MANAGED BY:
RABU
08 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 21 Februari 2020 14:19
Setelah Minum Teh, Anak Dihabisi Ibu Tiri
-ilustrasi

PROKAL.CO, SANGATTA-Nasi sudah jadi bubur. Bunga --bukan nama sebenarnya-- harus menghadap Yang Mahakuasa. Gadis berusia tujuh tahun itu dianiaya Vianita Handayani Elfana (35), ibu tirinya. Dengan mata sembap, Vianita dibawa dari kediamannya, Desa Kaliorang, Kecamatan Kaliorang, ke kepolisian setempat. Baharuddin, suaminya yang meminta polisi “menyeret” istrinya ke balik jeruji besi. Hal itu dilakukan setelah Bunga, kemenakan yang diangkat sebagai anak dihabisi pelaku dengan cara dianiaya.

Puncak penganiayaan itu terjadi pada Selasa (18/2). Namun, dugaan kuat mengarah jika gadis belia itu bukan sekali dianiaya. Harian ini mencoba menelusuri jejak kehidupan Bunga. Bocah tersebut memang bukan anak kandung pelaku. “Dia (korban) dari keluarga broken home, bapaknya ada di Penajam Paser Utara (PPU). Ibunya sedang menjalani hukuman di Balikpapan,” ungkap Kapolsek Kaliorang AKP Pujito saat dikonfirmasi harian ini (20/2). Saat berusia dua tahun, Bunga mengalami penderitaan di keluarga kecilnya. Ayah dan ibunya berpisah.

Keputusan Baharuddin mengangkat Bunga sebagai anak, lantaran masih memiliki ikatan darah, dan tak tega membiarkan gadis belia itu seorang diri. Bunga tinggal bersama Baharuddin sejak usianya masih dua tahun. “Korban hampir lima tahun tinggal bersama tersangka,” jelasnya.

Perkara yang menewaskan bocah itu masih didalami Polsek Kaliorang. Korban meregang nyawa saat perjalanan ke puskesmas terdekat. “Pelaku sudah ditetapkan tersangka dan penyidikan sedang berjalan,” sambung perwira balok tiga itu.

Dari hasil pemeriksaan pelaku, sebelum korban meninggal dunia, bocah tersebut sempat dibenturkan kepalanya ke pintu. Sepele, hanya lantaran meminum teh. “Itu yang dijelaskan kepada penyidik. Makanya kami masih ingin melengkapi keterangan demi keterangan pelaku,” tambah Pujito.

Tersangka tak bisa menahan emosi. Vianita memiliki kecenderungan amarah yang bisa terjadi kapan saja. Hal itu diakui pelaku yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP), korban berulang diingatkan, namun tak diindahkan. Pelaku menganggap, dengan minum teh, korban akan alergi. “Tapi tak bisa dipercaya seutuhnya, penyidik juga sudah minta keterangan pelapor,” tegas Pujito.

Kami menyelidiki dugaan penyiksaan itu dilakukan kepada korban sejak lama. Luka di perut karena air panas,” jelasnya. Dari hasil visum, banyak luka ditemukan di tubuh korban. Terparah ada di pelipis, perut, dan punggung. Hasil visum et repertum (VER) korban, ada sejumlah luka. Lama dan baru. Mulai kepala, wajah, bibir, pelipis, hingga perut. Pelipis kanan dekat telinga masih mengeluarkan darah segar sebelum meninggal.

Selain itu, kulit punggung mengelupas dan perut ada luka melepuh. “Sehabis menganiaya, tersangka sadar dan sempat tidur. Waktu diamankan dia masih tidur. Kami angkat ke kantor polisi, bukan menggiring atau menangkap,” tutupnya. (dra/rom/k16)

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 08 April 2020 13:32
Pemerintah Rilis Global Bonds USD 4,3 M

Indonesia Terbitkan Surat Utang Terbesar dalam Sejarah

JAKARTA– Pemerintah resmi menerbitkan global bonds sebagai salah satu optimalisasi…

Selasa, 07 April 2020 23:04

Hapus THR dan Gaji ke-13, Pemprov Tunggu Regulasi

TAK cuma pegawai perusahaan swasta, harap-harap cemas kini melanda para…

Selasa, 07 April 2020 23:00

Saatnya Mencegah Wabah dari Diri Sendiri

Virus corona sudah mewabah Indonesia sejak awal bulan lalu. Siapa…

Selasa, 07 April 2020 22:00

Pandemi Diprediksi Berakhir Juli

JAKARTA– Kapan pandemi Covid-19 ini berakhir? Bergantung intervensi pemerintah dan…

Selasa, 07 April 2020 20:01

Pasien Covid-19 di Kaltim yang Sembuh Bertambah 1

SAMARINDA - Pasien positif covid-19 yang sembuh di Kaltim bertambah…

Selasa, 07 April 2020 14:36

Perjalanan Dinas Wakil Rakyat Dipangkas

SAMARINDA–Biaya penanganan wabah virus corona di Kaltim bakal habis-habisan. Persentasenya…

Selasa, 07 April 2020 14:21

Dibikin Senang agar Imun Terjaga

MUHAMMAD Wahib Herlambang. Dialah salah satu pasien pertama yang ditetapkan…

Selasa, 07 April 2020 14:12

APBN 2020 Fokus untuk Corona, IKN Bisa Ditunda

JAKARTA  – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menegaskan bahwa…

Selasa, 07 April 2020 13:22

14 ODP Dijemput untuk Dikarantina di Kutai Barat

Salah seorang ODP mengaku sedang sehat, tak merasakan gejala apapun.…

Selasa, 07 April 2020 12:57

Wagub Hadi Mulyadi : Bankeu 10 Kabupaten Kota se Kaltim Dipotong 25 Persen

SAMARINDA - Turunnya pendapatan pada APBD Kaltim tahun 2020 karena…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers