MANAGED BY:
MINGGU
29 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 19 Februari 2020 12:05
Makmur Diklaim Usung Isran, Musda Golkar Kaltim, Calon Tunggal Menguat

PROKAL.CO, SAMARINDA–Hiruk-pikuk mencari pengganti Rita Widyasari memimpin Golkar Kaltim lima tahun ke depan masih bergulir liar. Pengurus DPD Golkar di kabupaten/kota se-Kaltim punya hak suara yang sama. Ada yang sudah bersiap memasang jagoannya untuk maju menjadi suksesor Rita, ada pula yang masih menakar ke mana arah dukungan akan mengalir.

Forum kian hangat, menyusul wacana aklamasi yang menguat disusul opsi diskresi. Kepada Kaltim Post, anggota Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Kaltim Dahri Yasin menyatakan, Golkar merupakan partai yang tidak beroposisi dan selalu berpihak pada pemerintah. Platform Golkar disebut Dahri mengacu pada kekuasaan. Sehingga, diskresi memberi peluang bagi figur tertentu yang sudah berhasil memiliki kekuasaan untuk turut berkomitmen membangun Golkar.

”Jadi jangan berambisi atas kepentingan pribadi, lantas kemudian justru mengerdilkan Golkar,” ujar Dahri, Selasa (18/2). Menurutnya, pendapat eksternal Golkar yang menyebut diskresi tidak bisa membuat Golkar lebih baik adalah keliru. “Kalau mau membawa Golkar lebih baik, ya harus dicermati dulu. Jangan memilih (ketua Golkar Kaltim) yang baru memulai berenang. Justru pilih yang sudah dadah-dadah sampai ke tempat tujuan. Ya tujuannya apa, yaitu adalah kekuasaan,” timpalnya.

Dahri membenarkan jika sejumlah ketua DPD Golkar di kabupaten/kota serta pengurus DPD Golkar Kaltim sempat bertemu secara khusus dengan Gubernur Kaltim Isran Noor pada 19 Januari 2020 lalu. Pertemuan yang digelar di Hotel Selyca Mulia Samarinda itu menurutnya atas inisiatif para pengurus DPD Golkar. Dahri menegaskan, dalam pertemuan tersebut, Isran diminta untuk bergabung dengan Golkar.

Saat itulah, Isran mengeluarkan kartu anggota Golkar yang masih disimpannya. “Waktu itu Pak Isran mengeluarkan kartu Golkarnya. Dia bilang, saya ini masih Golkar,” ujar Dahri mencontohkan ucapan Isran. Karena merasa orang baru di Golkar, Isran pun menahan diri dengan tak ingin mengambil hak kader Golkar. Namun, Isran mengaku siap menerima mandat apabila kesepakatan sudah bulat.

Yang mengejutkan, Dahri menyebut bahwa sebenarnya pengurus DPD Golkar Kaltim dan kabupaten/kota sudah bulat mendukung Makmur HAPK. Hanya saja, lanjut dia, Makmur justru mengusung Isran Noor untuk memimpin Golkar Kaltim. ”Sebenarnya sudah bulat ke Pak Makmur. Tapi kalau dilihat dari pembicaraan-pembicaraan, Pak Makmur sendiri yang mendorong Pak Isran. Pak Isran juga mengatakan, yang penting saya tidak diadu domba,” tambahnya.

Dahri melanjutkan, Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto juga sudah bertemu dengan Isran Noor di Hotel Gran Senyiur Balikpapan beberapa waktu lalu. Komunikasi keduanya diklaim kian intens. Termasuk komunikasi antara Isran dengan tokoh Golkar Akbar Tanjung. “Bukan saling meminta, tetapi Pak Isran ini kan tidak punya partai saat itu. Sekarang sudah jadi anggota Golkar. Jadi diajaklah Pak Isran bergabung,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD Golkar Samarinda Sutamsis mengungkapkan, para pengurus di Kota Tepian belum punya figur yang bakal mendapat dukungan mereka. Kondisi kepengurusan Kota Tepian yang senasib dengan DPD Kaltim, di mana kursi pimpinan dihuni pelaksana tugas, menurutnya tak jadi masalah untuk menentukan siapa yang harus didukung. Tapi satu yang pasti, dukungan akan mengalir ke kader yang mampu membawa beringin kembali rimbun.

“Wajib kader tulen,” ucapnya dikonfirmasi via seluler, kemarin. Disinggung beberapa nama yang santer disebut berebut singgasana beringin, semisal Makmur HAPK, Rudi Mas’ud, hingga Isran Noor, dia tak menyoal jika ada nama asing dalam perebutan kursi pimpinan Golkar di Benua Etam. Dengan catatan, selama ada diskresi yang jelas. “Harus ada alasan jelas dan sangat kuat jika ada di luar kader. Kami tak mau gunakan suara asal-asalan,” katanya.

Menjatuhkan pilihan pun harus menilik seberapa jauh kontribusi calon ke partai selama ini. Lanjut dia, ini bisa ditakar karena anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) Golkar menegaskan kader yang boleh masuk struktur harus minimal lima tahun mengabdi di puak tertua di Indonesia tersebut. Karena itu, selama calon yang hendak maju memimpin Golkar Kaltim mesti terpenuhi syaratnya berdasarkan aturan tersebut. “AD/ART kan ruh partai, masa yang begini dilanggar,” tegasnya.

Terpisah, Ketua DPD I Partai Golkar Balikpapan Rahmad Mas’ud tak menampik, telah terjadi perubahan pola pikir atau mindset pada pemilihan ketua partai di Golkar. Wakil Wali Kota Balikpapan yang digadang sebagai bakal calon kuat ketua Golkar Kaltim ini menyebut, sejak Airlangga Hartarto terpilih sebagai ketua umum definitif Golkar secara aklamasi 13 Desember 2017 lalu, voting atau pemilihan suara berubah menjadi musyawarah mufakat.

“DPP (Partai Golkar) saja bisa aklamasi, masak kita enggak bisa ngikutin. Karena itu keinginan dari Partai Golkar sekarang, yang saya tahu. Kita lihat perkembangannya. Tapi disarankan untuk aklamasi,” katanya saat ditemui di kediamannya kemarin.

Sebagai bakal calon ketua Golkar Kaltim, Rahmad tidak ingin sesumbar. Dia masih merahasiakan pilihan DPD II Partai Golkar pada musda nanti. Alasannya, dia ingin melihat perkembangan jelang pemilihan calon ketua Golkar Kaltim yang masih menyisakan dua pekan lagi.

Secara normatif, selaku pemilik suara dalam musda nanti, Rahmad menginginkan calon ketua yang mampu membawa Golkar menjadi partai yang solid, kuat, dan besar. Terutama membawa kemenangan pada pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kaltim. Di mana ada sembilan kabupaten/kota, kecuali Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan melaksanakan pilkada serentak tahun ini. Rahmad pun tak menampik jika memiliki keinginan untuk maju dalam bursa pencalonan ketua Golkar Kaltim.

“Wajar saja, nama saya disebut-sebut. Karena semua kader punya keinginan menjadi ketua. Itu diminta atau tidak diminta, ya namanya kader harus siap. Sepanjang partai memerlukan, harus siap. Tapi tentunya juga harus rasional. Manfaat dan mudaratnya apa? Karena semua karena memiliki hak yang sama. Untuk dicalonkan dan mencalonkan,” jabar dia.

Sementara itu, Ketua Harian DPD I Partai Golkar Kaltim Makmur HAPK menyebut, peluang aklamasi saat musda nanti, bisa saja terjadi. Apalagi saat Munas X Partai Golkar lalu, seluruh pemilik suara menerima pandangan umum terbuka dari ketua umum sebelumnya, Airlangga Hartarto. Kemudian diputuskan bahwa Airlangga Hartarto pantas melanjutkan untuk memimpin DPP Partai Golkar. “Tapi saya belum dengar jika musda nanti akan aklamasi. Mungkin itu yang disuarakan para pemilik suara. Mungkin bisa saja terjadi,” katanya.

Keinginan Ketua DPRD Kaltim ini untuk maju pada bursa pemilihan ketua Golkar Kaltim pun belum luntur. Dia mengklaim, komunikasi dengan pemilik suara pada musda tetap berjalan. Walau dirinya belum membeber siapa saja pemilik suara yang siap mencalonkannya dalam musda nanti. “Kita lihat dinamikanya nanti. Apalagi saya masih reses di Kutim. Sebentar saya mau ke Bontang. Tapi saya enggak tahu perkembangannya seperti apa. Kalau semua menyatakan mendukung satu calon, ya bisa saja aklamasi,” tandas Makmur.

Diketahui, pemilihan ketua DPD Golkar Kaltim rencananya digelar pada 1-3 Maret 2020, dengan estimasi paling lambat pada 5 Maret 2020. Opsi berakhir aklamasi pun mencuat, agar suara tak terpecah jelang pilkada serentak September ini. Dari penelusuran Kaltim Post, partai berlambang pohon beringin ini, kerap mengakhiri pemilihan ketua dengan aklamasi. Seperti pada 2016 lalu, sempat bersaing ketat dengan Said Amin, Rita Widyasari akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Golkar Kaltim dengan perolehan suara 11 dari 16 pemegang hak suara.

Saat itu, empat suara walk out dan satu suara abstain. Musda pun kala itu digelar di Kantor DPP Golkar, Jakarta. Sementara itu, Jafar Abdul Gaffar yang menduduki kursi Ketua DPC Golkar Samarinda juga terpilih secara aklamasi pada 2016. Dari 13 suara yang terdiri dari sepuluh pengurus kecamatan, satu organisasi sayap, satu ormas pendiri, dan ormas yang didirikan partai, semua memberi dukungan kepada Gaffar. Dia pun terpilih kembali di periode kedua. Lalu, jalan mulus dilalui Rahmad Mas’ud pada 2017 lalu. Baru saja Musda dibuka resmi, Rahmad langsung terpilih secara aklamasi oleh semua peserta pemilik hak suara DPC Golkar Balikpapan.

Rahmad yang sempat terganjal persyaratan karena saudaranya menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Balikpapan pun, langsung menjadi ketua partai beringin di Kota Minyak. Aklamasi bukanlah hal buruk. Hal ini diungkapkan akademisi Universitas Mulawarman Luthfi Wahyudi. Namun, aklamasi hendaknya ditempatkan pada orang yang memang tepat. Dia mengatakan, kapasitas dan kapabilitas seseorang itu penting. Maka, penting juga bagi Golkar Kaltim punya calon yang punya kapabilitas dan kapasitas. Dia harus punya loyalitas dan dedikasi terhadap partai, juga berprestasi.

“Saya sependapat bahwa aklamasi itu hanyalah proses. Tujuan utamanya adalah partai jadi lebih baik lagi. Baik dari segi organisasi maupun kaderisasi,” jelasnya. Dia menambahkan, jangan sampai aklamasi itu akal-akalan. Apalagi, untuk mengangkat orang yang tidak pas untuk Golkar Kaltim. Sedangkan, ada kader lain tapi dia itu pendiam dan penurut. Namun, telah terbukti memiliki kemampuan untuk mengurus partai. Tetapi, karena “azimat kata aklamasi”, dia menunduk dan menurut saja. Sehingga yang naik, bukan orang yang berkapabilitas.

“Namanya partai, jauh lebih bagus ketika partai itu partai kader. Bukan hanya karena kumpulan orang-orang yang bajak sana bajak sini,” imbuhnya. (nyc/kip/qi/riz/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 28 Maret 2020 19:55

Sudah 17 Kasus Covid-19 di Kaltim, Balikpapan Terbanyak

SAMARINDA - Kasus pasien positif terjangkit virus Corona covid-19 di…

Sabtu, 28 Maret 2020 11:34

Kasus Positif Tembus 1.000 Orang

JAKARTA---  Jumlah  pasien yang positif terinfeksi virus Covid-19 akhirnya menembus…

Sabtu, 28 Maret 2020 00:57

Usai Perjalanan Malang-Surabaya, Seorang Dokter di Kaltim PDP Covid-19

SAMARINDA - Seorang berprofesi dokter masuk kategori Pasien dalam pengawasan…

Jumat, 27 Maret 2020 15:04

Pemprov DKI Jakarta Sediakan Hotel untuk Tenaga Medis

Pemprov DKI Jakarta mengambil sejumlah langkah besar untuk mengatasi pandemi…

Jumat, 27 Maret 2020 15:02

Kaltim Terima 2.400 Rapid Test, Utamakan Paramedis dan Keluarga Pasien

SAMARINDA–Laju pertambahan jumlah pasien positif corona atau Covid-19 di Kaltim…

Jumat, 27 Maret 2020 14:58

Pemerintah Harus Tegas Larang Mudik

JAKARTA – Lebaran masih dua bulan lagi. Namun, kondisi Jakarta…

Jumat, 27 Maret 2020 14:55
Diatur Bandar Tawau, Berau Lokasi Transit

Diupah Rp 10 Juta, Dua Kurir 10 Kg Sabu Diancam Hukuman Mati

SAMARINDA–Modus pengedar sabu-sabu dari hari ke hari kian beragam. Namun,…

Jumat, 27 Maret 2020 14:48

Cerita dr Dimas Satrio Baringgo yang Menangani Pasien Covid-19

Wabah virus Covid-19 menjadi ancaman yang mengerikan. Social distancing pun…

Jumat, 27 Maret 2020 14:21

Pandemi Corona, AS Kucurkan Dana Terbesar Sepanjang Sejarah, Warganya Panik dan Antre Beli Senjata

Beberapa negara mengucurkan bantuan besar-besaran untuk mengatasi pandemi Covid-19. Pada…

Jumat, 27 Maret 2020 13:49
Beredar Rekaman Suara Bupati PPU soal Lockdown

Lockdown di PPU..? Ternyata Ini Kata Bupati PPU

Ada isu lockdown diberlakukan di Penajam Paser Utara. Sontak warga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers