MANAGED BY:
SABTU
28 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Minggu, 23 Februari 2020 10:05
Microsleep Sama dengan Bertaruh Nyawa
ilustrasi

PROKAL.CO, MENGEMUDIKAN kendaraan dengan jarak yang cukup jauh perlu tenaga ekstra. Namun, ketika lelah sudah melanda, satu-satunya jalan adalah berhenti sejenak dan istirahat beberapa saat.

Microsleep bisa terjadi pada siapa saja. Seperti yang dijelaskan dr Arysia Andhina. Dokter yang juga merupakan Humas RSUD AW Sjahranie itu menyebut, kelelahan dan kejenuhan menjadi faktor utama terjadinya microsleep.

“Harus diketahui, microsleep itu tingkat fatality-nya cukup bahaya. Jika terjadi, nyawa taruhannya,” ujar dokter penyuka drama Korea itu.

Salah satu yang melatarbelakangi adalah kurangnya istirahat (tidur). “Itu bahayanya mengemudi dengan kondisi tak prima. Microsleep bisa terjadi kapan saja,” ungkapnya.

Microsleep adalah tertidur tiba-tiba dengan rentan waktu yang singkat. “Paling lama sekitar 1 menit. Dan ada yang singkat, sekitar 10–30 detik,” sambung dokter yang akrab dengan panggilan Sisi itu.

Diungkapkan Sisi, dia sering mengalami microsleep. Pasalnya, jarak rumah dan tempatnya bertugas cukup jauh. Sisi bermukim di Sangasanga, sementara pengabdiannya sebagai dokter di RSUD AW Sjahranie. “Hampir setiap hari saya bolak-balik. Tadi (kemarin) saja kejadian,” ungkapnya saat diwawancarai harian ini, Kamis (20/2).

Microsleep terjadi lantaran kelelahan yang sudah tak tertahankan. Untuk menguranginya, pengendara yang biasa bepergian jarak jauh, harus memerhatikan waktu istirahatnya. “Kemampuan konsentrasi, kewaspadaan, dan respons sudah turun,” tambahnya.

Gejala mengantuk paling umum, menurut Sisi, adalah menguap, dan mata berair. Faktor kelelahan saat berkendara itu bisa dilihat saat kepala sudah bersandar. Berkendara dalam kondisi mengantuk lebih berbahaya dibandingkan berada di bawah pengaruh alkohol (mabuk).

Sisi mengatakan, ada beberapa hal yang penting dilakukan untuk mencegah microsleep. “Obatnya, ya, sudah pasti tidur. Menepikan kendaraan, kemudian tidur sekitar 15–30 menit,” tuturnya.

Jika berkendara jarak jauh, lanjut dia, seminggu sebelumnya harus cukup tidur sekitar 7–9 jam setiap malam. “Menghentikan kendaraan dan meregangkan otot-otot (stretching), setelahnya lanjutkan perjalanan,” tutupnya.

Terkait kecelakaan yang menimpa Toyota Avanza KT 1539 KP yang dikemudikan Puji Syukur (41) di Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam), Sisi menuturkan, sopir diduga kuat mengalami microsleep. Di luar dari faktor teknis kendaraan dan kontur jalan, tubuh adalah yang harus utama diperhatikan.

Belum juga ditetapkan tarifnya, kecelakaan kembali terjadi di Tol Balsam. Dari data Jasa Marga Tollroad Operation (JMTO) Balsam, sejak dibuka hingga Rabu (19/2), sudah ada delapan kecelakaan. Umumnya disebabkan kelalaian pengemudi.

Dikatakan Dewan Penasihat Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) Kaltim Haryoto, pada dasarnya, konstruksi jalan di jalan tol tersebut sudah tak bermasalah. Namun, masyarakat belum terbiasa dengan jalan tol. Sebab, selama ini masyarakat Kaltim terbiasa dengan jalan yang berkelok, hingga naik-turun tanjakan. “Terlalu nyaman dan lapang, jadi belum terbiasa,” kata Haryoto.

Maka dari itu, masyarakat diharapkan bisa mematuhi imbauan seperti batas kecepatan maksimal 80 kilometer per jam. Di sisi lain, selalu beristirahat kalau sudah mengantuk atau kelelahan. Namun, tidak boleh asal menepi di pinggir jalan tol, karena bisa berbahaya. Maka, upayakan agar selalu terjaga.

“Kalau tidak di rest area juga berbahaya. Jadi, misal setel musik keras-keras dan bawa permen hangat. Buka jendela kalau tidak hujan,” sarannya.

Sementara itu, Manager Area JMTO Balsam Ronny Hendrawan mengatakan, dari delapan kecelakaan, mayoritas karena kelalaian pengemudi. “Kami sudah memberi warning batas kecepatan maksimal 80 kilometer per jam. Kalau melaju di bawah itu, insyaallah aman,” ucap Ronny.

Dia mengatakan, dari berbagai kecelakaan yang terjadi, belum ada korban jiwa di Tol Balsam. Pihaknya pun terus siaga 24 jam dengan patroli dan call center yang tersedia. (dra/nyc/dwi/k8)

 

loading...

BACA JUGA

Minggu, 22 Maret 2020 12:58

Ini Kiat Atasi Rasa Stres dan Panik Akibat Wabah Virus Korona

Stres bisa menurunkan sistem imun seseorang. Sehingga ketika stres, berbagai…

Minggu, 22 Maret 2020 12:56

Biasakan Anak Sikat Gigi di Malam Hari, Manfaatnya Besar Lho...

Mendidik anak untuk rajin sikat gigi di malam sangat baik…

Rabu, 18 Maret 2020 01:29

Spageti Nusantara hingga Olahan Serba Kambing

Ada banyak cara mengolah makanan. Termasuk fusion food atau memadukan…

Rabu, 18 Maret 2020 01:24

Nongkrong Asyik dengan Kudapan Enak

KONGKO di cafe yang berada di lantai delapan bangunan sambil…

Senin, 16 Maret 2020 14:56

17 Mitos Tangkal Virus Corona Dibantah WHO

WHO mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi dari…

Sabtu, 14 Maret 2020 20:52

Jus Pakcoy Segar hingga Wangi Kopi Hainan

USAI menikmati hidangan yang dikenal dengan gudang lemak, ada baiknya…

Sabtu, 14 Maret 2020 20:50

Olahan Buntut, Kenyangkan Perut

Tak hanya bagian dagingnya saja, beberapa orang juga terbius dengan…

Minggu, 08 Maret 2020 10:27

Bijaklah, karena Orang Bisa Berubah, Tapi Jejak Digital Tidak

BELAKANGAN jagad media sosial, terutama Twitter sempat dihebohkan dengan munculnya cuitan…

Kamis, 05 Maret 2020 17:36

Nikmat Aren dan Regal jadi Satu

SEJAK beberapa tahun belakang, minuman yang identik dengan rasa pahit…

Kamis, 05 Maret 2020 17:27

Nasgor Bubuhan, Spesial dengan Bumbu Kluwek

Informasi umum jika nasi adalah makanan pokok orang Indonesia. Dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers