MANAGED BY:
KAMIS
06 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 21 Februari 2020 14:21
Bisik-Bisik Mainkan Syarat Lelang

PROKAL.CO,

PRAKTIK persekongkolan dalam tender pemerintah sebenarnya bisa dibongkar. Peserta lelang yang mengendus adanya permainan bisa bertindak jika menemukan indikasi. Salah satunya lewat sanggahan.

Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Kaltim Tumingan menyebut, permainan dalam tender pemerintah bisa mulus karena calon penyedia “pasrah”. Tak berani membuat sanggahan ketika menemukan ketidakberesan dalam proses lelang. “Kalau berani, biasanya orang di BLP (Badan Layanan Pengadaan) itu pasti takut meneruskan (kongkalikong),” ujarnya.

Tumingan menyebut, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sudah jelas. Termasuk Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pengadaan Jasa Konstruksi dan Konsultasi Konstruksi telah menggambarkan kualifikasi yang mampu meningkatkan kompetisi di proses tender. “Kadang (oknum di BLP) ada yang coba-coba ‘main’. Tapi begitu dari penyedia ada yang merasa dizalimi mereka ya membatalkan,” sebutnya.

LPJK, sebut dia, hanya bisa membantu dalam proses klarifikasi kebenaran adanya Sertifikat Badan Usaha (SBU) dan tenaga kerja atau ahli yang memang dikeluarkan oleh lembaga. Dilakukan secara online, sehingga memudahkan pihak-pihak yang memerlukan. “Memang untuk pengecekan saja,” ucapnya.

Dari pengalaman dan cerita pengusaha yang akan ikut lelang, banyak persoalan sudah muncul di proses input dokumen lelang. Di mana mereka mengeluhkan sulitnya mengunggah dokumen ke Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE). “Banyak alasan dari BLP. Mulai server ngadat, wifi-nya bermasalah. Akhirnya hanya segelintir yang bisa ikut tender. Kan ini tanda tanya,” ungkapnya.

Kemungkinan adanya permainan disebut bisa dimulai dari input dokumen persyaratan lelang. Karena jika ada “titipan” calon pemenang oleh pihak yang mengevaluasi, maka segalanya bisa dimonitor sejak tahapan tersebut. “Kan tahu jam berapa, siapa yang masukkan dokumen kelihatan,” katanya.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 05 Agustus 2020 12:55

Angka Kematian Covid-19 di Indonesia Masih di Atas Rata-Rata Global

JAKARTA - Angka kematian karena Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)…

Rabu, 05 Agustus 2020 10:58

Pandemi Covid-19, Kejahatan Meningkat di Amerika

WASHINGTON – Kejahatan di Amerika Serikat meningkat di tengah situasi…

Rabu, 05 Agustus 2020 10:41

Potensi Calon Tunggal di 31 Daerah

JAKARTA- Kekhawatiran akan terjadinya kenaikan jumlah calon tunggal dalam gelaran…

Rabu, 05 Agustus 2020 10:38

Putusan Sidang Etik Firli Digelar Terbuka

JAKARTA - Proses penanganan dugaan pelanggaran etik Ketua Komisi Pemberanta-san…

Rabu, 05 Agustus 2020 10:15

Dicari..!! Relawan untuk Disuntikan Vaksin Covid-19

JAKARTA - Pengujian vaksin dari Tiongkok, Sinovac, dimulai. Fakultas Kesokteran…

Rabu, 05 Agustus 2020 10:09

Ledakan Dahsyat Guncang Beirut, Puluhan Orang Tewas

 Sedikitnya sepuluh orang tewas akibat ledakan besar yang terjadi di…

Selasa, 04 Agustus 2020 12:37

Jangan Pesimistis, Harga Minyak Mulai Naik

SAMARINDA – Akibat pandemi Covid-19 pendapatan Kaltim dari Blok Mahakam…

Selasa, 04 Agustus 2020 12:36

Tiga Pelajar yang Coba Merampok, Tetap Belajar Daring meski Ditahan

MESKI harus menjalani proses hukum, tiga oknum pelajar yang tersangkut…

Selasa, 04 Agustus 2020 12:35

Kasus Verfak Fiktif, Pelaku Sempat Kabur ke Sulsel, Tiga Petugas PPS Jadi Tersangka

SANGATTA–Hasil verifikasi faktual (verfak) terhadap data dukungan bagi calon perseorangan…

Selasa, 04 Agustus 2020 11:41

IKN Pindah ke Kaltim, Hermawan: Sektor Pariwisata Jadi Kekuatan

Wabah Covid-19 seperti badai yang memporak-porandakan rencana. Di antaranya, pemindahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers