MANAGED BY:
KAMIS
02 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Jumat, 21 Februari 2020 15:03
Bincang Ringan Manajemen Kaltim Post Group dengan PLN Kaltimra
Kurangi Penggunaan BBM, Interkoneksi Kalimantan Segera Terwujud
Direktur Kaltim Post erwin Dede Nugroho (kiri) dan GM PLN UIW Kaltimra Sigit Witjaksono dalam pertemuan di kantor PLN UIW, Kaltimra, Rabu (19/2)

PROKAL.CO, Jaringan listrik di ibu kota negara baru akan dioperasikan pada 2024. Pada tahap awal, setrum mengaliri kawasan inti pemerintahan di Kecamatan Sepaku.

 

KONSUMSI energi berbasis fosil mulai dikurangi PT PLN (Persero). Salah satunya melalui interkoneksi jaringan kelistrikan Kalimantan. Sistem ini menghubungkan satu pembangkit dengan pembangkit lainnya. Melalui cara itu, diharapkan mampu mengurangi penggunaan bahan bakar minyak, gas, dan batu bara.

Informasi itu disampaikan General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Kaltimra Sigit Witjaksono saat menerima kunjungan Kaltim Post Group yang dipimpin Direktur Erwin D Nugroho di kantor PLN UIW Kaltimra, Jalan MT Haryono, Kelurahan Gunung Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Rabu (19/2). Sigit melanjutkan, sistem kelistrikan di Kalimantan, terdiri atas dua sistem jaringan. Yakni Sistem Khatulistiwa di Kalimantan Barat (Kalbar) dengan daya mampu netto (DMN) sebesar 480,3 megawatt (MW). Sementara daya beban puncak (BP) sebesar 337,1 MW.

Dengan demikian, Sistem Khatulistiwa memiliki cadangan 143,2 MW. Diterangkan, Sistem interkoneksi Kalimantan merupakan interkoneksi antara subsistem Barito di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng). Serta subsistem Mahakam di Kalimantan Timur (Kaltim). Sistem ini memiliki DMN 1.569,1 MW dan BP sebesar 1.094,9 MW, sehingga memiliki cadangan 474,2 MW.

Di luar dua sistem jaringan listrik tersebut, kelistrikan di Kalimantan disuplai melalui sistem isolated. Yakni pembangkit yang melayani sistemnya sendiri. Tidak saling terhubung dengan pembangkit lain. Sistem ini banyak di daerah pelosok yang tidak dapat dijangkau oleh jaringan pembangkit besar terinterkoneksi. Jadi, total Sistem Kalimantan DMN sebesar 2.049,4 MW dengan BP 1.432 MW dan cadangan 617,4 MW.

Adapun bauran energi dari sistem interkoneksi Kalimantan masih didominasi batu bara sebesar 70,95 persen. Sisanya merupakan gas sebesar 22,28 persen. Lalu high speed diesel (HSD) sebesar 2,19 persen dan marine fuel oil (MFO) 2,28 persen. Sementara energi baru terbarukan (EBT) masih relatif minim. Dari biomassa dan hydro (air) baru 0,29 persen. Sementara dari biodiesel atau bahan bakar nabati 2,010 persen. PLN pun berusaha mengurangi pemakaian BBM. Dengan cara menarik transmisi dan menghubungkannya ke Sistem Kalimantan.

Saat ini progres interkoneksi sistem tersebut sudah dimulai. Dengan menyambungkan Kaltim, Kalsel, dan Kalteng. Kemudian diteruskan menuju Kalbar dan Kaltara. “Maka akan jadilah sistem Kalimantan,” kata Sigit. Sementara itu, Sistem Mahakam disokong oleh beberapa pembangkit listrik. Di antaranya, ada 6 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), 2 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), 5 Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG), 1 Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), 5 Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), dan 1 mobile power plant (MPP).

Sistem ini didukung 19 gardu induk (GI) eksisting dan 40 trafo. “Sekarang sudah tidak menggunakan PLTD. Namun, lebih ke EBT menggunakan PLTU dan PLTG,” ucap pria yang sebelumnya menjabat GM PLN UIP Sulawesi Bagian Utara ini. Mengenai pengembangan sistem kelistrikan di kawasan calon ibu kota negara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sigit belum bisa memaparkan terlalu jauh.

Pasalnya, masih dalam tahapan perencanaan. Jadi, belum diketahui lokasi penempatan jaringan listrik di kawasan itu. Namun, menurut informasi yang dia terima, jaringan listrik di IKN akan dioperasikan pada 2024. “Tahap awal untuk kawasan inti pemerintahannya di Kecamatan Sepaku,” katanya. (kip/riz/k16)

?


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers