MANAGED BY:
KAMIS
02 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Senin, 24 Februari 2020 14:15
Jangan Pesimis karena Corona

Perdagangan Kaltim-Tiongkok Dalam Jangka Pendek Tak Terganggu

Tiongkok memang menjadi negara tujuan ekspor dari Benua Etam. Adanya penyebaran virus corona diprediksi tidak terlalu mengganggu aktivitas perdagangan tersebut.

PROKAL.CO, Tiongkok memang menjadi negara tujuan ekspor dari Benua Etam. Adanya penyebaran virus corona diprediksi tidak terlalu mengganggu aktivitas perdagangan tersebut.

SAMARINDA-Perdagangan ekspor-impor Kaltim dengan Tiongkok memang sudah lama terjalin. Bahkan market share Tiongkok mencapai 30,63 persen untuk pangsa ekspor batu bara, dan 47,74 persen untuk pangsa ekspor crude palm oil (CPO) Kaltim ke Tiongkok. Virus yang melanda Tiongkok membuat kinerja ekspor-impor menjadi pesimis dan diprediksi melorot.

Padahal, tanpa adanya gangguan virus tersebut restreksi atau pembatasan impor batu bara di Tiongkok sudah diprediksikan akan menurunkan kinerja ekspor Kaltim. Bahkan restreksi tersebut berpotensi menurunkan Indeks Harga Ekspor (IHEx) Kaltim 2020 diperkirakan akan mengalami penurunan minus 8,5 persen (yoy).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Anggoro Dwitjahyono mengatakan, secara kumulatif nilai ekspor Kaltim 2019 mencapai USD 16,18 miliar. Secara angka nilai ekspor pada 2019 memang cukup baik. Hal itu tentunya diikuti dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup menggembirakan. Hanya saja, pada pembukaan 2020 Tiongkok yang menjadi tujuan utama ekspor Kaltim diserang virus corona. Virus corona yang melanda Tiongkok tak hanya membuat sektor pariwisata di negara tersebut menurun. Momen imlek yang seharusnya kunjungan terdongkrak, malah berbalik menjadi isolasi beberapa daerah.

“Hal ini bisa saja menurunkan ekspor kita, tapi hal itu belum tentu terjadi. Harus melihat angka yang jelas pada ekspor Januari dan Februari,” jelasnya, Minggu (23/2).

Dia mengatakan, jika ada beberapa negara yang membatasi impor barang-barang dari Tiongkok, ada kemungkinan ekspor batu bara dan CPO ke Tiongkok juga akan menurun. Sebab, beberapa komoditas tadi merupakan bahan baku industri di negara tersebut. Tahun ini bisa saja ada tekanan untuk ekspor Kaltim yang berasal dari pembatasan impor di Tiongkok.

“Ketika ekspor mereka dibatasi, maka impor mereka juga akan menurun. Tapi itu baru kemungkinan, kita tetap tidak boleh memprediksi harus melihat data yang jelas pada ekspor-impor bulan ini,” katanya.

Menurutnya, perlu penelitian yang lebih dalam terkait efek virus tersebut terhadap kinerja ekspor Kaltim. Tapi ada kecenderungan ke sana, melihat tujuan ekspor Kaltim memang kebanyakan ke Tiongkok. Namun terlepas dari hal itu, ekspor Kaltim tetap harus ditingkatkan untuk industri hilir. Agar tidak terus bergantung kepada komoditas mentah yang diekspor.

“Sehingga nilai tambah ekspor kita semakin besar, jika bahan mentah yang saat ini kita ekspor diolah terlebih dahulu sebelum diekspor,” pungkasnya.

Senada, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Tutuk SH Cahyono mengatakan, Tiongkok memang masih menjadi tujuan utama ekspor Bumi Etam. Bahkan kedua komoditas utama Kaltim yaitu CPO dan batu bara masih mengandalkan negara tersebut.

“Tapi jangan pesimis virus ini akan menurunkan kinerja perdagangan kita,” katanya Minggu (23/2).

Menurutnya, secara kebutuhan masih tetap sama, contoh batu bara diperlukan di Tiongkok untuk listrik. Sehingga mereka masih membutuhkan batu bara, jadi belum tentu ekspor ke Tiongkok untuk batu bara akan menurun. Lalu, ekspor CPO Kaltim ke Tiongkok diperlukan untuk memproduksi kosmetik, minyak goreng dan lainnya. Itu juga tetap diperlukan walaupun sedang dilanda virus.

“Sehingga secara dampak belum akan terasa, kecuali dalam jangka panjang virus ini belum bisa diatasi dan produksi beberapa produk terhenti, bisa saja. Tapi sepertinya belum,” pungkasnya. (ctr/tom/k18)

Pangsa Ekspor Batu Bara Kaltim

Negara Tujuan Ekspor Pangsa Ekspor

Asean 19,48 persen

India 28,17 persen

Jepang 5,65 persen

Tiongkok 30,63 persen

Korsel 5,96 persen

Taiwan 5,51 persen

 

Pangsa Ekspor CPO Kaltim

Negara Tujuan Ekspor Pangsa Ekspor

Tiongkok 47,74 persen

India 11,37 persen

Eropa 16,20 persen

Malaysia 9,46 persen

Fhilipina 4,67 persen

 

Sumber: KPw-BI Kaltim


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers