MANAGED BY:
MINGGU
29 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 24 Februari 2020 14:14
Seluruh Siswa Berhasil Ditemukan, Korban Meninggal Susur Sungai Jadi 10 Orang
BERUJUNG NAHAS: Petugas mencatat data korban hanyut dalam tragedi susur Sungai Sempor, Sleman. (Elang Kharisma Dewangga/Jawa Pos Radar Jogja)

PROKAL.CO, JAKARTA--  Tim SAR Gabungan dibawah koordinasi BPBD Yogyakarta berhasil menemukan jasad 2 korban tersisa dari kegiatan susur Sungai Sempor SMPN 1 Puri  yang berujung petaka (23/2). 

Sebelumnya, 2 korban masih dinyatakan hilang pada Sabtu (22/2). Pada Minggu kemarin (23/2) atau hari ketiga operasi pencarian dan penyelamatan. Tim SAR berhasil menemukan 2 korban tersisa, yakni  Yasinta Bunga, siswi Kelas 7b berumur 13 tahun dengan alamat Desa Donokerto, Turi, Kabupaten Sleman.

Korban lain adalah Zahra Imelda, siswi Kelas 7D perempuan berusia 12 tahun  yang beralamat di Desa Wonokerto, Turi Kabupaten Sleman, Yogyakarta. “Jasad kedua korban ditemukan oleh tim SAR pada pukul 05.30 WIB,” kata Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo kemarin (23/2)

Kedua siswi malang tersebut ditemukan tak bernyawa di dekat DAM Matras yang berada di seksi 1 area pencarian. Sekitar 400 meter dari lokasi insiden saat perahu mereka hanyut. Dengan ditemukannya Yasinta dan Zahra, maka total korban meninggal pada insiden Susur Sungai Sempor   

“Dengan sudah ditemukannya seluruh korban maka Operasi SAR dinyatakan selesai hari ini dan seluruh potensi SAR dikembalikan ke masing-masing unsur” tutur Asnawi Komandan  Operasi SAR Sungai Sempor 2020.

Kegiatan Susur sungai Nahas tersebut melibatkan total 249 Siswa dan Siswi. Dengan rincian 124 Siswa kelas 7 serta 125 Siswa kelas 8.  216 Siswa dinyatakan selamat, 23 diantaranya mengalami luka-luka. Sementara  10 siswa dipastikan meninggal dunia.   

Sementara itu, BMKG menyatakan bahwa wilayah Indonesia belum lepas dari potensi hujan lebat pada akhir Februari ini. Prakiraan cuaca yang dirilis BMKG kemarin menyebutkan beberapa wilayah di Jawa masuk dalam kategori waspada cuaca ekstrim berupa hujan lebat. 

Wilayah-wilayah tersebut meliputi  Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Tengah, dan Timur, Sulawesi Selatan, serta Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga hari ini (24 Februari 2020)

Selain di Yogyakarta, cuaca esktrim juga menyebabkan banjir bandang di Kabupaten Lombok Timur pada Minggu sore kemarin. Banjir bandang melanda Dusu Melempo Desa Obel-Obel Kecamatan Sambelian pada pukul 16.00 WITA.  

Sejauh ini belum ada laporan korban Jiwa. Namun 59 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 250 Jiwa dilaporkan mengungsi. Ketinggian air mencapai lebih dari 1 meter. “Namun kondisi sekarang sudah surut tinggal menyisakan lumpur,” jelas Agus Wibowo.  

Agus menyatakan, kejadian di Lombok Timur selain karena curah hujan yg cukup intens selama seminggu terakhir, Sungai melempo juga meluap karena salah satu tanggul jebol. 

Agus mengingatkan, bahwa mengingat cuaca ekstrem masih akan terus berlangsung dalam beberapa hari kedepan, dihimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat mengantisipasi akan potensi bencana banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung serta kilatan petir yg dapat terjadi dengan melakukan pembersihan di lingkungan masing-masing guna meminimalisir dampak. 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus mantau pembentukan awan. Khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Tri Handoko Seto mengatakan saat ini sudah mulai melakukan hujan buatan kembali. Dia mengatakan dalam sehari bisa dilakukan tiga sampai empat kali penerbangan penyemaian awan. 

Dia menjelaskan hasil pengamatan pertumbuhan dan pergerakan awan yang menuju ke wilayah Jabodetabek terjadi peningkatan curah hujan. Pemicunya pola konvektif di wilayah Barat-Barat Laut Jawa Barat. Kemudian ditambah adanya adveksi massa udara dari Barat Laut (Selat Karimata). 

 Pola konvektif yaitu pertumbuhan awan akibat pengangkatan massa udara basah secara vertikal. Sedangkan, adveksi yaitu gerakan massa udara secara horizontal yang mengakibatkan penumpukan di wilayah tertentu. Kondisi tersebut, lanjut Seto, menyebabkan dalam dua sampai tiga hari terakhir terjadi hujan yang cukup lebat dari malam hingga dinihari. Hujan ini mengakibatkan terjadinya beberapa genangan dan banjir di wilayah Jabodetabek. (tau/wan)


BACA JUGA

Sabtu, 28 Maret 2020 19:55

Sudah 17 Kasus Covid-19 di Kaltim, Balikpapan Terbanyak

SAMARINDA - Kasus pasien positif terjangkit virus Corona covid-19 di…

Sabtu, 28 Maret 2020 11:34

Kasus Positif Tembus 1.000 Orang

JAKARTA---  Jumlah  pasien yang positif terinfeksi virus Covid-19 akhirnya menembus…

Sabtu, 28 Maret 2020 00:57

Usai Perjalanan Malang-Surabaya, Seorang Dokter di Kaltim PDP Covid-19

SAMARINDA - Seorang berprofesi dokter masuk kategori Pasien dalam pengawasan…

Jumat, 27 Maret 2020 15:04

Pemprov DKI Jakarta Sediakan Hotel untuk Tenaga Medis

Pemprov DKI Jakarta mengambil sejumlah langkah besar untuk mengatasi pandemi…

Jumat, 27 Maret 2020 15:02

Kaltim Terima 2.400 Rapid Test, Utamakan Paramedis dan Keluarga Pasien

SAMARINDA–Laju pertambahan jumlah pasien positif corona atau Covid-19 di Kaltim…

Jumat, 27 Maret 2020 14:58

Pemerintah Harus Tegas Larang Mudik

JAKARTA – Lebaran masih dua bulan lagi. Namun, kondisi Jakarta…

Jumat, 27 Maret 2020 14:55
Diatur Bandar Tawau, Berau Lokasi Transit

Diupah Rp 10 Juta, Dua Kurir 10 Kg Sabu Diancam Hukuman Mati

SAMARINDA–Modus pengedar sabu-sabu dari hari ke hari kian beragam. Namun,…

Jumat, 27 Maret 2020 14:48

Cerita dr Dimas Satrio Baringgo yang Menangani Pasien Covid-19

Wabah virus Covid-19 menjadi ancaman yang mengerikan. Social distancing pun…

Jumat, 27 Maret 2020 14:21

Pandemi Corona, AS Kucurkan Dana Terbesar Sepanjang Sejarah, Warganya Panik dan Antre Beli Senjata

Beberapa negara mengucurkan bantuan besar-besaran untuk mengatasi pandemi Covid-19. Pada…

Jumat, 27 Maret 2020 13:49
Beredar Rekaman Suara Bupati PPU soal Lockdown

Lockdown di PPU..? Ternyata Ini Kata Bupati PPU

Ada isu lockdown diberlakukan di Penajam Paser Utara. Sontak warga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers