MANAGED BY:
RABU
08 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Minggu, 23 Februari 2020 08:58
Lubang Maut Terus Merenggut Nyawa, Korban Tenggelam Ke-36 di Eks Kolam Tambang
Suasana evakuasi korban

PROKAL.CO, Dari puluhan kasus korban tewas di lubang bekas tambang, baru satu yang masuk peradilan. Sementara korban terus berjatuhan.

==================

SAMARINDA – Banyak lubang menganga bekas aktivitas tambang ditinggalkan begitu saja. Entah disengaja atau tidak, peninggalan aktivitas keruk “emas hitam” itu menambah panjang daftar korban.

Belum lama ini ada karyawan PT Pamapersada Nusantara yang mengalami kecelakaan kerja di area pertambangan di Kutim, Alamsyah Arsyad (45). Teranyar korban ke-36 diduga terjadi di eks lahan tambang. Di kawasan Mugirejo, Jalan Kalan Luas, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, kemarin (21/2). Korbannya Bayu Setiawan (21).

Dari informasi yang dihimpun, Bayu dan dua rekannya mulai memancing pukul 14.00 Wita. Berbekal perahu rakitan, Bayu bersama dua rekannya memancing di lubang eks tambang. Meski hari mulai gelap, ketiganya masih berniat untuk menyalurkan hobinya di kolam "maut" di Jalan Kalan Luas, Desa Lubuk Sawah, Kelurahan Mugirejo, Samarinda Utara, itu.

Nahas, niat menyalurkan hobinya malah berujung petaka. Perahu rakitan yang digunakan tersangkut di batang pohon. Ketiganya berinisiatif berenang ke tepi. Sayang, Bayu Setiawan mendadak lemas. Kedua rekan sempat berusaha menolong dengan cara memegang tangan pemuda 21 tahun tersebut. 

Namun, rasa panik memuncak. Tak hanya Bayu, bahkan kedua rekannya juga. Tangan Bayu terlepas dari genggaman kedua rekannya. Saat di tepi kolam eks tambang, kedua rekannya mencoba mencari sembari memanggil nama Bayu. Tak ada jawaban. Bingung, kedua pemuda beralamat di Jalan Gerilya itu mencoba meminta bantuan ke warga sekitar.
Upaya pencarian pun tengah dilakukan, tapi belum membuahkan hasil hingga tadi malam.

HARUSNYA JANGAN KOMPROMI

Nyawa melayang di area bekas pertambangan bukan hal langka di Kaltim. Sayang, dari catatan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, sebanyak 36 kejadian terhitung sejak 2011, hanya satu perkara yang naik ke kursi pesakitan. Sisanya dibiarkan mengambang.

Dinamisator Jatam Kaltim Pradarma Rupang secara tegas mengutuk perusahaan tambang yang menjadi lokasi kejadian. "Seharusnya pemerintah itu melek. Mau sampai kapan korban terus berjatuhan," ungkapnya dengan nada menekan saat diwawancarai Kaltim Post semalam.

Dia juga mendengar peristiwa nahas yang menimpa Bayu berada di salah satu konsesi perusahaan tambang. "Tim saya sedang bergerak ke lokasi tadi (kemarin). Pemerintah seharusnya tidak sekadar simpati terhadap korban, tapi aturan harusnya ditegakkan," sambungnya.

Seharusnya, menurut Rupang, ada langkah luar biasa yang diambil pemerintah. "Seharusnya tidak ada lagi kompromi dengan penjahat tambang," jelasnya. Berbicara tambang, Rupang melihat aktivitasnya sudah ugal-ugalan. "Mendesak pemerintah untuk bertindak tegas. Jika area lokasi kejadian masuk konsesi perusahaan yang legal, seharusnya dicabut," tegas Rupang.

Selain mencabut izin aktivitas pertambangannya, lanjut Rupang, perusahaan yang bersangkutan juga harus diproses secara hukum. Pasalnya, ada aturan jelas yang sudah dilanggar.

Kisah tragis yang dialami warga Jalan Gerilya, Sungai Pinang, itu menambah panjang daftar korban di dunia emas hitam. "Rata-rata anak hingga remaja. Jika tak dilakukan penindakan, banyak ibu di Kaltim yang cemas dengan adanya lubang tambang," tegasnya.

Terpisah, dihubungi melalui WhatsApp (WA) tadi malam sekitar pukul 23.40 Wita, Kabid Mineral dan Batu Bara (Minerba) Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Baihaqi Hazami merespons singkat. Panggilan yang ditujukan kepadanya ditolak. Namun, dia menyebut, kejadiannya masih simpang siur.

"Ada yang bilang PT BAR. Namun, tim kami nanti (hari ini) mengecek ke lokasi," sebutnya. Dia baru mendengar sebatas informasi yang beredar di media sosial.

Terkait lokasi kejadian, Eka Wijayanti selaku kepala teknik tambang (KTT) PT Cahaya Energi Mandiri (CEM) membenarkan bahwa lokasi kejadian berada di konsesi perusahaan tersebut. "Sementara kami tidak beroperasi," ungkapnya saat ditemui di lokasi kejadian tadi malam.

Eka mengklaim, lokasi kejadian bukan bekas galian tambang. "Original," ucapnya. Perihal timbunan tanah, hal itu merupakan proses penimbunan yang dilakukan perusahaan untuk menutup lubang sedalam sekitar 40 meter. Sebelumnya, PT CEM sudah sekitar setahun tidak beroperasi produksi. 

Rekan korban, Febri Sudarnanto (19), menuturkan bahwa setelah perahu tersangkut ketiganya memutuskan untuk berenang lantaran hari mulai gelap. Namun, saat mencoba ke tepi, Bayu mendadak lemas. "Lutfi (rekan yang lainnya) sudah sampai pinggir, saya yang tarik tangan Bayu," ucapnya.

Bayu yang panik sempat membuat Febri turut tenggelam. "Lutfi sempat berenang kembali coba tolong, saya juga coba tarik tangan, ternyata malah tangan Lutfi," sambungnya.

Mengetahui rekannya tenggelam, kedua pemuda itu langsung menghubungi keluarganya menggunakan handphone yang ditinggal di jok motor. "Langsung hubungi orang rumah, kami tunggu di sini," pungkasnya.

Korban hingga tadi malam masih dalam upaya pencarian tim SAR dan relawan Samarinda. Joko Tri Wulan, Plt Kanit Siaga SAR Samarinda menuturkan, dia menerima informasi dari Yohanes selaku relawan Samarinda. "Besok pagi (hari ini) akan dilakukan penyelaman, pembuatan ombak, serta penyisiran menggunakan perahu karet," pungkasnya. (dra/*/dad/dwi/k16)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 08 April 2020 14:23

Ini Dia..!! 37 Sikap Blunder Pemerintah terkait Covid-19

JAKARTA– Lembaga Penelitian, Pendidikan, Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) merilis…

Rabu, 08 April 2020 14:16

INGAT..!! ASN dan Keluarga Dilarang Mudik

JAKARTA– Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) memperpanjang…

Rabu, 08 April 2020 13:32
Pemerintah Rilis Global Bonds USD 4,3 M

Indonesia Terbitkan Surat Utang Terbesar dalam Sejarah

JAKARTA– Pemerintah resmi menerbitkan global bonds sebagai salah satu optimalisasi…

Selasa, 07 April 2020 23:04

Hapus THR dan Gaji ke-13, Pemprov Tunggu Regulasi

TAK cuma pegawai perusahaan swasta, harap-harap cemas kini melanda para…

Selasa, 07 April 2020 23:00

Saatnya Mencegah Wabah dari Diri Sendiri

Virus corona sudah mewabah Indonesia sejak awal bulan lalu. Siapa…

Selasa, 07 April 2020 22:00

Pandemi Diprediksi Berakhir Juli

JAKARTA– Kapan pandemi Covid-19 ini berakhir? Bergantung intervensi pemerintah dan…

Selasa, 07 April 2020 20:01

Pasien Covid-19 di Kaltim yang Sembuh Bertambah 1

SAMARINDA - Pasien positif covid-19 yang sembuh di Kaltim bertambah…

Selasa, 07 April 2020 14:36

Perjalanan Dinas Wakil Rakyat Dipangkas

SAMARINDA–Biaya penanganan wabah virus corona di Kaltim bakal habis-habisan. Persentasenya…

Selasa, 07 April 2020 14:21

Dibikin Senang agar Imun Terjaga

MUHAMMAD Wahib Herlambang. Dialah salah satu pasien pertama yang ditetapkan…

Selasa, 07 April 2020 14:12

APBN 2020 Fokus untuk Corona, IKN Bisa Ditunda

JAKARTA  – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menegaskan bahwa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers