MANAGED BY:
KAMIS
02 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Rabu, 19 Februari 2020 11:01
Demand CPO Tiongkok Bisa Turun

Gapki Berharap Hanya Sementara

ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA– Imbas melambatnya perdagangan Tiongkok akibat wabah korona akan memukul ekspor minyak kelapa sawit dan minyak nabati RI. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memperkirakan negara pengimpor terbesar CPO RI itu mengurangi demand. Gapki berharap fenomena tersebut tidak berlangsung lama.

Ketua Umum Gapki Joko Supriyono berharap aktivitas perekonomian Tiongkok bisa secepatnya pulih. Sebab, nanti wabah korona juga berdampak pada perdagangan komoditas lain. Bukan hanya kelapa sawit. Ekspor komoditas minyak mentah dan baja pun terancam turun.

’’Kalau terjadi slowing down, kan demand-nya turun. Untuk sementara, proses ini bakal melambat. Tapi, saya yakin Tiongkok akan serius menangani semua ini,’’ ujar Joko (18/2).

Sejauh ini, menurut Joko, Gapki belum bisa memastikan besarnya penurunan ekspor ke Tiongkok. Sebab, faktor harga juga menentukan kinerja ekspor kelapa sawit ke Tiongkok. Jika harga minyak kelapa sawit murah, ekspor ke Tiongkok bakal tetap bisa melonjak. Sebaliknya, jika harga naik, permintaan dari Tiongkok jelas akan turun.

’’Kan Tiongkok sangat pragmatis terhadap harga. Karena harga kita lebih murah daripada crude oil, belinya banyak,’’ ungkap Joko. Tiongkok merupakan salah satu importer terbesar hasil perkebunan RI. Tahun lalu ekspor minyak kelapa sawit dan minyak nabati ke Negeri Panda itu mencapai 6 juta ton. Ekspor produk-produk perkebunan lain mencapai 11 juta ton.

Berdasar data United States Department of Agriculture (USDA), produksi CPO Indonesia pada 2018 mencapai 41,5 juta ton, lalu meningkat menjadi lebih dari 50 juta ton tahun lalu. Peningkatan produksi tersebut didorong bertambah luasnya lahan perkebunan sawit di tanah air menjadi sekitar 14 juta hektare.

Berdasar data USDA, konsumsi minyak sawit domestik pada 2019 mencapai 12,75 juta ton. Atau, sekitar 17 persen dari total konsumsi dunia yang mencapai 74,48 juta ton. Jumlah itu meningkat sekitar 1 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Negara kedua yang menjadi konsumen terbesar minyak sawit adalah India. Demand dari India mencapai 10,19 juta ton atau 13,68 persen dari total konsumsi dunia.

Joko menuturkan, produksi minyak sawit tahun ini masih tumbuh, tetapi tidak lebih tinggi bila dibandingkan dengan tahun lalu. Tahun lalu produksi minyak sawit Indonesia tumbuh menjadi 51,8 juta ton dari 2018. ’’Menurut para ahli, faktor musim kering tahun lalu bisa berdampak pada produksi minimal 8 bulan sampai 1,5 tahun terhadap produksi berikutnya. Jadi, kalau benar musim kering faktor yang signifikan, produksi tahun ini bisa terpengaruh,’’ papar Joko.

Gapki menyatakan, pengaruh rendahnya harga sawit pada dua tahun terakhir membuat pelaku usaha, termasuk petani, mengurangi pemupukan. Padahal, pengurangan pupuk berpengaruh pada produksi hingga dua tahun berikutnya.

’’Kalau dua faktor itu berpengaruh, mungkin tahun ini kenaikan produksinya turun. Kalau tahun lalu 4 juta, tahun ini mungkin tidak sampai 4 juta. Yang bisa saya katakan incremental tahun ini pasti lebih rendah daripada tahun lalu,’’ jelas Joko.

Dia menambahkan, upaya replanting belum berpengaruh pada produksi sawit tahun ini. Hasil program replanting sawit yang efektif pada 2018 baru terlihat lima tahun berikutnya. (agf/c14/hep)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers