MANAGED BY:
KAMIS
02 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Rabu, 19 Februari 2020 11:56
Hapus Tarif Impor Alat Medis dari AS

Tiongkok Uji Klinis Obat HIV untuk Virus Korona

Direktur Wuhan Wuchang Hospital Dr Liu Zhiming meninggal karena Corona.

PROKAL.CO, BEIJING – Wabah virus korona kembali memakan korban tenaga medis. Selasa (18/2) Direktur Wuhan Wuchang Hospital Dr Liu Zhiming meninggal dunia. Dokter 51 tahun itu menjadi petugas kesehatan ke-7 di Tiongkok yang kehilangan nyawa karena tertular Covid-19.

”Dr Liu meninggal pukul 10.30 setelah semua usaha untuk menyelamatkannya gagal,” bunyi laporan China Central Television (CCTV). Rumah sakit tempat Liu bekerja memang menjadi ujung tombak pengobatan pasien yang tertular virus mematikan tersebut.

Sebelumnya, pada awal bulan, Dr Li Wenliang juga meninggal. Dialah yang pertama mengetahui dan menginformasikan adanya virus korona yang efeknya menyerupai severe acute respiratory syndrome (SARS). Namun, saat itu Li justru diminta bungkam.

Komisi Kesehatan Hubei pada Senin (17/2) sempat menyatakan bahwa Liu sudah meninggal. Namun, pengumuman itu diralat. Liu dikabarkan hidup. Pihak rumah sakit sedang berupaya untuk menyelamatkannya. Lembaga tersebut tidak mengunggah berita apa pun setelah CCTV memberitakan kematian Liu.

Informasi yang simpang siur itu membuat publik berang. Cara menginformasikan kematian Liu dan Li serupa. Mereka diberitakan meninggal dunia, lalu diralat. Sehari setelahnya, mereka dinyatakan meninggal.

”Apa semua orang sudah melupakan apa yang terjadi pada Li Wenliang? Mereka memaksa melakukan resusitasi setelah dia meninggal,” tulis seorang warganet pengguna Weibo, semacam Twitter di Tiongkok.

Hingga kemarin, ada 72.436 orang yang terinfeksi Covid-19 di Tiongkok. Selain itu, 1.868 lainnya dinyatakan meninggal dunia. Banyaknya kasus membuat pemerintah kekurangan alat-alat medis. Tiongkok berencana menghapuskan tarif beberapa alat medis dan berbagai kebutuhan lain yang diimpor dari AS. Kebijakan itu akan berlaku mulai 2 Maret.

Selama ini hubungan AS dan Tiongkok panas akibat perang tarif. Washington memberlakukan tarif alias pajak yang tinggi pada barang-barang yang diimpor dari Beijing. Demikian sebaliknya. Namun, lantaran wabah yang belum terkendali, Tiongkok sepertinya harus mengubah keputusannya.

Ada 696 barang yang dibebaskan tarifnya. Di antaranya, alat untuk memonitor pasien, alat transfusi darah, alat pengukur tekanan darah, daging sapi dan babi beku, serta beberapa jenis gandum dan jagung. Penghapusan tarif itu berbatas waktu.

Hingga saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan mereka yang terjangkit Covid-19. Pemerintah Tiongkok mulai menggunakan plasma darah dari orang yang sudah pulih. Itu bukan satu-satunya cara. Peneliti di Tiongkok melakukan lebih dari 80 uji klinis pengobatan virus tersebut. Termasuk di antaranya dengan obat HIV.

Jepang, negara terbanyak kedua yang terjangkit Covid-19, berencana melakukan hal serupa. ”Pemerintah saat ini sedang melakukan persiapan agar uji klinis dengan obat HIV untuk mengobati virus tersebut bisa dimulai secepatnya,” terang Jubir Pemerintah Jepang Yoshihide Suga seperti dikutip Agence France-Presse. Saat ini ada 520 pasien yang tertular di negara tersebut. Sebanyak 454 di antaranya adalah penumpang kapal pesiar Diamond Princess.

Sementara itu, Rumah Sakit Palang Merah di Kobe, Jepang, kecurian. Seseorang mencuri 6 ribu lembar masker. Saat ini harga masker di Negeri Sakura itu memang melonjak tajam. Ada dugaan pencuri menjualnya untuk mendulang keuntungan.

Di Singapura, kemarin 5 orang yang sempat tertular Covid-19 dinyatakan pulih. Mereka telah dipulangkan. Termasuk balita yang berusia 1 tahun. Saat ini masih ada 4 pasien lagi yang kondisinya kritis. (sha/c6/fal)

 

 

Penelitian Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit Tiongkok (CCDC)

• – Sebanyak 80,9 persen infeksi tergolong ringan; 13,8 persen berat; dan hanya 4,7 persen yang masuk kondisi kritis.

• – Tingkat kematian tertinggi terjadi pada orang berusia 80 tahun ke atas (14,8 persen).

• – Lansia yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular berpeluang lebih besar meninggal karena komplikasi dari Covid-19. Disusul mereka yang menderita diabetes, penyakit pernapasan akut, dan hipertensi.

• – Tidak ada kematian yang melibatkan anak-anak usia 0–9 tahun. Ada dua bayi baru lahir yang tertular ibunya, tapi mereka masih hidup.

• – Tingkat kematian meningkat seiring dengan usia. Di atas 39 tahun hanya 0,2 persen; 40 tahun ke atas (0,4 persen); 50-an tahun (1,3 persen); 60-an tahun (3,6 persen); dan 70-an tahun (8,0 persen).

• – Pria yang tertular berpeluang lebih besar meninggal dibandingkan perempuan (2,8 persen).

• – Hingga 11 Februari, 1.716 petugas kesehatan di Tiongkok dipastikan tertular Covid-19. Lima di antaranya meninggal dunia. Dari jumlah itu, 1.688 di antaranya berada dalam kondisi parah dan 64 persennya bekerja di Wuhan.

 

Sumber: Agence France-Presse

loading...

BACA JUGA

Rabu, 24 Oktober 2012 08:56

Bimtek bagi Pendata NJOP

<div style="text-align: justify;"> <strong>SAMARINDA </strong>&ndash;…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers