MANAGED BY:
SENIN
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Selasa, 25 Februari 2020 14:41
Polda Kaltim Tetapkan Dua Tersangka, Merasa Jadi Korban, Bank Bukopin Ikut Buat Laporan
Ade Yaya

PROKAL.CO, “Sudah dua orang ditetapkan sebagai tersangka. Hingga kini ada 20 korban melapor”

 

 BALIKPAPAN – Enam nasabah Bank Bukopin mendatangi Mapolda Kaltim, kemarin (24/2) sekira pukul 10.00 Wita. Mereka datang untuk membuat laporan terkait dugaan penipuan, tindak pidana perbankan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan dua oknum pegawai Bank Bukopin Balikpapan. 

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Ade Yaya Suryana menyebut, kasus ini sedang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus). Di mana setelah menerima laporan dan menjalani pemeriksaan terhadap korban dan terlapor, penyidik akhirnya membuat keputusan.  

“Kami tetapkan dua orang sebagai tersangka,” ujar Ade. 

Ade menyebut, keduanya merupakan terlapor yang sebelumnya berstatus sebagai pegawai Bank Bukopin Balikpapan. Satu orang perempuan berinisial EJ, yang sebelum dipecat terkait kasus ini bertindak sebagai kepala Kantor Cabang Bank Bukopin Karang Jati dan seorang pria berinisial AA yang sebelumnya bertindak sebagai accounting officer. 

“Hingga kini jumlah korban yang melapor ada sekira 20 nasabah,” ungkapnya. Sementara untuk jumlah kerugian, kepolisian disebut masih menunggu bukti-bukti lanjutan. 

Sementara itu, seorang pengusaha Balikpapan, Glenn Nirwan yang menjadi salah satu korban menuturkan, dia dan korban lain hingga kini belum bisa mendapatkan kepastian dana atas nama perusahaannya yang sudah didepositokan. Apakah aman atau tidak.

 

“Kami tak bisa membayarkan tagihan dari supplier. Dampaknya terhadap nama baik perusahaan kami,” ungkap Glenn.  

Dalam laporannya, Glenn menuntut pertanggungjawaban Bank Bukopin secara lembaga. Karena ketika menaruh uangnya dalam deposito, dia melakukannya atas tawaran pihak bank.

 “Saya tidak melaporkan ke oknumnya dalam kasus ini. Kami melaporkan Bank Bukopin. Karena kami menabung ke Bank Bukopin, bukan ke oknum,” tegasnya.

 Glenn menyebut, awal mula terungkap depositonya bermasalah ketika kasus dugaan pemalsuan tanda tangan oknum pegawai Bank Bukopin awal Februari lalu. Yang membuat ayahnya, Roy Nirwan juga mengalami kerugian lantaran namanya digunakan untuk mengajukan pinjaman dari oknum pegawai bank.

 “Begitu saya tahu kasus Pak Roy. Saya langsung cek dana kantor. Ternyata juga bermasalah. Lalu muncul nasabah lain yang ikut menjadi korban,” ujarnya. 

Sementara itu, Branch Manager (BM) Bank Bukopin Kantor Cabang Utama (KCU) Balikpapan Yusuf Wibisono menyatakan, Bank Bukopin dalam kasus ini juga sebagai korban. Karena itu per tanggal 20 Februari lalu, pihaknya telah membuat laporan ke Polda Kaltim. “Kami laporkan dua oknum pegawai kami,” ujar Yusuf. 

Laporan tersebut berupa dugaan tindak pidana perbankan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Karena itu, sebagai korban Bank Bukopin disebutnya siap ikut membantu masyarakat atau nasabah yang ikut menjadi korban. “Kita hormati proses hukum. Dan berharap kasus ini bisa berjalan cepat dan seadil-adilnya,” katanya.  

Kasus dugaan penipuan berujung tindak pidana perbankan dan TPPU ini diketahui berawal dari pengusaha yang juga mantan Ketua KONI Balikpapan Roy Nirwan tak bisa mencairkan deposito senilai Rp 37,8 miliar di Bank Bukopin awal Februari lalu. Kasus berkembang pada puluhan nasabah yang tak bisa menarik dananya dari program deposito yang diduga abal-abal tersebut. Diduga dalam kasus ini ada Rp 110 miliar uang nasabah Bank Bukopin yang belum diketahui nasibnya. (rdh/ms/k15)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 24 Mei 2020 12:22

Awal Juni, Kepastian Ibadah Haji Tahun Ini

BALIKPAPAN- Kementerian Agama Republik Indonesia masih menunggu keputusan Arab Saudi…

Minggu, 24 Mei 2020 12:16

Rapid Test Sambung Menyambung, Rizal Sebut Kurang Jarum Suntik

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan…

Minggu, 24 Mei 2020 12:12

"Kangen Penjara", 5 Napi Asimilasi Masuk Bui Lagi

BALIKPAPAN- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Balikpapan beberapa waktu lalu…

Minggu, 24 Mei 2020 11:57

Setelah 3 Bulan Setop, Layanan Pengurusan SIM Dibuka Lagi, Catat Tanggalnya Nih..!!

BALIKPAPAN- Setelah kurang lebih tiga bulan dihentikan, layanan pengurusan Surat…

Jumat, 22 Mei 2020 14:44

Ada 2 Klaster Baru Penyebaran Corona di Samarinda

BALIKPAPAN–Empat anggota DPRD Balikpapan termasuk dua PNS dan tiga tenaga…

Jumat, 22 Mei 2020 14:13

Di Balikpapan, Takbir Keliling dan Open House Dilarang

Masyarakat diminta menghindari atau pun menggelar kerumunan massa. Untuk memeriahkan…

Jumat, 22 Mei 2020 13:41

Bantah Tarif Naik, PLN Bilang Tagihan Bengkak karena Social Distancing dan WFH

Tagihan listrik meningkat tidak terlepas dari kebijakan pemerintah untuk social…

Jumat, 22 Mei 2020 13:11

Pencairan BST, Imbau Warga agar Lebih Tertib

BALIKPAPAN – Keramaian warga di Kantor Pos Balikpapan masih berlanjut…

Kamis, 21 Mei 2020 13:22

Stok Darah di PMI Makin Menipis

BALIKPAPAN—Selama pandemi Covid-19 kegiatan donor darah keliling tidak bisa dilakukan.…

Kamis, 21 Mei 2020 13:21

Izin Salat Id di Masjid Ditarik, Ibadah Cukup di Rumah

Pelaksanaan ibadah dengan mengumpulkan orang banyak sangat memungkinkan kembali terjadinya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers