MANAGED BY:
MINGGU
16 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Rabu, 19 Februari 2020 10:23
Bahaya Rokok Perlu Masuk Kurikulum

Implementasi Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah Tidak Efektif

ilustrasi

PROKAL.CO,

JAKARTA– Peraturan tentang kawasan tanpa rokok (KTR) di sekolah tidak efektif. Pusat Kajian Gizi Regional (Southeast Asian Ministers of Education Refional Center for Food and Nutrition/SEAMEO-RECFON) menyebutkan 32,1 persen siswa di Indonesia pernah mencoba mengkonsumsi produk tembakau, termasuk rokok.

Temuan itu merupakan bagian dalam policy brief atau kajian kebijakan bertajuk Pembangunan SDM unggul melalui pengendalian tembakau dan penerapan KTR di lingkungan sekolah. Manajer Manajemen Pengetahuan dan Kemitraan di SEAMEO-RECFON Grace Wangge menjelaskan ketentuan soal KTR di lingkungan sekolah sudah diatur tegas dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109/2012 dan Permendikbud 64/2015.

’’Baik PP maupun Permendikbud diantaranya menekankan kewajiban p impinan sekolah membuat larangan terkait rokok dalam tata tertib di sekolah,’’ jelasnya di Jakarta (18/2). Upaya itu diantaranya adalah melarang penjualan rokok di kantin atau warung sekolah atau koperasi. Kemudian wajib memasang tanda KTR di lingkungan sekolah.

Ketentuan lainnya adalah sekolah diminta menolak penawaran, iklan, sponsor atau sejenisnya dari perusahaan rokok. Menurut Grece aturan ini sudah berjalan di sekolah. Misalnya pada kegiatan pentas seni atau pensi, sudah tidak ada lagi yang disponsori oleh perusahaan rokok. Tetapi ada yang menyiasatinya dengan menggelar pensi di luar sekolah.

Untuk itu Grace mengatakan implementasi KTR di sekolah belum berjalan dengan maksimal. Diantara indikatornya adalah sebanyak 32,1 persen anak sekolah di Indonesia pernah mengkonsumsi produk tembakau, termasuk rokok. Kemudian ajakan teman di sekolah ternyata 4,8 kali memicu anak lainnya untuk mencoba merokok.

Dia lantas menyampaikan sejumlah rekomendai supaya KTR di sekolah berjalan maksimal. Diantaranya adalah memasukkan materi bahasa rokok atau produk tembaka lainnya bagi kesehatan ke kurikulum pendidikan. ’’Integrasi ini sedini mungkin. Selambat-lambatnya mulai pada level sekolah menengah tingkat pertama (SMP, Red),’’ jelasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 14 Agustus 2020 12:46

Eks Bupati Bogor Dua Kali Masuk Rutan KPK

JAKARTA - Untuk kedua kalinya, Rachmat Yasin mendekam di Rumah…

Jumat, 14 Agustus 2020 12:29

Penularan Bukan di Satuan Pendidikan

JAKARTA– Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendibud) akhirnya angkat bicara soal…

Kamis, 13 Agustus 2020 13:05

Gibran Bantah Lawan Kotak Kosong

JAKARTA – Pundi-pundi dukungan untuk calon Wali Kota Solo Gibran…

Kamis, 13 Agustus 2020 13:03

Dirut PT PAL Kembali Diperiksa KPK

JAKARTA - Pendalaman terkait duit hasil korupsi yang diduga mengalir…

Rabu, 12 Agustus 2020 11:38

Data Pemilih Rawan Tak Akurat, Hasil Uji Petik, Banyak Persoalan

JAKARTA - Akurasi data pemilih masih menjadi problem yang harus…

Rabu, 12 Agustus 2020 11:35

Pangkas 32.497 Jabatan Jadi 14.798 Jabatan, Mulai Eselon III Sampai Eselon V

JAKARTA– Gelombang perampingan birokrasi oleh pemerintah cukup besar. Perampingan yang…

Rabu, 12 Agustus 2020 11:20
PDIP Umumkan Rekomendasi Pilkada

PDIP Resmi Usung Bobby Nasution sang Menantu Jokowi di Pilwali Medan

JAKARTA– PDI Perjuangan (PDIP) kembali mengumumkan rekomendasi pilkada gelombang ketiga…

Selasa, 11 Agustus 2020 12:11

Polda Bakal Kerahkan Brimob, Tindak Pelaku Penyerangan di Situbondo

SITUBONDO- Polres Situbondo telah berkomunikasi dengan Polda Jawa Timur dalam…

Selasa, 11 Agustus 2020 10:40

Kurangi Potensi Calon Tunggal, Ambang Batas Pencalonan Cukup 5-10 Persen

JAKARTA– Fenomena calon tunggal yang melawan kotak kosong diprediksi bermunculan…

Jumat, 07 Agustus 2020 09:45

Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin Dorong SMSI Mencerdaskan Bangsa

JAKARTA- Bimbingan teknis untuk penguatan news room SMSI yang dilaksanakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers