MANAGED BY:
SELASA
07 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Minggu, 23 Februari 2020 10:46
Dukungan Golkar-PDIP Belum Cukup, Rahmad Mas'ud Pepet Parpol Lain
Rahmad Mas'ud

PROKAL.CO, Mendapatkan dukungan dari PDI Perjuangan (PDIP), bagi Rahmad Mas’ud belum cukup. Ketua DPD Golkar Balikpapan itu berharap sokongan dari partai lain.

 

BALIKPAPAN – Jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Balikpapan 2020, sejumlah partai politik (parpol) mulai membeber jagoan mereka. PDIP bahkan sudah mengumumkan pasangan calon yang bakal diusung di kenduri demokrasi tersebut. Partai berlambang banteng bermoncong putih itu mengusung Rahmad Mas’ud dan Thohari Aziz untuk berkompetisi.

Rekomendasi itu telah diumumkan langsung di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat pada 19 Februari 2020 lalu. Pengumuman bakal pasangan calon untuk Pilwali Balikpapan bersamaan dengan pengumuman 48 pasangan lainnya se-Indonesia. Dihadiri langsung Ketua DPC PDIP Balikpapan Thohari Aziz.

Sementara Rahmad Mas’ud berhalangan hadir, lantaran mengikuti ujian di salah satu perguruan tinggi di Samarinda. Ketua DPD Golkar Balikpapan itu menyampaikan rekomendasi yang diberikan PDIP kepadanya merupakan amanah. Untuk maju dalam kontestasi Pilwali Balikpapan. “Kami bersyukur dan berterima kasih atas rekomendasi ini,” kata Rahmad kepada Kaltim Post, kemarin.

Walau sudah mengantongi rekomendasi dari PDIP, pasangan Rahmad Mas’ud dan Thohari Aziz masih belum aman. Karena PDIP tidak bisa mengusung pasangan calon sendiri. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mensyaratkan pasangan calon yang diusung partai politik harus memiliki 20 persen dari jumlah kursi di DPRD atau 25 persen dari jumlah suara pemilihan legislatif terakhir.

Di DPRD Balikpapan ada 45 kursi. Sehingga partai politik yang ingin mengusung calon sendiri tanpa berkoalisi minimal memiliki sembilan kursi. Sementara, PDIP hanya memiliki delapan kursi.

Rahmad belum bisa menjanjikan rekomendasi dari Golkar untuk berpasangan dengan Thohari Aziz dapat dikantonginya. Mengingat Golkar Kaltim dalam waktu dekat akan melaksanakan musyawarah daerah (musda) untuk memilih nakhoda baru. Yang dijadwalkan awal Maret 2020.

Wakil Wali Kota Balikpapan itu menyebut prioritas partai beringin saat ini adalah menyukseskan musda. Sembari melaksanakan penjaringan bakal calon wali kota dan bakal calon wakil wali kota. “Jadi tunggu hasil musda dulu lah. Apalagi pendaftaran (calon wali kota dan wakil wali kota) ‘kan masih lama. Biarlah berproses dulu. Sambil kita juga menunggu rekomendasi DPP Partai Golkar,” katanya.

Sesuai tahapan yang disusun KPU, pengumuman dan pendaftaran pasangan calon baru dilaksanakan pada 16 - 18 Juni 2020. Dilanjutkan dengan penetapan pasangan calon pada 8 Juli. Lalu pengundian dan pengumuman nomor urut pasangan calon pada 9 Juli 2020.

Namun sesuai dengan komitmen hasil Musyawarah Nasional (Munas) DPP Golkar awal Desember 2019 lalu, Ketua Umum Airlangga Hartato menyampaikan rekomendasi pada Pilkada 2020 akan diprioritaskan kepada kader Partai Golkar.

Terutama ketua DPD I maupun DPD II yang ingin maju dalam pilkada serentak tersebut. Pernyataan itu membuat Rahmad Mas’ud optimistis bakal mendapat rekomendasi dari partainya sendiri. “Kami berpegang pada hasil munas saja. Pencalonan diprioritaskan ketua DPD masing-masing. Artinya jika partai lain memberikan amanah kepada saya, masak partai sendiri tidak,” kelakarnya.

Jika rekomendasi dari PDIP dan Golkar dikantongi Rahmad Mas’ud dan Thohari Aziz, maka sudah cukup jadi tiket maju ke Pilwali Balikpapan. Di mana PDIP memiliki delapan kursi, sedangkan Golkar 11 kursi. Artinya pasangan calon ini telah memiliki 19 kursi. Melampaui jumlah minimal sembilan kursi yang dipersyaratkan KPU.

Namun, sejak awal Rahmad mengaku tidak jemawa. Walau Golkar sudah memenuhi syarat untuk mengusung pasangan calon sendiri, dia menyampaikan siap berkoalisi. Dengan semua partai politik yang terdaftar di KPU. “Karena jika tujuannya untuk pembangunan yang membawa kebaikan, ya harus bersama-sama,” ucapnya.

Sementara itu, Thohari Aziz menyampaikan pada pilkada tahun ini, PDIP memilih sikap yang berbeda. Karena selama tiga kali penyelenggaraan Pilwali Balikpapan, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu belum pernah sekali pun mengusung kader sendiri.

Partai penguasa itu cenderung mengalah. Dan memilih mengusung pasangan calon yang elektabilitas tinggi. Menurut hasil survei. Dan semua kader yang diusung selalu menjadi pemenang kontestasi pilkada. “Pilkada tahun ini memang berbeda. Dengan melihat kinerja partai dan kader yang menjadi tolok ukurnya. Apalagi kursi kami di DPRD terus meningkat,” ungkap Thohari kepada Kaltim Post.

PDIP Balikpapan tampaknya tak ingin kembali menjadi mesin politik semata. Kali ini, partai berlambang banteng bermoncong putih itu menugaskan Thohari untuk berkompetisi dalam Pilwali Balikpapan. Ketua DPC PDIP Balikpapan itu diberi mandat untuk bertarung sebagai bakal calon wakil wali kota. Mendampingi Rahmad Mas’ud yang dipilih menjadi bakal calon wali kota Balikpapan.

Seperti Pilwali Balikpapan 2006, PDIP menjadi satu-satunya partai yang mengusung Imdaad Hamid dan Rizal Effendi. Keduanya bukan kader tulen PDIP. Imdaad Hamid adalah wali kota petahana dan mantan birokrat. Sementara Rizal Effendi kala itu adalah pewarta. Dan keduanya berhasil terpilih menjadi wali kota dan wakil wali kota Balikpapan periode 2006-2011.

Dilanjutkan pada Pilwali Balikpapan 2011. PDIP kembali menjadi mesin politik untuk mengusung Rizal Effendi dan Heru Bambang. Bersama dengan Golkar, Demokrat, Gerindra, PBB, PAN, PKB dan PKNU, koalisi partai politik itu berhasil memenangkan pasangan calon petahana yang menggandeng mantan birokrat itu. Ya, Heru Bambang kala itu adalah mantan Sekretaris Kota (Sekkot) Balikpapan. PDIP kembali memenangkan Rizal Effendi-Heru Bambang untuk memimpin Kota Minyak periode 2011-2016.

Pun demikian dengan Pilwali Balikpapan 2015. PDIP kembali menjadi mesin politik bersama PPP dan Demokrat. Dengan mengusung petahana Rizal Effendi yang berpasangan dengan Rahmad Mas’ud.

Tahun itu, Rahmad berlatar belakang pengusaha. Yang sempat memiliki pengalaman bergabung dengan Partai Patriot. PDIP kembali absen menugaskan kadernya untuk berkompetisi dalam pilkada. “Jadi sudah resmi tahun ini, saya ditugaskan partai dengan Pak Rahmad untuk maju dalam Pilwali Balikpapan,” ungkapnya.

Sehingga, Thohari Aziz akan menjalin komunikasi untuk berkoalisi dengan partai. Termasuk menjalin komunikasi intensif dengan Rahmad Mas’ud. Di mana, saat ini partai beringin masih melaksanakan penjaringan bakal calon wali kota dan bakal calon wakil wali kota.

Pendaftaran telah dilaksanakan selama dua hari, mulai 17 dan 18 Februari 2020. Ada 23 pendaftar yang mengambil formulir pada penjaringan itu. Di antaranya tiga orang bakal calon wali kota dan 20 bakal calon wakil wali kota. Salah satunya adalah Thohari Aziz.

Adapun pengembalian formulir dijadwalkan berlangsung hingga 25 Februari 2020. “Saya menghormati mekanisme penjaringan yang dilakukan Partai Golkar. Dan besok (hari ini) saya akan mengembalikan berkas pendaftarannya,” janji pria berkacamata itu. (kip/rom/k18)

loading...

BACA JUGA

Senin, 06 April 2020 19:33

Dari Klaster Gowa, 4 Pasien di Penajam Positif Covid-19

SAMARINDA - Perkembangan kasus positif covid-19 di Kaltim menjadi 31…

Senin, 06 April 2020 15:30

Ratusan Jasad Telantar di Trotoar, Ekuador Siapkan Peti Mati dari Kardus

Situasi mencekam di Ekuador masih berlanjut. Jenazah pasien Covid-19 telantar…

Senin, 06 April 2020 15:03

Sebelum Meninggal, dr Ketty Pernah Merawat Menhub

HINGGA Minggu (5/4), Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI)…

Senin, 06 April 2020 14:00

DUKA..!! Belasan Dokter Meninggal karena Covid-19

JAKARTA– Menurut catatan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI)…

Senin, 06 April 2020 13:56
Pemerintah Terbitkan Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Ini Isinya

Semua Orang Wajib Pakai Masker, Angkutan Dibatasi, Motor Dilarang Boncengan

JAKARTA - Terhitung sejak tanggal 5 April, seluruh warga masyarakat…

Minggu, 05 April 2020 14:08

Dua Pasien di Kaltim Sembuh, Daya Tahan Tubuh Bagus, Diyakini Terbebas dari Corona

Dua orang pasien Covid-19 di Kaltim dinyatakan sembuh. Hasil pemeriksaan…

Minggu, 05 April 2020 14:07

Evaluasi Pengetatan Jalur Balikpapan-Samarinda

SAMARINDA telah memberlakukan pembatasan masyarakat dari Balikpapan sejak Jumat (3/4).…

Minggu, 05 April 2020 14:02
Kisah Pasien Corona yang Sembuh, Yuyun Nurhayati

Kuncinya Bahagia, Tak Boleh Sedih, dan Tanpa Televisi saat Diisolasi

Melalui sambungan telepon, kabar gembira itu datang. Yuyun Nurhayati, pengidap…

Minggu, 05 April 2020 13:49
Tiga Pasien Negatif dari Balikpapan Masih Menunggu Tes

Daya Tahan Tubuh Bagus, Diyakini Terbebas dari Corona

Dua orang pasien Covid-19 di Kaltim dinyatakan sembuh. Hasil pemeriksaan…

Minggu, 05 April 2020 13:28
Rapid Test Covid-19 Gagal Terpenuhi

Semua Orang Wajib Pakai Masker, Angka Kematian Bisa Capai 150 Ribu

JAKARTA -- Target rapid test gagal terpenuhi. Pemetaan kasus pun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers