MANAGED BY:
JUMAT
10 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 19 Februari 2020 12:02
Keluarga Berharap Ada Titik Terang

PROKAL.CO, TATAPAN Bambang Sulistyo beberapa kali melihat ke arah makam anaknya, Yusuf Ahmad Gazali. Mengenakan pakaian gamis hijau tosca dengan dominan putih serta kopiah, ia berusaha tegar.

Secara khusus, ayah tiga anak itu mengaku gelisah setelah Yusuf tiada. Bukan hanya dia, begitu pun dengan sang istri. Kegelisahan hati keduanya itu bukan tak beralasan. Jauhnya lokasi temuan jasad putra bungsunya, yang berjarak sekitar 4 kilometer, ditambah anggota tubuh dan organ dalam tak lengkap, membuat pasangan suami-istri itu kerap terbayang-bayang wajah Yusuf.

Bambang masih kurang percaya dengan kepergian anaknya dengan cara terperosok ke air. Ditemui di area pemakaman, Bambang bercerita, Yusuf dikenal takut air. “Sejak usia 2 tahun, jadi kalau dimandikan itu seperti menghindar terus,” ungkapnya. “Dan itu hampir setiap hari,” ucapnya. Hal itu yang membuat keluarga heran bila tercebur.

Demi mencari tahu penyebab kepastian tewasnya putra bungsu, Bambang mengizinkan kepolisian untuk membongkar makam anaknya. Autopsi menjadi salah satu jalan untuk mencari tahu teka-teki kematian Yusuf.

Bambang yang baru tiba di Kota Tepian dari Jakarta, Senin (17/2) menyebut, autopsi merupakan permintaan dari keluarga. “Usaha kami biar tahu penyebab kepergian buah hati kami, Mas,” ucapnya.

Bambang menuturkan, autopsi yang dilakukan saat ini memang mengalami keterlambatan. Hal itu lantaran saat awal ditemukan jasad Yusuf, dirinya salah memahami penjelasan soal autopsi.

“Saat awal penemuan, saya kira autopsi itu 30 hari lamanya. Makanya kami minta anak kami dikuburkan secepatnya,” katanya. “Ternyata, 30 hari itu adalah hasil dari autopsi,” sambungnya.

Saat ditemukan, keluarga fokus kepada jenazah (Yusuf). “Kecuali waktu itu penjelasan soal autopsi tersampaikan dengan jelas, pasti kami bisa mempertimbangkan," tegasnya. Begitu pula dengan tes deoxyribonucleic acid (DNA). Saat itu, Bambang sempat menyampaikan untuk uji DNA karena jasad putranya tak lagi utuh.

Namun, kepolisian tak menyarankannya lantaran biaya yang mahal. “Saya juga enggak perhatikan siapa yang bicara saat itu, yang pasti dari polsek. Diberi tahu biayanya mahal, ternyata dua hari berselang ‘kan minta uji DNA juga. Sempat kesal juga saya seakan-akan nyawa anak saya itu seharga biaya uji DNA,” bebernya.

Kembali ke gelar autopsi, hingga selesai pada Selasa (18/2) siang, Bambang belum mengetahui penanggung biaya. Dirinya hanya diminta menandatangani surat persetujuan autopsi.

Namun, dirinya meyakini seluruh pembiayaan akan ditanggung kepolisian. “Kalau dari kami, enggak mampu sudah biayanya, (autopsi) ‘kan enggak murah,” keluhnya. Terkait hasil autopsi, Bambang siap menerimanya. Meski dalam hatinya tetap merasa ada kejanggalan. “Apa pun hasilnya. Tapi kalau ada kejanggalan, tolong dicari tahu,” harapnya.

Bambang menuturkan harapan keluarga begitu besar dari proses rangkaian autopsi. “Mudahan semua menemukan titik terang yang selama ini jadi beban keluarga, tentang apa yang sebenarnya terjadi. Apakah terseret atau ada indikasi lain,” jelasnya. Pada proses autopsi kemarin, kata Bambang, pihak keluarga terus melakukan komunikasi dengan kepolisian.

Ibunda Yusuf tidak hadir lantaran sedang ada kegiatan penting lain yang tak bisa ditinggalkan. Selain itu, pembongkaran juga ditakutkan mengganggu psikologis dari sang ibu. “Takut juga kalau nanti pas liat pembongkaran malah kenapa-kenapa,” bebernya.

Bagi keluarga, jalan autopsi merupakan yang terbaik agar menemukan titik terang dari kematian sang buah hati. Apapun hasilnya nanti, akan berindikasi sama dengan dugaan awal, yakni terseret arus banjir atau ada dugaan tindak kriminalitas, keluarga akan sepenuhnya menerima dengan lapang dada. “Insyaallah hasilnya nanti yang terbaik,” tutupnya. (dra/*/dad/rom/k18)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 10 April 2020 13:33

PSBB Jakarta Berlaku, Ojek Dilarang Angkut Orang

JAKARTA- Pemprov DKI Jakarta akhirnya menerbitkan peraturan gubernur (pergub) tentang…

Jumat, 10 April 2020 13:21
ASN Kena Covid-19 Akibat Mudik Bisa Dipecat

Pemerintah Buka Peluang Larang Mudik Nasional

JAKARTA – Larangan Mudik bagi aparatur pemerintah mulai berlaku Kamis…

Jumat, 10 April 2020 11:19

Bagaimana Jika Wabah Korona "Menyerang" di Tengah Wilayah Konflik Bersenjata?

Pandemi Covid-19 sampai di negara-negara konflik. Keterbatasan infrastruktur dan finansial…

Jumat, 10 April 2020 00:41

Hasil Rapid Test Positif, Pasien Ini Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

TENGGARONG – Warga Kukar dua hari lalu sempat dihebohkan mengenai…

Jumat, 10 April 2020 00:16

PDP Covid-19 di Samarinda Bertambah 6 Orang dari Klaster Gowa

SAMARINDA - Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona covid-19 di…

Kamis, 09 April 2020 13:50
Beragam Cara Umat Beragama Menghadapi Pandemi Corona (2)- sub

Tanpa Ziarah ke Makam, Umat Konghucu Tetap Berdoa untuk Leluhur

Setiap April di Indonesia, warga keturunan Tionghoa melaksanakan Qingming atau…

Kamis, 09 April 2020 13:35

NGERI..!! AS Dekati Prediksi 2 Ribu Tewas Per Hari karena Covid-19

WASHINGTON DC – Selasa (7/4) menjadi hari yang kelam bagi…

Kamis, 09 April 2020 13:30

1.568 Siswa Kaltim Lolos SNMPTN 2020

JAKARTA-Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2020 akhirnya…

Kamis, 09 April 2020 13:30

Anies Minta Warga Jakarta Patuh

JAKARTA– Peringatan terakhir dilontarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kemarin.…

Kamis, 09 April 2020 13:29

PSBB Dimulai, Pemerintah Beri Bantuan Pangan

JAKARTA– Pemerintah tengah menyiapkan mekanisme bantuan pangan untuk masyarakat DKI…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers