MANAGED BY:
KAMIS
02 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Sabtu, 22 Februari 2020 10:20
PGRI dan MPR Minta Mapel Moral Pancasila Dihidupkan Lagi
Ilustrasi siswa belajar.Usulan menghidupkan kembali mata pelajaran moral Pancasila (Oky Riyana/Radar Cirebon/JawaPos.com)

PROKAL.CO, JAKARTA- Pendidikan Pancasila sudah lama hilang dalam sistem pendidikan nasional (Sisdinkas). Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) bersama Majelis Purmusyawaratan Rakyat (MPR) sepakat mendorong pemerintah menghidupkan kembali mata pelajaran (mapel) moral Pancasila.

Secara konkrit kesepakatan bersama antara PGRI dan MPR itu terulang dalam nota kerjasama. Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi mengatakan PGRI bersama MPR merasakan adanya kebutuhan untuk dihidupkan kembali mapel moral Pancasila. "Namanya terserah nanti bisa dibahas," jelasnya di sela kegiatan Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) PGRI 2020 di Jakarta kemarin (21/2). Acara ini juga dihadiri Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Unifah menegaskan nilai-nilai Pancasila perlu diinternalisasi kembali kepada siswa. Mulai dari jenjang SD, SMP, SMA dan SMK, hingga perguruan tinggi. Dia meyakini jika nilai-nilai moral Pancasila tidak diinternalisasi, maka bisa hilang. Sebab saat ini banyak nilai-nilai baru yang ada di masyarakat.

Dia mengatakan PGRI sudah bertahun-tahun mengkaji pentingnya menghidupkan kembali mapel Pancasila. "Yang perlu dipikirkan adalah bagaimana caranya internalisasi nilai-nilai Pancasila menarik bagi anak-anak sekarang," jelasnya. Unifah mengatakan di UU Sisdiknas sudah tidak ada lagi mapel Pancasila. Dia berharap pemerintah segera menghidupkan kembali.

Guru besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu mengatakan, materi moral Pancasila bisa diinternalisasi sejak jenjang SD. Tentunya dengan konten yang disesuaikan. Misalnya di SD dan SMP baru tahap pengenalan. Kemudian di jengang SMA dan SMK mulai pada analisis moral Pancasila. Khususnya untuk menghadapi persoalan sehari-hari di lingkungan pada siswa. 

Menurut Unifah anak-anak SMA bisa berpikir kritis mendiskusikan isu-isu terkini dengan landasan moral Pancasila. Kemudian anak-anak bisa sampai membangun konsep implementasi moral Pancasila di kehidupan mereka masing-masing. "Karena ini bagian dari jati diri kita sebagai bangsa Indonesia," katanya.

Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan MPR juga mempunyai kepentingan agar pemerintah menghidupkan kembali mapel Pancasila. "Di SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi," katanya. Menurut dia upaya itu penting supaya generasi saat ini tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa berpancasila. Upaya itu sekaligus dalam rangka membangun karakter bangsa.

Sementara itu dalam sambutannya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan supaya ada koordinasi yang bagus antara pemerintah pusat dan daerah di bidang pendidikan. Seperti untuk urusan rekrutmen, pengembangan kompetensi, dan penempatan kerja. "Jangan sampai terjadi mutasi guru yang menyebabkan kekurangan atau kekosongan guru di daerah tertentu," jelasnya. 

Ma'ruf juga mengingatkan kepada guru untuk terus meningkatkan kompetensi. Dia mengatakan guru tidak hanya dituntut untuk mengajar. Tetapi juga menanamkan akhlak mulia kepada para siswa. (wan)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 01 April 2020 20:16

Makin Bertambah, Positif Corona Transmisi Lokal di Balikpapan

SAMARINDA - Penularan covid-19 di kota Balikpapan melalui transmisi lokal…

Rabu, 01 April 2020 14:55

DPR Tolak Darurat Sipil, Pemerintah Klarifikasi Darurat Sipil Bila Kondisi Memburuk

JAKARTA– Kebijakan darurat sipil memang diumumkan untuk mendampingi kebijakan Pembatasan…

Rabu, 01 April 2020 13:11

Akibat Covid-19, Orang Miskin Bisa Bertambah 11 Juta

JAKARTA– Belum usai pulih dari ketegangan perang dagang, badai ekonomi…

Rabu, 01 April 2020 12:46

Akhirnya, WNA Dilarang Masuk Indonesia

JAKARTA– Meningkatnya jumlah penderita Covid-19 membuat pemerintah mengambil kebijakan radikal…

Rabu, 01 April 2020 11:33

Perempuan Meninggal Diduga Karena Corona di Balikpapan, Ini Penjelasan Kadinkes Kaltim

SAMARINDA - Seorang pasien perempuan diduga terinfeksi virus Corona meninggal…

Selasa, 31 Maret 2020 19:23

Pasien Positif Corona di Balikpapan Sudah 15 Orang

SAMARINDA - Jumlah pasien positif virus Corona covid-19 di kota…

Selasa, 31 Maret 2020 15:46

Jalan Poros Ditutup, Siapkan Jam Malam

Pada Kamis, 2 April nanti, Pemkot Samarinda dijadwalkan akan melakukan…

Selasa, 31 Maret 2020 15:43

Beberapa Daerah di Kaltim Matangkan Pertimbangan Karantina Wilayah

BAIK lockdown atau karantina wilayah untuk menangani pandemi Covid-19 bukanlah…

Selasa, 31 Maret 2020 15:42

Pasien Covid-19 Meninggal, Keluarga Ikhlas

PONDOK Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Quran Al Ikhsan Banjarmasin berduka. Pimpinan…

Selasa, 31 Maret 2020 15:39
Pereng Taliq, Daerah Penyangga IKN yang Masih Terbelakang (4-Habis)

Tarik Minat Anak Sekolah, Potensi dari Padi Gunung

Akses penghubung Penajam Paser Utara (PPU) ke Kutai Barat (Kubar)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers