MANAGED BY:
SELASA
07 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Rabu, 19 Februari 2020 10:23
Bahaya Rokok Perlu Masuk Kurikulum

Implementasi Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah Tidak Efektif

ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA– Peraturan tentang kawasan tanpa rokok (KTR) di sekolah tidak efektif. Pusat Kajian Gizi Regional (Southeast Asian Ministers of Education Refional Center for Food and Nutrition/SEAMEO-RECFON) menyebutkan 32,1 persen siswa di Indonesia pernah mencoba mengkonsumsi produk tembakau, termasuk rokok.

Temuan itu merupakan bagian dalam policy brief atau kajian kebijakan bertajuk Pembangunan SDM unggul melalui pengendalian tembakau dan penerapan KTR di lingkungan sekolah. Manajer Manajemen Pengetahuan dan Kemitraan di SEAMEO-RECFON Grace Wangge menjelaskan ketentuan soal KTR di lingkungan sekolah sudah diatur tegas dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109/2012 dan Permendikbud 64/2015.

’’Baik PP maupun Permendikbud diantaranya menekankan kewajiban p impinan sekolah membuat larangan terkait rokok dalam tata tertib di sekolah,’’ jelasnya di Jakarta (18/2). Upaya itu diantaranya adalah melarang penjualan rokok di kantin atau warung sekolah atau koperasi. Kemudian wajib memasang tanda KTR di lingkungan sekolah.

Ketentuan lainnya adalah sekolah diminta menolak penawaran, iklan, sponsor atau sejenisnya dari perusahaan rokok. Menurut Grece aturan ini sudah berjalan di sekolah. Misalnya pada kegiatan pentas seni atau pensi, sudah tidak ada lagi yang disponsori oleh perusahaan rokok. Tetapi ada yang menyiasatinya dengan menggelar pensi di luar sekolah.

Untuk itu Grace mengatakan implementasi KTR di sekolah belum berjalan dengan maksimal. Diantara indikatornya adalah sebanyak 32,1 persen anak sekolah di Indonesia pernah mengkonsumsi produk tembakau, termasuk rokok. Kemudian ajakan teman di sekolah ternyata 4,8 kali memicu anak lainnya untuk mencoba merokok.

Dia lantas menyampaikan sejumlah rekomendai supaya KTR di sekolah berjalan maksimal. Diantaranya adalah memasukkan materi bahasa rokok atau produk tembaka lainnya bagi kesehatan ke kurikulum pendidikan. ’’Integrasi ini sedini mungkin. Selambat-lambatnya mulai pada level sekolah menengah tingkat pertama (SMP, Red),’’ jelasnya.

Kemudian upaya atau implementasi KTR di lingakungan sekolah dijadikan salah satu indikator kinerja dinas terkait. Baik itu dinas pendidikan, dinas kesehatan, atau lainnya. Kemudian implementasi KTR di lingkungan sekolah juga digunakan untuk mengukur kinerja guru serta kepala sekolah.

Selain itu juga diperlukan materi pendidikan orangtua (parenting) mengenai akibat rokok bagi kesehatan atau anak. Sebab banyak anak-anak merokok karena tidak dilarang oleh orangtuanya yang juga perokok aktif. Menurut dia perlu ada pertemuan antara guru, kepala sekolah, dan orangtua untuk sosialisasi bahaya merokok bagi kesehatan.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan Cut Putri Arianie mengomentari masih adanya siswa yang merokok. Padahal sudah ada aturan KTR yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109/2012 dan Permendikbud 64/2015. ’’Sepanjang (rokok, Red) masih bisa dijual eceran, akan susah,’’ tuturnya.

Dia menjelaskan penanganan penyakit tidak menular dilakukan dengan mencegahan faktor-faktor resiko. Diantara penyakit tidak menular yang masih besar di Indonesia adalah serangan jantung, stroke, diabetes, dan lainnya. Dia mengatakan penyebab pasti penyakit-penyakit ini belum diketahui. Tetapi penyakit itu bisa dicegah dengan mengurangi faktor resikonya. (wan)


BACA JUGA

Senin, 06 April 2020 15:07
Mereka yang Bertarung Melawan Covid-19 dan Berhasil Sembuh (1)

Kenangan Bersama Keluarga Jadi Motivasi Lewati Masa Kritis

Dari ruang isolasi, Yunan Helmi mengabarkan kondisinya sudah sangat baik.…

Senin, 06 April 2020 14:59

Alhamdulillah, Bayi Empat Bulan Positif Corona Dinyatakan Sembuh

JOGJA - BAYI empat bulan positif Covid-19 yang dirawat di…

Senin, 06 April 2020 13:52

Rumah Sakit Darurat Pulau Galang Mulai Beroperasi

JAKARTA- Sesuai perintah dari Presiden Joko Widodo, Rumah Sakit Darurat…

Senin, 06 April 2020 13:50

Polisi Diminta Pantau Penghina Presiden dan Pejabat

JAKARTA-- Polri terus merespon berbagai situasi dampak dari penyebaran virus…

Senin, 06 April 2020 13:44

Ringankan Beban Masyarakat dan Bantu Alat Medis

GRESIK- Petrokimia Gresik, perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia…

Senin, 06 April 2020 11:47

31.786 Napi dan Anak Wajib Lapor

JAKARTA, - Selama lima hari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kemenkum…

Senin, 06 April 2020 10:39

Dihantam Corona, Ribuan Karyawan Dirumahkan, Ratusan di-PHK

DENPASAR- Lesunya industri pariwisata berdampak pada karyawan. Di Badung, tercatat…

Minggu, 05 April 2020 13:46

Tolak Pembebasan Napi Koruptor

JAKARTA- Setelah mendapat kritik pedas, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron…

Minggu, 05 April 2020 13:32

Dikatai-katai, Suami Sakit Hati dan Bunuh Istri

KEPANJEN – Lidah memang tak bertulang, tapi bisa lebih tajam…

Minggu, 05 April 2020 13:14
Penggunaan Asrama Haji untuk Karantina ODP dan PDP Covid-19

Maksimal 10 Hari Sebelum Jamaah Masuk Asrama

JAKARTA –Kemenag terbitkan ketentuan teknis penggunaan asrama haji untuk tempat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers