Kondisi dinamika atmosfer terkini pun menunjukkan faktor skala regional-lokal turut berkontribusi signifikan terhadap pembentukan pola hujan dan cuaca ekstrem di wilayah Indonesia.

Kondisi curah hujan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jabodetabek kemarin pun, kata dia, lebih disebabkan oleh dinamika atmosfer lokal. Di mana terjadi pembentukan pola konvergensi atau pertemuan massa udara dan kondisi labilitas udara yang kuat di Jawa bagian Barat, termasuk Jabodetabek. ”Artinya, yang secara langsung mengontrol adalah fenomena pertemuan angin tadi. Bukan siklus badai tropis yang dominan,” ungkapnya.

Hujan memang terpantau cukup merata di semua wilayah Jabodetabek sejak Senin (24/2) malam hingga Selasa (25/2) sore. Namun, intensitas tertinggi terukur pada Selasa (25/2) pukul 07.00 WIB, di wilayah Kemayoran sebesar 278 mm. Angka tersebut sudah jauh melampaui batas kategori sangat lebat 150 mm. ”Berarti merupakan intensitas hujan ekstrem,” jelasnya.

Dwikorita mengaku sudah menyampaikan prakiraan tersebut pada pihak Pemprov DKI Jakarta dalam pertemuan khusus. Dalam pertemuan tersebut, dijelaskan pula soal tren untuk kondisi ekstrem yang bakal semakin meningkat dan intensitasnya semakin tinggi. ”Dan upaya lebih lanjut sudah ada ya. Seperti, pengendalian dengan pompa, juga upaya penghijaun kan gencar sekali,” ujar Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada tersebut.

Lebih lanjut, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R. Prabowo mengatakan, bahwa potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia masih akan terjadi hingga awal Maret 2020. Selain imbas dari badai tropis Ferdinand, terjadi sirkulasi angin di wilayah Samudera Hindia Barat Daya Banten yang  menyebabkan pembentukan pola pertemuan massa udara (konvergensi) yang memanjang. Mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah,Jawa Timur hingga Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Belokan angin juga terpantau terbentuk di sekitar wilayah Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.

Selain itu, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, pola tekanan rendah di wilayah Belahan Bumi Selatan (BBS) masih cukup aktif mempengaruhi pembentukan potensi cuaca ekstrem di Indonesia. Labilitas udara juga cukup kuat terjadi di beberapa wilayah. Kondisi ini sangat berkontribusi pada peningkatan konvektifitas skala lokal, terutama di Pesisir Barat Sumatera, Aceh, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, sebagian besar Jawa, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat dan Papua.

”Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan, curah hujan dengan intensitas lebat dapat terjadi secara kontinyu disertai kilat/petir,” paparnya.

Pada periode 25 - 28 Februari 2020 wilayah yang bakal mengalami cuaca ekstrem meliputi, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Papua, dan Papua Barat.

Sejumlah wilayah tersebut masih akan mengalami cuaca ektrem pada periode kedua, 29 Februari – 02 Maret 2020. Yakni, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua, dan Papua Barat.

Mulyono juga mewanti-wanti soal potensi gelombang tinggi. Pada masa tersebut, diperkirakan tinggi gelombang bisa mencapai 2,5 - 4 meter (Rough Sea). Kondisi tersebut berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, Perairan utara Kepulauan Anambas - Natuna, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT, Laut Sulawesi bagian Timur, Perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, Laut Maluku bagian Utara, perairan Utara dan Timur Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Utara Papua Barat hingga Papua, Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.

”Karena itu, masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Personel Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) BPPT kali ini agak kesulitan menjinakkan hujan yang mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya. Kepala Balai Besar TMC-BPPT Tri Handoko Seto menuturkan misi TMC untuk mereduksi hujan di ibukota terus berjalan sejak 3 Januari lalu. Terhitung sampai 24 Februari lalu sudah 127 penerbangan penyemaian awan. Kemudian total jam terbangnya mencapai 274 jam dan menghabiskan 205.600 kg garam untuk menyemai awan.

Seto lantas menjelaskan kenapa hari-hari ini hujan yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya masih lebat. Padahal penyemaian awan supaya hujan turun di lautan sekitar Jakarta terus dilakukan. Ternyata penyebabnya adalah perubahan waktu pembentukan awan. ’’Awan-awan mulai tumbuh secara masif pada malam hari. Dan menjadi hujan lebat pada dini hari,’’ katanya.

Kondisi tersebut tentu menyulitkan personel TMC-BPPT. Sebab pesawat yang digunakan untuk menyemai awan sangat beresiko jika menjalani penerbangan pada malam hari. Seto menegaskan pertumbuhan awan-awan pada malam hari itu di luar jangkauan armada TMC saat ini. Dia berharap armada pesawat TMC direvitalisasi ke depannya. Sehingga tetap bisa melakukan penyemaian awan pada malam hari.

Seto juga menampik kabar bahwa hujan yang kerap terjadi pada dini hari adalah dampak dari penyemaian awan di siang harinya. Dia menegaskan hujan yang terjadi pada malam sampai dini hari, bahkan berlanjut pagi hari itu berasal dari awan bentukan malam hari. Seto mengatakan awan-awan itu terbentuk mulai pukul 19.00 WIB.

Sementara banjir di Jakarta memunculkan problem sosial lain. Salah satunya, yang terjadi di Cakung. Warga memprotes keberadaan Perumahan Jakarta Garden City (JGC). Warga menilai perumahan tersebut menjadi penyebab terjadinya banjir di Cakung.

Dalam perumahan itu terdapat waduk buatan. Air waduk tersebut yang saat hujan deras kemudian membanjiri pemukiman di sekitar perumahan. Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Yusri Yunus menuturkan bahwa warga meminta tindakan nyata agar manajemen perumahan menghentikan air yang mengalir ke pemukiman warga. ”Petugas telah memfasilitasi pertmuan dengan manajemen tersebut, pertemuan selesai dengan aman dan kondusif,” tuturnya.

Dari pertemuan itu dihasilkan rencana membuang air waduk ke banjir kanal timur (bkt). Dengan membuat sodetan dari waduk menuju ke BKT. ”Itu salah satu hasilnya,” terang mantan Kabagpensat Divhumas Polri tersebut.

Namun, di saat yang hampir bersamaan, kelompok warga yang lain juga melakukan protes di Mal AEON. Yang merupakan satu bagian dari manajemen perumahan JGC. Menurutnya, warta dari sejumlah RT dengan jumlah sekitar 100 orang mendatangi mall. ”Mereka memprotes dan menuding mall tersebut menjadi salah satu penyebab banjir di pemukiman mereka,” urainya.

Dalam protes tersebut juga terjadi pengrusakan. Kaca salah satu restoran mengalami kerusakan. ”Petugas berhasil menghalau massa keluar dari mall. Sehingga, tidak terjadi kerusakan yang lebih parah,” paparnya.

Yusri menjelaskan, pihaknya berupaya untuk mencegah dampak sosial dari banjir tersebut. Sehingga, jangan sampai terjadi aksi anarkis akibat banjir. ”Yang pasti, sudah ada solusinya dalam permasalahan tersebut,” terangnya. (syn/han/lyn/wan/mia/idr/byu)

 

loading...

BACA JUGA

Minggu, 24 Mei 2020 12:58

Sering Dipukul Istri dan Diludahi, Pria Ini Berdoa: Tolonglah Saya Malaikat Izrail, Cabut Nyawa Saya

Malang nasib Aslan Abdullah. Pria 70 tahun ini meratapi nasibnya.…

Minggu, 24 Mei 2020 11:46

Jutaan Data Penduduk Diduga Bocor Lewat Data Pemilih, Ini Kata KPU

JAKARTA - Kasus dugaan kebocoran data penduduk kembali terjadi. Kali…

Minggu, 24 Mei 2020 11:01

Pengamat : KPU Jangan Jadikan Wabah Sebagai Alasan Menunda Pilkada

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai,…

Minggu, 24 Mei 2020 10:53

Upaya Menembus Penyekatan Memuncak, Tertinggi di Jakarta 4 Ribu Kendaraan

JAKARTA -- Larangan mudik sudah hampir sebulan digaungkan. Namun, ternyata…

Minggu, 24 Mei 2020 10:48

Presiden-Wapres Tidak Gelar Open House

JAKARTA– Pandemi Covid-19 membuat suasana Idul Fitri bakal berbeda dari…

Sabtu, 23 Mei 2020 23:21

Akhirnya SMSI Sah Jadi Konstituen Dewan Pers, Siap Emban Amanah

JAKARTA — Segenap pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat…

Sabtu, 23 Mei 2020 11:32

Dilarang Mudik, PNS Harus Share Location Dua Kali Sehari

Jelang Idulfitri 1441 H, Pemprov Jawa Timur menerbitkan larangan mudik terhadap…

Jumat, 22 Mei 2020 19:06

Data Pemilih di KPU Diisukan Bocor

– Komisi Pemilihan Umum (KPU) diterpa isu adanya kebocoran data…

Jumat, 22 Mei 2020 19:00

Menteri Desa PDTT Target Akhir Mei BLT DD Rampung 100 persen

JAKARTA - Sedikitnya 37.012 desa telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai…

Jumat, 22 Mei 2020 14:07

Waspada..!! Cuaca Buruk Hingga 22 Mei 2020

JAKARTA– Setelah sebelumnya hujan deras dan angin kencang mengamuk di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers