MANAGED BY:
KAMIS
02 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Rabu, 19 Februari 2020 12:16
Cerita Syarifa Nur Kholifah Saing, Mahasiswi yang Sempat Terjebak di Wuhan

Percaya Diri dan Tenang Selama Covid-19 Menyerang

TEMUI KELUARGA: Syarifa Nur Kholifah Saing bersama keluarga saat ditemui harian ini di kediamannya. LELA RATU SIMI/KP

PROKAL.CO, Syarifa Nur Kholifah Saing hanya bisa menghela napas. Berhari-hari dia berada di dalam rumah saat kondisi Wuhan, Hubei, Tiongkok, sedang dilanda virus corona (Covid-19). Dia terus berusaha menenangkan orangtuanya yang berada di Kutim.

 

LELA RATU SIMI, Sangatta

 

PEREMPUAN 20 tahun asal Sangatta Utara itu mengabarkan baik-baik saja. Namun, dia benar-benar bak berada dalam penjara. Tak banyak warga setempat beraktivitas di luar rumah.

Merasa terjebak dengan kondisi Tiongkok yang tidak beraturan, dia menyaksikan sendiri ketegangan di negara itu. Wabah yang menjangkit dan mematikan ribuan orang itu sempat membuatnya ketar-ketir. Sama seperti kebanyakan orang, dia dirundung ketakutan berkepanjangan.

Dalam benaknya, hanya rumah yang dia idam-idamkan. Namun, ada keberanian di benaknya. Saat itu, dia tetap meyakinkan dirinya sendiri jika semua kondisi aman.

Duduk bersimpuh, di kediaman orangtuanya di Jalan Poros Kenyamukan, RT 49, Sangatta Utara, Syarifa banyak bersyukur.

Anak pertama dari tiga bersaudara itu menceritakan pengalamannya selama menuju Indonesia. Perempuan berhijab tersebut mengatakan, kondisi kota sangat senyap membuatnya harus bisa bertahan. Padahal, taraf hidup di Hubei sangatlah membuatnya nyaman.

Namun, kabar maraknya penyebaran Covid-19 membuatnya khawatir. Dia dipulangkan bersama 285 mahasiswa lain se-Indonesia. Sebanyak 14 merupakan putra-putri asal Kaltim yang menempuh pendidikan.

"Saya satu-satunya dari Kutim. Bersama teman-teman lain saya dikarantina di Natuna selama 14 hari," ujarnya saat ditemui di kediamannya kemarin (18/2).

Baru sehari membaringkan badannya di kasur yang seadanya, di rumah berdinding beton tanpa cat, tidak kalah tenangnya dengan kondisi Tiongkok sebelum merebaknya virus itu. 

Calon dokter itu terpaksa mengenyam pendidikan melalui sistem online.

Berjuang menurutnya bukan hal mudah. Kejadian di luar prediksi itu tetap dijadikan pelajaran. Lantas, jatah pulang yang seharusnya dilakukan dua kali selama masa pendidikan enam tahun, dia cukup senang. Hal itu karena tak mengeluarkan ongkos untuk kembali ke Indonesia.

"Sejauh ini saya kuliah online, tapi di sini susah sekali jaringan. Belum tahu kapan kembali ke sana. Sampai Pemerintah Tiongkok memastikan aman, baru saya kembali," tuturnya.

Silih berganti tetangga menjenguk anak pedagang barang kelontongan itu. Semata untuk memastikan dan mengetahui keadaan nyata melihat virus mematikan hal tersebut. Hal itu dapat menepis kekhawatiran selama ini.

"Setelah diobservasi, kami dibawa ke Jakarta, lalu berangkat ke Samarinda disambut gubernur. Sekitar 16 hari saya sampai di rumah. Sebenarnya saya khawatir diterima atau tidak oleh masyarakat," jelasnya.

Tekad putri seorang tukang bangunan itu bulat. Dia bahkan tidak berangan-angan untuk bekerja di luar negeri. Penuh semangat, dia siap mengabdikan diri untuk Kaltim, khususnya Kutim. Bahkan, meski harus berhemat sedikit untuk bertahan di luar negeri.

Kekhawatiran orangtua sempat dia pikirkan. Namun, untuk mengalihkan hal itu, dia dan rekan lainnya diberi tiga psikologi, selama di kawasan TNI di Natuna. Dia mengenal banyak teman dari beragam suku se-Indonesia. Awalnya, orangtua tidak mengetahui kondisinya, terlebih televisi di rumah rusak. "Saat di Natuna kami beraktivitas terbatas, masih bisa olahraga dan lain-lain. Ibu mulai panik setelah lihat berita. Tapi saya yakinkan dan menceritakan kegiatan sehari-hari kalau di sana baik-baik saja," ungkapnya.

Alumnus SMA 1 Sangatta Selatan itu merupakan perempuan berprestasi. Sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD), hingga sekolah lanjut, dia kerap menjadi peraih peringkat pertama. Bahkan, sebelum diterima di salah satu universitas di Hubei, dia sempat diterima sebagai calon mahasiswa kedokteran hewan di Universitas Hasanuddin, Makassar.

"Saya tidak tega kalau sama hewan. Saya lebih senang membedah manusia. Saya berdoa supaya bisa kuliah di kampus itu," tekadnya.

Meski sempat bingung, orangtua Syarifa tetap memercayakan jalan terbaik dari Tuhan. (*/la/dra2/k8) 

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers