MANAGED BY:
SENIN
06 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Minggu, 23 Februari 2020 10:49
Dua Korban Susur Sungai di Sleman Belum Ditemukan, Pembina Pramuka Jadi Tersangka
DUKA DARI JOGJA: Personel TNI AL bersama relawan mencari korban pelajar SMP 1 Turi yang hanyut di Sungai Sempor, Sleman. Foto atas, keluarga berdoa setelah proses pemakaman Khairunnisa Nur Cahyani, salah seorang pelajar yang jadi korban. SEVTIA EKA NOVARITA/RADAR JOGJA

PROKAL.CO, SLEMAN– Penyisiran siswa hilang karena susur sungai diperluas menjadi 27 kilometer dari titik kejadian. Wilayah terbagi menjadi empat bagian sampai ke wilayah aliran Sungai Sempor Bedog, Sleman, Jogjakarta di sekitar ring road selatan.

Humas Basarnas Jogjakarta Pipit Eriyanto menuturkan, seksi I mulai lokasi kejadian sampai Tempuran Bedog–Sempor yang berjarak 6,71 kilometer. Seksi II berjarak 5,59 kilometer sampai Pertemuan Bedog–Selokan Mataram. Dilanjutkan seksi III yang menuju Gereja Gamping dengan jarak 7,91 kilometer.

Seksi terakhir sampai aliran Sungai Sempor–Bedog di wilayah ring road selatan dengan jarak 4,98 kilometer. “Setiap section dikerahkan dua tim search and rescue unit (SRU). Setiap SRU terdiri atas lebih dari 50 relawan,” jelas Pipit kepada Jawa Pos Radar Jogja kemarin (22/2).

Sampai pukul 19.05 WIB, korban yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia delapan orang. Dua lainnya, yakni Yasinta Bunga dan Zahra Imelda, masih dicari. Sebelumnya, Nadin Fadhila telah ditemukan tak bernyawa pada Sabtu (22/2) pukul 10.15 WIB di Dam Lengkong.

Menurut Pipit, tim gabungan telah melakukan penyusuran sampai seksiIV dan masih nihil. Kondisi sungai yang berbatu dan berongga membuat korban bisa tersangkut. Normalnya, dalam waktu tiga hari, jasad naik ke permukaan dengan sendirinya. “Namun, karena berongga, dikhawatirkan masih tersangkut,” ungkap Pipit.

Untuk mendukung pencarian, Basarnas menambah pemasangan jaring di aliran dekat Gereja Gamping. Sebelumnya, jaring dipasang di aliran Sempir yang ada di Dusun Balong.

Sementara itu, 13 orang yang diduga mengetahui tragedi susur sungai SMP 1 Turi diperiksa Polda Jogjakarta. Dari hasil pemeriksaan, seorang pembina pramuka ditetapkan sebagai tersangka.

Kabidhumas Polda Jogjakarta Kombes Yuliyanto menjelaskan, 13 orang yang diperiksa itu terdiri atas tujuh pembina pramuka, tiga warga Turi, dan tiga orang dari Pramuka Kwarcab Sleman. Berdasar hasil pemeriksaan sementara diketahui, di antara tujuh pembina pramuka, enam orang mengantar para siswa ke sungai. “Dan satu orang berada di sekolah,” ungkapnya.

Dari enam orang yang ikut berangkat ke sungai, empat orang turun ke sungai dan satu orang menunggu di garis finis. Sedangkan seorang pembina lainnya pergi karena urusan tertentu setelah mengantarkan para siswa.

Enam pembina berstatus PNS dan satu lainnya adalah pihak luar yang menjadi pembina pramuka. “Dirreskrimsus Polda Jogjakarta telah melakukan gelar perkara di Mapolres Sleman dan menyatakan meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan,” tambah Yuli, sapaan Yuliyanto.

Seorang yang sudah diperiksa, yakni IYA, naik status dari saksi menjadi tersangka. Dia adalah pembina pramuka yang juga guru olahraga di SMP 1 Turi. IYA adalah orang yang meninggalkan para siswa di sungai dengan alasan masih ada keperluan tertentu.

Yuli menambahkan, sangat mungkin ada penambahan tersangka. Namun, hal itu bergantung pada hasil pemeriksaan. Polisi juga akan meminta keterangan para siswa yang selamat.

Untuk sementara, tersangka diancam Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia. Juga Pasal 360 KUHP karena kelalaiannya mengakibatkan orang lain terluka. Ancaman maksimalnya adalah penjara lima tahun. Saat ini tersangka masih diperiksa intensif di Mapolres Sleman dan belum ada penahanan. (eno/c9/oni/rom/k15)

 

 

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 06 April 2020 13:52

Rumah Sakit Darurat Pulau Galang Mulai Beroperasi

JAKARTA- Sesuai perintah dari Presiden Joko Widodo, Rumah Sakit Darurat…

Senin, 06 April 2020 13:50

Polisi Diminta Pantau Penghina Presiden dan Pejabat

JAKARTA-- Polri terus merespon berbagai situasi dampak dari penyebaran virus…

Senin, 06 April 2020 13:44

Ringankan Beban Masyarakat dan Bantu Alat Medis

GRESIK- Petrokimia Gresik, perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia…

Senin, 06 April 2020 11:47

31.786 Napi dan Anak Wajib Lapor

JAKARTA, - Selama lima hari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kemenkum…

Senin, 06 April 2020 10:39

Dihantam Corona, Ribuan Karyawan Dirumahkan, Ratusan di-PHK

DENPASAR- Lesunya industri pariwisata berdampak pada karyawan. Di Badung, tercatat…

Minggu, 05 April 2020 13:46

Tolak Pembebasan Napi Koruptor

JAKARTA- Setelah mendapat kritik pedas, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron…

Minggu, 05 April 2020 13:32

Dikatai-katai, Suami Sakit Hati dan Bunuh Istri

KEPANJEN – Lidah memang tak bertulang, tapi bisa lebih tajam…

Minggu, 05 April 2020 13:14
Penggunaan Asrama Haji untuk Karantina ODP dan PDP Covid-19

Maksimal 10 Hari Sebelum Jamaah Masuk Asrama

JAKARTA –Kemenag terbitkan ketentuan teknis penggunaan asrama haji untuk tempat…

Minggu, 05 April 2020 12:43

Mobil Tabrak Pembatas, Wakil Jaksa Agung Meninggal Dunia

JAKARTA -- Wakil Jaksa Agung Arminsyah meninggal dunia Sabtu sore…

Minggu, 05 April 2020 12:36
Mereka Bukan Generasi Rebahan, Yang Muda Yang Bergerak

Relakan Uang Jatah Kuota Internet untuk Donasi

Ada yang menyediakan tempat tinggal sementara untuk para tenaga medis.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers