MANAGED BY:
SENIN
06 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Kamis, 20 Februari 2020 16:50
Diprotes Perusahaan Ready Mix, Dishub Ngeper..!!

Dishub Bakal Evaluasi Perwali Nomor 40/2011

Jalan Otista yang padat pada jam sibuk.

PROKAL.CO, Jalan Otto Iskandardinata (Otista), Kelurahan Sungai Dama, Samarinda Ilir, selalu menjadi pusat perhatian. Kendaraan selalu padat merayap. Ditambah terdapat tanjakan terjal membuat nama Gunung Manggah sudah tak asing. Terlebih, setelah insiden kecelakaan yang merenggut empat nyawa pada 30 Januari.

 

PEMBAHASAN Jalan Otista pun kembali berlanjut pada Rabu (19/2) di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Samarinda. Beberapa instansi terkait juga ikut hadir. Di antaranya, Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Samarinda. Namun, dari hasil pembahasan tak jauh berbeda dengan hearing pembahasan Jalan Otista di Gedung DPRD Samarinda pada 4 Februari.

Kepala Dishub Samarinda Ismansyah menuturkan, pihaknya akan melakukan penanganan pendek terlebih dahulu, yakni pengawasan. “Soal jam batas lewat itu. Tidak akan berlarut dan selalu ditutup jalan itu (Otista), boleh saja lewat nantinya, terutama roda enam,” ungkapnya.

Ismanyah berkeinginan mengembalikan fungsi Perwali Nomor 40 Tahun 2011 tentang Lintasan Angkutan Barang dalam Wilayah Kota Samarinda, yang memperkenankan truk berdimensi di bawah 2,1 ton melintas. Pihaknya mengatakan, revisi tersebut akan diserahkan dan diselesaikan oleh bagian hukum Pemkot Samarinda. “Kalau truk seperti kemarin (kecelakaan) boleh melintas, itu di bawah 2,1 ton, kecuali tronton ya nggak boleh. Itu kemarin karena kecelakaan aja,” ungkap Ismansyah.

Sedangkan soal untuk kendaraan yang berdimensi di atas 2,1 ton akan diatur dalam jadwal lintas. Pihaknya juga bakal melakukan komunikasi secara intensif kepada pelaku usaha untuk mengatur jam lewat kendaraan.

“Mereka (pengusaha) setuju aja kok, nanti kami buatkan jadwal lewat jam malam. Kecuali jika ada keperluan mendesak bisa lapor dahulu, biar dikawal. Ini juga upaya untuk mencari solusi mengenai surat salah satu perusahaan kepada Pemkot Samarinda,” imbuhnya.

Disinggung soal target penyelesaian evaluasi Perwali 40/2011, Ismansyah tidak bisa memastikan waktunya. “Ya secepatnya lah” singkatnya. Dalam evaluasi perwali nantinya ada beberapa ruas jalan tambahan yang belum tercantum. Setidaknya ada sekitar 60 ruas jalan dalam draf evaluasi perwali, termasuk Jalan Otista.

Saat ini, pihak Dishub masih melakukan survei jalan, sebelum membahas rapat secara intens dengan pihak hukum. Dia pun mengatakan, pada perwali terbaru nanti, Jalan Otista akan dimasukkan. "Semua stakeholder menyepakati bahwa Jalan Otista masuk daerah rawan laka. Karena kondisi geometri jalan yang tidak ideal untuk dilalui kendaraan angkutan barang," tuturnya.

Ditemui di tempat yang sama, Sekretaris Asosiasi Pengusaha Ready Mix (Aspremix) Samarinda Muhammad Yusuf Sabarudin pun mendukung dengan pengaktifan kembali Perwali Nomor 40 Tahun 2011 tersebut. Pihaknya mengaku, dukungan tersebut akan diberikan apabila ada alasan yang jelas. "Kami setuju saja dengan adanya pembatasan mengenai pengoperasian tersebut. Meskipun itu juga akan memengaruhi produksi serta jam kerja kami akan lebih panjang," ujarnya. (*/ela/*/dad/dns/k8)


BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers