MANAGED BY:
SELASA
07 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Sabtu, 22 Februari 2020 10:42
Astra Agro Lestari Mengurai Tantangan dan Peluang Industri Sawit (2-Habis)
Fokus Improvement, Tak Melulu soal Naik Produksi

PROKAL.CO, Pergerakan harga di pasaran umumnya menjadi acuan menaikturunkan produksi komoditas. Tak terkecuali bagi industri kelapa sawit. Namun tak selamanya produktivitas jadi indikator performa.

 

NUR RAHMAN, Bogor

 

DIGITALISASI tak hanya milik penghasil produk digital. Perusahaan perkebunan yang aktivitasnya menanam dan memanen pun, telah akrab dengan komputerisasi dan "kawan-kawannya".

Bagi PT Astra Agro Lestari Tbk, sistem itu diterapkan dalam program improvement, untuk mencapai operasional dengan excellence. Langkah-langkah itu, diyakini akan memudahkan perusahaan menggaet label "kelas dunia".

"Pengembangan kami lakukan sejak proses dasar, seperti tanam, rawat, dan olah. Semua kini jauh lebih optimal, baik dalam pengerjaan maupun pengawasan," kata Santosa, CEO Astra Agro Lestari, saat bincang dengan wartawan dalam acara Talk to The CEO 2020 di Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/2) malam.

Dalam beberapa tahun belakangan, dia menyebut, investasi untuk mengoptimalkan kinerja ini relatif murah. "Sangat pantas, kalau perbandingannya untuk memaksimalkan produksi," sambung Santosa, didampingi Tofan Mahdi, selaku Senior Vice President of Communications and Public Affair.

Menurutnya, improvement untuk operational excellence itu memang perlu diterapkan pada sektor perkebunan. Misal, dalam mengontrol kinerja tenaga perawat tanaman dan pemanen.

"Kalau di kantor, kita bisa mudah tatap muka dengan pekerja. Atau di pabrik. Tapi di kebun sawit yang luasnya ribuan hektare, ada ribuan perawat dan pemanen, itu ngontrolnya gimana?" ujar dia.

Saat ini, kebun-kebun Astra Agro Lestari disebutnya telah menerapkan sistem GPS untuk mendeteksi pergerakan perawat tanaman. Dan untuk pemanen, ada controlling pekerja lewat pelaporan yang datanya diinput secara digital. Hasilnya, angka ideal dari pemanen bisa dideteksi.

Saat ini, perusahaan dapat mengetahui produktivitas per kebun, per blok, bahkan per pemanen. Tindak lanjutnya, ada angka acuan, yang bisa dijadikan target. Lebih lanjut lagi, dapat menjadi acuan dalam menyesuaikan target kinerja pemanen berdasarkan tingkat kesulitan lahan yang digarap.

"Saya sekarang bisa tahu, per hari itu pemanen bisa menghasilkan antara 98 sampai 140 janjangan sawit. Kalau dulu, berapapun kita terima-terima saja berapapun. Kita juga bisa sesuaikan target. Misalkan, ada pemanen di lahan yang miring atau berbukit, itu targetnya lebih sedikit. Nanti juga penugasannya bisa di-rolling," terangnya.

Di sektor olah, kontrol juga dilakukan pada aktivitas olah. Seperti mengukur kapasitas muatan truk sawit per pabrik. Kini, akurasi volume kelapa sawit yang diolah dapat diukur seperti halnya mengukur penumpang pada pesawat.

"Saat ini akurasinya 98 persen dalam memprediksi tingkat pasokan. Kalau sekiranya pasokan sawit tidak ekonomis untuk diolah, pabrik bisa kita liburkan. Itu kan sangat membantu menekan biaya," jelasnya.

Terlepas dari revenue yang naik atau turun, improvement ini disebut Santosa menjadi titik awal lompatan menjadi perusahaan minyak nabati kelas dunia. Meski belum ada tindak lanjut yang signifikan dan berkelanjutan, setidaknya ada big data yang bisa menjadi acuan.

"Jadi investasi atas improvement ini tidak melulu tentang revenue atau produksi yang naik. Yang penting kita tahu, kinerja berjalan dengan ideal. Dan data yang kita himpun saat ini, setidaknya bisa menjadi acuan untuk maintenance pada masa mendatang," sambungnya. (***/habis/tom/k18)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers